Ideologi Blog
Ribut-ribut soal ideologi yang diusung oleh masing-masing capres dan cawapres menyisakan banyak pertanyaan tersendiri. Mulai dari politisi, praktisi, akademisi, hingga para blogger kelas kutu kupret berani menyuarakan aspirasinya terkait dengan masalah ideologi ini. Sindiran, caci maki, dan sinisme terhadap pribadi lain terkait dengan ideologi sangat lugas diungkapkan di berbagai media. Disampaikan dalam bahasa konteks rendah, ora tedheng aling-aling, tanpa mengindahkan kaidah norma berpolitik.
Tulisan ini terinspirasi oleh om Suryaden dalam Persetan Neoliberalisme-nya, sebagai satu bentuk skeptisme terhadap polah tingkah para elit dalam memainkan isu politiknya. Rasa muak yang sangat terhadap perilaku yang menjauhi moral sebagai negarawan.
Bercermin dari petuah yang pernah disampaikan Aa, yang salah satunya adalah mulai dari diri sendiri, aku coba menggali, gothak gathik gathuk, sesungguhnya seperti apa ideologi para blog. Tentu saja penerawangan ini hanya sebatas pada penilaian dari sisi yang tampak saja, yaitu pengelolaan blog, terkait dengan isi dan komentar.
Karena, alangkah lebih bijaksana jika sebelum menilai, mengkritik, bahkan menggurui ideologi milik orang lain, kita sudah tahu kelakuan kita sendiri berlandaskan atas ideologi apa.
Berikut adalah ideologi blog dilihat dari dinamika blog itu sendiri, dari sudut aku, orang teknik bukan politisi apalagi filsuf :
1. Liberalis
Pada dasarnya sifat blognya adalah bebas dan cenderung ke pengagungan individu, di mana blog menjadi media untuk mengekspresikan opininya sendiri.
Tujuan utama adalah inilah aku dan inilah pemikiranku.
Artikel yang ditulisnya memegang teguh konsep sebebas-bebasnya, meski kadang masuk ke dalam area privacy orang atau lembaga lain. Blog ini beranggapan bahwa kebebasan beropini adalah salah satu hak asasi manusia. Sehingga ada kesan mereka tabrak sana tubruk sini, ke mana saja pikiran melangkah. Namun sayangnya, tidak banyak blogger yang membekali dirinya dengan pengetahuan tentang UU ITE, yang dalam beberapa klausulnya membatasi ruang gerak beropini atas dasar kode etik tertentu.
Halaman komentar tidak akan dimoderasi dulu, karena sesuai dengan prinsip kebebasan, mereka akan menerima semua komentar, termasuk yang paling busuk sekalipun. Debat argumen –yang jarang terjadi- akan dilayani dengan kepala dingin.
Ciri dari komentar yang masuk adalah bersifat formalitas sebagai balasan blogwalkingnya.
”Info yg menarik. tks…” atau ”kunjungan balik. tks…” atau ”kunjungi blog saya di http…” atau sekedar ”hehehe… salam…”.
Antara komentar satu dengan yang lainnya tidak saling berhubungan. Kebanyakan tamu hanya fokus ke isi artikel saja tanpa sempat membaca komentar lainnya. Itupun dengan positive thinking bahwa tamunya pasti membaca artikelnya.
Setelah itu, sudah.
That’s all.
Tidak ada diskusi yang berkepanjangan terhadap isi artikel dari para tamunya, sekalipun adakalanya pemilik blog membutuhkan klarifikasi lagi terhadap pertanyaan tamunya. Sifat tamu yang hit and run ini juga merefleksikan blogger ini sendiri saat blogwalking di blogosphere.
Kesan individualis masih sangat terasa di sini.
Namun jika dunia mereka terusik, seolah-olah ada satu kekuatan yang menyatukan mereka untuk berontak.
2. Kapitalis
Blog ini mengusung ideologi liberalis untuk menunjang kegiatan profitnya. Blog ini akan mencoba menampilkan thema blognya semenarik mungkin. Memasang widget-widget uptodate untuk mendorong hit. Semua bertujuan akhir untuk profit.
Isi artikel hampir selalu isu yang sedang menjadi trend. Sumber penulisan bisa dari opini sendiri, tetapi lebih banyak menyadur dari situs lain. Kata kunci yang dipakai adalah kata kunci yang sedang menduduki ranking tinggi di mesin pencari.
Sering dijumpai blogger kapitalis ini memajang judul yang bombastis, yang sama sekali tidak ada hubungannya dengan isi artikelnya. Kadang-kadang juga sekedar mereferensikan suatu link yang sedang populer dengan ditambahi sedikit pengantar, bukan ulasan.
Blogger ini akan mengingat-ingat siapa saja yang tidak berkunjung balik dengan tujuan menghemat waktu dan tenaga saat blogwalking ke depan. Artinya prinsip ekonomi sangat dipegang teguh.
Ciri khasnya –barangkali- adalah kalimat : ”tukeran link, yuk…” atau ”blogwalking nih, jangan lupa kunjungi blog saya di http…”
Kadang-kadang ada persyaratan tertentu untuk tukeran link, seperti yang pernah aku baca di suatu blog : ”jika dalam waktu tiga hari sejak link ini saya pasang, ternyata link saya tidak dipasang di blog anda, maka link ini akan saya remove…”
Harus ada imbal balik terhadap waktu, tenaga, dan biaya jika dia memasang link blog lain di blogrollnya.
Pada saat blognya sedang berkembang, komentar yang masuk akan diatensi dengan membalasnya. Namun, ketika hitnya semakin tinggi, fokus blogger hanya tertuju pada hit dan hit saja.
3. Sosialis + Komunis
Dua ideologi ini sengaja aku gabungkan karena ciri khasnya dalam pengelolaan blog hampir serupa. Sesuai dengan watak sosialnya, biasanya blog ini akan saling sharing login dengan blog lain. Satu orang blogger bisa mengisi artikel di berbagai blog, demikian pula sebaliknya untuk komunitas ini. Namun ini bukan sesuatu yang wajib.
Isi artikelnya lebih ke opini yang dibangun sendiri dengan topik yang tidak dibatasi. Topik apapun bisa menjadi perbincangan yang hangat di forumnya.
Blog ini lebih komunikatif dalam berinteraksi dengan tamu di blognya. Setiap ada komentar masuk, dia akan merespon dengan antusias. Meskipun akhirnya hanya akan merespon komentar tertentu saja ketika hitnya semakin tinggi. Tapi ini lebih kepada masalah alokasi waktu sempit jika semua komentar direspon.
Blogwalking hanya seperlunya, tetapi mengunjungi blogrollnya adalah wajib. Itu karena blogrollnya berisi blog-blog terpilih hasil interaksi selama ngeblog, tidak hanya sekedar tukeran link. Dengan kata lain, ideologi blog ini jaguh kandang. Ini menyebabkan blog lain yang baru ikutan masuk forum akan terkesan diabaikan atau mengalamai masa orientasi dulu. Hanya dihargai jika datang di blog sosialis ini tapi jarang ada atensi atau kunjungan balasan ke blog dia.
Jika kapitalis berorientasi pada hit, blog ini menempatkan hit sebagai akibat dari interaksi sesama blog, bukan sebagai tujuan utama.
Jika liberalis merepresentasikan keakuannya baik dalam tampilan maupun tulisan, blog ini justru memberikan kesan bahwa tulisan yang dibuatnya adalah didedikasikan untuk pembaca.
4. Neolib
Pada dasarnya blog ini berideologi liberalis, hanya mencoba menutupi sisi negatifnya dengan memasukkan pemikiran-pemikiran ideologi lain yang lebih merakyat. Misalnya, diskusi akan dibuat seolah-olah lebih hangat dan sangat menghargai komentar yang masuk. Ini untuk membuang kesan individualis, meskipun sebenarnya ciri itu tidak akan hilang karena ciri itu ditimbulkan oleh interaksi yang terus menerus. Akan terlalu capek jika blog liberalis mencoba tampil elegan dan hangat dalam komunitas karena bawaan oroknya tidak mendukung sikap ini.
5. Fasis
Penampilan blog ini sangat meriah, berisi logo-logo atau simbol-simbol dari suatu organisasi, gerakan, atau keyakinan yang diikutinya.
Isi artikelnya juga sebelas dua belas, artinya tidak jauh-jauh dari ajaran organisasi atau keyakinannya, dengan sifat persuasif untuk mengajak pembaca mau mengikuti apa yang disampaikan oleh tulisannya.
Kebenaran isi tulisan dianggap mutlak, sehingga langkah antisipasi ditempuh untuk menghindari komentar yang secara rasional bisa menjatuhkan nilai kebenarannya, yaitu dengan memoderasi tiap komentar yang masuk.
Pada tingkatan tertentu, isi artikel tidak lagi persuasif melainkan sudah pada taraf doktrin dan sudah berani masuk ke ranah pikir blog lain untuk mencela atau menyalahkan pemikiran blog itu.
6. Feodalis
Penampilan blognya sangat jumawa bak seorang priyayi. Identitas disertakan dengan jelas. Jelas namanya, jelas pekerjaan dan jabatannya. Jelas juga latar belakang keilmuannya. Termasuk memajang pasfoto berdasi ala ijazah atau ala lampiran surat lamaran kerja. Posisi badan agak serong dengan pandangan mata tajam tapi sayu masih dianggap sebagai gaya pasfoto terbaik.
Umumnya blog ini spesialis di bidang tertentu, meski tidak tertutup kemungkinan memposting hal-hal yang pribadi tentang diri dan keluarganya. Namun secara umum, isi artikelnya adalah hal-hal yang berhubungan dengan keilmuan dan pengetahuan. Baik eksak maupun noneksakta. Baik teoritis maupun praktis. Baik politik maupun teknik.
Blogger ini lebih interes kepada blog yang sejenis dengan blognya yang menampilkan dengan jelas status pemiliknya serta kelas artikelnya, sehingga seringkali tidak mempedulikan adanya interaksi blogwalking dari blogger ndeso yang baru bisa menuliskan opini dengan level ”ini budi ini ibu budi”.
Komentar akan dimoderasi dulu apakah sesuai dengan level blog dia atau tidak. Namun pada tahap hit yang semakin banyak, moderasi akan dioffkan dengan tetap menyunting komentar yang sudah publish. Komentar yang berbobot akan direspon, yang sekedarnya akan dicuekin, yang jelek akan dihapus.
7. Anarkis
Blogger ini memiliki blog (yaiyalah… namanya juga blogger) dengan ciri ideologi tertentu. Namun pada saat melihat posting di blog lain yang berlawanan dengan keyakinannya, blogger ini akan menyerang dengan modal anonimous. Jurus-jurus maut mereka keluarkan untuk meng-counter artikel tersebut tentu saja dengan topeng palsunya.
Kesalahan mendasar dia adalah kadangkala memposting komentar menyerang dengan memakai banyak nama tapi masih satu IP address.
8. Marhaenis
Inilah blogger kelas kutu kupret dalam blogosphere. Persepsi awalnya adalah : begitu artikel pertama diposting di internet, maka jutaan netter bakal membacanya. Namun setelah melihat kenyataannya, mereka ragu-ragu mesti berpijak ke arah mana.
Mau mencoba menaikkan hit, ternyata interaksi di blogosphere sangat dibutuhkannya.
Mencoba ikut nimbrung di suatu forum, eh dicuekin.
Ingin memakai widget-widget canggih, mereka masih katro.
Ingin mengadakan kopdar, eh bisa jadi di tempat asalnya baru dia sendiri yang kenal internet dengan akses telkomnet instan. Jangankan ngeblog dan kopi darat, masih lebih penting ngebluk dan ngopi + dahar.
Keberadaan blogger ini timbul tenggelam karena kurang mendapatkan perhatian dari blogger lain.
Sehingga perlu diapresiasi untuk blog yang masih eksis, karena adanya ketekunan dan konsistensi dia dalam menulis dengan hati dan pikiran, meskipun hanya sedikit atensi dari beberapa blog yang dia kenal.
9. Pancasilais
Blog ini mengadopsi hal-hal yang positif dari berbagai ideologi di atas. Namun mereka lupa bahwa ini adalah dunia, bukan surga. Dunia dengan segala tipu dayanya masing-masing. Butir-butir mutiara surgawinya tidak mengajari teknik tipu daya yang -sebenarnya di sisi lain- bisa dijadikan acuan bertahan dari kerasnya dunia.
Blog penganut ideologi ini hanya segelintir saja, dan dikhawatirkan akan punah karena melemahnya daya tahan ideologinya di tengah ganasnya nilai-nilai nerakawi..
10. Malingsialis
Inilah satu ideologi baru yang bisa mendobrak sikap jumawa MUI yang mengharamkan banyak hal. Sebab ideologi ini menghalalkan perbuatan jahat apapun asal korbannya bukan kawan sebangsa.
Pada saat awal membangun blog, blogger ini kelihatan akrab dalam menjalin silaturahmi dengan blogger senior. Nempel-nempel kaya kucing ngesot. Mereka menimba semua ilmu yang bisa didapatkan untuk diadopsi di blognya. Namun ketika sudah eksis di blogosphere, ideologi mereka akan menampakkan dirinya.
Sebagian besar artikel berasal dari copy paste situs lain tanpa menyebutkan link referensinya. Jika situs aslinya diam saja atau tidak tahu artikelnya dicopas, blog ini diam-diam akan mengklaim bahwa artikel tersebut asli milik dia. Modal blog ini adalah ctrl+c di situs lain, lalu ctrl+v di blognya. Comot sana, cabut sini. Tentu saja yang dicari adalah berita-berita sensasional untuk menaikkan ranking blognya.
Blogger ini jarang sekali blogwalking karena dengan modal copas itu, blognya sudah sangat populer. Bahkan komentar yang masuk pun jarang dia tanggapi lagi. Blog dengan ideologi seperti ini bisa berkembang karena jarang ada klarifikasi dari para tamunya terkait dengan sumber berita tulisannya.
————————————–
Demikianlah. Demikianlah. Demikianlah.
Berbagai macam ideologi blog dalam dinamika blogosphere anehnya tidak mengurangi rasa memiliki setiap individu dalam komunitas besar ini. Tidak ada dikotomi ideologi dalam blogosphere. Karena memang tidak ada yang salah dengan ideologi selama itu masih sejalan dengan konstitusi.
Demikian pula yang aku harapkan kepada setiap tim sukses, politisi yang bukan negarawan, untuk bisa juga memiliki rasa memiliki, handarbeni negeri, dalam setiap langkah yang dibuat, karena satu langkah pun sangat berarti dalam penentuan arah negeri ini.
Hmmm…
jadi aneh setelah membaca tulisan sendiri…
Blogku sendiri ternyata liberalis marhaenis yang sok sosialis
Blog Anda?
Masuk ideologi apa?
.
.
.
20090616
ditulis masih dalam keadaan sarap
————————————
Bibliografi
-ora tedheng aling-aling : ngomong terus terang
-ngebluk : tidur malas-malasan (kata dasarnya : kebluk)
-kebluk : pemukul dari rotan untuk membersihkan kasur kapuk setelah dijemur
-dahar : makan
-sarap : syaraf, sinting
-handarbeni : memiliki
Tags: anarkis, blog, fasis, feodalis, hit, ideologi, kapitalis, komunis, liberalis, malingsia, marhaenis, neolib, pancasilais, sosialis
You can comment below, or link to this permanent URL from your own site.
Juni 18, 2009 at 12:35 pm
mestinya saya harus berteriak : PERTAMAXXXXX!!! karena nyanthol pertama di kolom komentar postingan ini. tapi, sampai saat ini kok hati saya belum mengizinkan untuk menorehkan kata itu (dalam rangka menghargai yg punya blog yg dng susah payah menuliskan artikelnya, bahkan direwangi sampai sarap).
idealisme dalam ngeblog memang sering goyang dengan semakin banyak berselancar di dunia maya, melihat blog lain laris manis dibaca orang plus puluhan bahkan ratusan komentar (dlm hati berkata kok blog-ku sepi pengunjung ya?). kalau ditanya blog saya ideologinya apa, angkat tangan saya nggak bisa menjawab secara murni dan konsekuen. saya hanya menuliskan gagasan dan ide, tapi begitu publish… eh.. ternyata tema yang saya angkat kok sdh menjamur.
ntar mudah2n saya bisa nyambung lagi untuk berkomentar di sini, tiba2 saluran otak menjadi buntu begini.
Juni 18, 2009 at 2:02 pm
aku akan ingat blog Anda . ini tulisan yang aku suka. aku jarang membaca di komunitas ini. sepertinya aku belum tau ideologiku . bisa menganalisa blog aku. salam kenal oke
Juni 18, 2009 at 2:22 pm
@guskar
waduh…
jangan dianggap serius, loh… aku juga iseng saja nulisnya dan tidak terlalu bersusah payah. pokoke asal njeplak aja sih.
weleh-weleh. bahkan aku juga ndak tau ideologi blogku itu apa
tapi emang bener, lo gus. mengamati dinamika blog itu cukup mengasyikkan bagiku.
@kawanlama95
eh, salah…
aku belum ada komunitas di sini
masing2 masih sebatas hubungan bilateral antara diriku dengan blogger lain.
nti tak main ke sana, kawan…
Juni 18, 2009 at 3:25 pm
hi.. salam kenal…
ini ideologi orang apa blog ya? hahahaha…
nice posting bro
Juni 18, 2009 at 4:45 pm
Aku kok malah bingung sih mas, openingnya ideologi capres, lha kok endingnya ideologi blogger ki piye sih?
Juni 18, 2009 at 4:46 pm
Nek ditakoni ide pokok blogku, kui ngene mas, mahku nganggo alirane WONG BINGUNGAN, ojo melu-melu lho.
Ngko ratak konco lho
Juni 19, 2009 at 8:33 am
@edward
diriku maen ke sana kok ga bisa ke selalu error ya?
om edward, justru habis nulis ini, diriku malah bingung blogku masuk ideologi apa. hahhaaha…
kadang2 liberalis, kadang2 kutu kupret.
ini just for laugh aja -kata tukul
@wandi
hehe…
ternyata tidak hanya aku yang bingung dgn tulisan sendiri, pak guru pun puyeng to…
berarti ideologi blog sampeyan : wong bingunganis
Juni 18, 2009 at 5:19 pm
yah… bagiku blog cuma sarang dari semua puisi-puisi karyaku yang gak kunjung terbit (soalnya semua penerbit lagi sibuk nerbitin novel2 humor). yah, jadi ku biarkan saja puisi-puisi iut hinggap di blogsome diselingi beberapa curhatanku…
kalo ada yang baca ya sukur. kalo enggak ya sudahlah…
yang penting bisa nyalurin uneg-uneg…
hehehe, cenderung nyampah sih.
Juli 9, 2009 at 10:09 pm
Jujur nih.. Aku baru baca bener2 postingan ini sekarang, waktu visit pertama kali, niatku 100% untuk minta kunjungan balik, baca sepintas, trus nyari komen paling netral agar menutupi niat itu :p, trus aku visit guskar dan wahyu.. Terus terang lho, ini tidak memuji, kita gak saling kenal kan? Dari anda bertiga saya merasakan kehangatan blog, yg setelah kunjungan balik kontan, malah membuat saya gak enak hati.. Saya newbie bgt.. Kurasa aku Blogger marhaenis liberal yg fasis serta anarkis wakakakeke.. Pas baru ngeblog, maret kalo ga salah, aku marhaen bgt, ngemis2 komen kemana mana, hehe, sampe vulgar gini, “pa dongeng geologi, maukah dengan hormat anda menjadi komentator pertama saya.” huehehe.. Waktu ada komen, wuih betapa bahagianya.. Huehehe.. Lho kok curhat ya? Tadi saya mau ngapain? Oh iya, mau bilang kalo sebenernya baru sekarang baca :p
Juni 18, 2009 at 6:04 pm
lha terus ideologi blogku juga opo ya… wahaha… ternyata apa kata orang manut aelah … intine persetan, jiahaha… mosok pengamat harus ikut sama dengan yang diamati, wah jadi bingung pula yo mas… tapi jan menarik tenan tulisanmu, marai kecanduan…
Juni 19, 2009 at 8:43 am
@denya
yup. aku setuju. yang penting bisa menuangkan pokok pikiran kita selama itu positif untuk diri dan lingkungan kita. masalah ideologi yang kutulis di sini kan cuma penerawangan dari penampakannya saja.
@suryaden
tapi, om
diriku kok merasa bersalah nulis kaya gini. soale kalo dilihat hitnya di atas rata2 posting lain, cuma mungkin pada ga berani komen
ada yang salah dengan cara penyampaian atau cara penangkapan pembaca di sini.
padahal sudah aku sebut tidak ada yang benar ataupun salah dalam ideologi blog ini.
Juni 18, 2009 at 7:13 pm
[...] See the original post here: Ideologi Blog « to to to be or not to be… [...]
Juni 18, 2009 at 7:51 pm
hmmm … artikel yang menarik, mas. *doh jangan2 saya sudah masuk bloger yang suka komen latah* dalam pandangan awam saya, blog itu media virtual yang bisa dimanfaatkan, baik oleh perorangan maupun institusi, untuk membangun impian sesuai dg visinya. bisa utk kepentingan bisnis, menjual ideologi, bahkan sekadar utk mencari sensasi. mau diapakan blognya, ya itu terserah pemilik akun-nya. selama belum kena suspend, blog akan terua ada dan eksis di dunia maya. tapi saya sendiri — masih dalam pandangan awam — bloger yang saya tahu, juga tak segan2 utk menjadi “hakim” di dunia maya, tak hanya komen vertamax atau minta kunjungan balik, tapi bisa juga mengkritisi bloger yang menjual ideologi tertentu sesuai dg kepentingan “isme”-nya. blog semacam ini –sepanjang yang saya tahu– akan terkena seleksi alam dan tak akan berumur panjang.
Juni 19, 2009 at 8:55 am
@sawali
sebenarnya ada yang agak rancu di tulisanku ini, om. seperti pertanyaan kritis om edward : ini ideologi blog atau orangnya? hehe… maksudku ini ditujukan ke ciri khas blognya, bukan orangnya.
bisa jadi orang komunis tapi punya blog yg cenderung liberalis.
om, jangan terus2an dalam pandangan orang awam dunk, diriku kan malah lebih awam darimu.
ini sekedar ngomyang aja, mengungkapkan isi hati selama ngeblog di internet…
tks om
Juni 18, 2009 at 11:24 pm
ulasannya mantap banget, saya jadi ragu-ragu mau comment. Nanti malah dilabeli salah satu ideologi di atas… Padahal saya memang suka baca-baca blog orang loh, biar dapat ilmu sekaligus inspirasi…
Juni 19, 2009 at 8:39 am
@jaya
waduh, kok malah jadi takut komen, ya…
bagi diriku tidak ada masalah mau komen apa saja, termasuk just say hello juga, karena aku juga sering seperti itu saat blogwalking n bingung mo komen apa.
wah jadi ndak enak sendiri nih
Juni 19, 2009 at 3:05 am
Wah BLOG saya termmasuk yang mana yawh….
Jadi bingung juga nich……
Juni 19, 2009 at 7:34 am
kayaknya masuk yg liberalis deh.. kalo ada tambahan mungkin “diktator”
sampe2 gw tulis di prakata gw “kalo gak suka dengan pstingan gw, klik aja tanda silang merah di pojok kanan atas” benar2 diktator, kalo gak setuju ma pendapat gw langsung gw usir he hehe
Juni 19, 2009 at 8:15 am
Klo blog diriku termasuk yang mana yah..
ngak masuk ke manapun, bikin ideologi sendiri
namanya ideologi Labyrinth:
yang mana isinya hanya bertujuan untuk membuat pembacanya bingung dengan isinya, tidak dapat berkutik, menerobos, dan akhirnya meninggalkan komentar hanya berdasarkan gambar atau pemanpilan dan kalimat pertama seperti kalimat2 : “Pertamax” atau “duh, ngak ngerti nie ngomongin apaan”
Juni 19, 2009 at 9:02 am
@bocahbancar
biar bingung nyang penting nulis jalan terus…
@zefka
weihh…?
benar ada prakata begitu?
berarti benar kelewat satu, nih…
u r diktator… hwakakka…
@angga
hmmm… bisa jadi ideologi labirin ini yang menjadi soko guru ideologi liberalis. membuat orang sekedar komen dan nampang di blog. satu pandangan yg terlewatkan oleh diriku bahwa komen sederhana kadang juga dikarenakan postingnya menganut labirinisme ini.
tks, om
Juni 19, 2009 at 9:38 am
wess manteb nyaaa
jadi kalo blog aku masuk ideologi mana nih bro?
Pancasilais??
xixixixiixi
Juni 19, 2009 at 12:58 pm
Banyak juga ya macemnya
termauk yang mana nih saya
Juni 19, 2009 at 1:46 pm
mboh orah ngertos karo topik ke’ heheheheheheheheheee
Juni 20, 2009 at 8:30 pm
@julie
mantabs…
ini baru anak indonesia sejati.
semoga bisa dipertahankan, nak, minimal bisa memperlambat punahnya ideologi ini, syukur-syukur bisa menyebarkan ke depan nanti
@taktiku + lelaki aneh
hehe…
ndak wajib tahu kok. nyang penting nulis dan nulis dan bermanfaat bagi kemaslahatan umat
Juni 19, 2009 at 5:40 pm
Luar biasa tulisan dik wisnu, Om salut dengan tulisan kamu… dengan 10 faham ngeblognya… paling tidak para blogger yang sempat membaca tulisan ini, akan mengingat-ingat blognya “tergolong faham yang mana blog aku ?”. Yang jelas boleh-boleh saja menganut satu atau campuran.
Om Kusman sendiri masih bingung masuk golongan yang mana, disebut feodal juga tidak, karena bog campuran….. Hehe.. “moderasi” ya. memang…komen yang celoteh misalnya “betuuuul ! atau oooooooooooo…..” Om kira yang spt itu perlu di hapus. Tapi kan kalo tidak dimoderasi tampil dulu kan ? tidak etis kalo sudah tampil di hapus, bukan ?
Type blog yang ideal, baiknya gabungan….ambil yang positif…..seperti halnya dalam kepemimpinan.
Ok. Good! thanks for your visit.
Juni 20, 2009 at 8:37 pm
@om kusman
makasih sudah singgah di sini, om.
betul sekali, bagaimana caranya kita bisa mengambil sisi positif dari nilai-nilai tsb. penggambaran ideologi ini juga hanya dari sisi penampakan blog, bukan dari blogernya sendiri. ini hanya gambaran selama saya berinteraksi di dunia bloger ini, dan ternyata ada kesan yang bisa ditangkap dari dinamika blog itu sendiri.
btw, aduh, tolong jangan terlalu memuji, karena ada dua hal negatif dari pujian, yang pertama menjadikan beban mental dan yang kedua adalah menjadi jumawa.
sedangkan saya mungkin malah kebebanan mental jika tulisan yang asal lontar ini ternyata diapresiasi, sedangkan beberapa tulisan yang penuh menggeh2 prosesnya, ternyata terlewat biasa saja. saya pikir memang kadang dunia ini tidak adil
just my curhat
Juni 19, 2009 at 5:42 pm
idiologiku tetep sowoeng bos
Juni 19, 2009 at 5:59 pm
huebaaaaaat.. soewoeng… bener bener soewoeng.. kok avatarnya lucuuuuuu buanget yaaaa mas soewoeng
Salam Sayang
Juni 20, 2009 at 8:39 pm
soewoeng emang hebat, kangboed…
ideologinya adalah soewoeng sinoewoeng
Juni 19, 2009 at 6:06 pm
Weleh weleeeeeeh.. bahasa kereeeeenxzzz amat yaaaaa.. ideologi negara… hihihi.. *sambil mikir*.. lalu ideologi saya apaaan yaaa.. binguuung.. pulang.. kliyengan… dasar OON surOON… pokoke engga lupa… salamnya
Salam Sayang
Salam Rindu untukmu..
Juni 20, 2009 at 8:42 pm
@kangboed
tenang saja kangboed
ideologi kangboed sudah jelas, yaitu ….
eh apa ya…
emang bingung ya
mungkin kalo limbad adalah fakir magic, berarti ideologi kangboed adalah fakir puisis…
Juni 22, 2009 at 3:30 pm
fakir miskin dan anak terlantar dipelihara oleh negara… hahahaha… fakir sifat hamba… yang ada hanya Gusti ALLAH.. melangkah keluar karena mencintaiNYA…
Salam Sayang
Juni 19, 2009 at 7:11 pm
Selamat malam Wisnu, saya sempat campur aduk rasanya berjalan-jalan di blognya, khususnya untuk artikel ini, berbicara Ideologi Capres sampai dengan Ideologi Ngeblog. Tapi semuanya Sah …sah saja wong namanya liberal, sok sosialis he… he.. Tapi satu hal yang menarik ulasannya luas dan mendalam dan saya suka bacanya karena harus muter…. dulu baru mudeng, that its Okay, Inilah yang namanya Neolib+sosialis+liberalis, Klu Blog saya masuk yang mana ya ? Tolong Wisnu Evaluasi ya ? Terima kasih postingan yang bagus, Sukses untuk anda. agnes sekar
Juni 22, 2009 at 8:21 am
@agnes
makasih agnes utk apresiasinya, meskipun diriku sendiri masih berpandangan adanya banyak kekurangan dalam ulasan. luas mungkin iya karena asal tembak sana sini, sedangkan mendalam, wah mungkin ini yang aku perlu belajar banyak dari para blogger, termasuk blog kamu.
ok, bw ke sana pasti, tapi utk evaluasi, walah diriku bukan juri votelock
Juni 19, 2009 at 9:06 pm
Ha-Ha-Ha
blog saya:
dulu saya menyaring dulu setiap komentar yang masuk, tapi sekarang saya udah membebaskan fungsi penyaring itu, dikarenakan saya pikir: terima dulu komentar orang, selebihnya kalau itu kurang berkenan bisa di kirim ke spam.
dan apa yaaa… ya gitu deh.. hihihi..
beberapa komentar bilang, very nice.. very good.. ntahlah saya sendiri juga bingung dari sisi mana gitu.. hihihi.
Juni 22, 2009 at 8:27 am
@huang
bener, om.
kalo dari pengamatanku, blog2 yang dulunya pake moderasi, sekarang membebaskan komen yang masuk. dari sisi komentator sendiri lebih suka postingnya langsung terpampang, ndak perlu nunggu moderasi yang entah kapan akan dieksekusi.
diriku selalu positive thinking bahwa komen apapun tetap menunjukkan apresiasi terhadap blog kita, hanya memang kemampuan mengungkapkan isi hati dari tiap blogger berbeda-beda.
btw, aku sudah bw ke sana, tapi mo komen apa masih bingung. hwahaha…
nti ke sana lagi deh.
Juni 25, 2009 at 1:29 pm
he-he
bang noe, gak usah terlalu dibingungin. Saya udah cukup puas kalo ada yang kunjungin. Dulu sempat down dg masalah komentator, tapi setelah aku pikir, itu kayaknya udah gak jadi masalah lagi lah..
yang penting tetep bisa ngeblog, hal yang menurut orang itu gak penting, tapi penting bagi aku untuk di dokumentasiin dlm blogku.
Juni 19, 2009 at 11:10 pm
hahaha … lucu … btw “hit” tu apa sih?
Juni 19, 2009 at 11:53 pm
kreatif banget sampean mas…. tak kirain tadi mau ngulas masalah capres, eh.. larinya ke aliran blog..
saya gak tau juga aliran blog saya apa..
mungkin aliran SUNJEP…. Sukur NJeplak… hehehe..
bagus mas.. penuh inspirasi..
Juni 20, 2009 at 12:50 am
waduh
ku bingung nehhh
blogku termasuk ideologi yg mana ya????
Juni 20, 2009 at 10:14 am
wah.. blog saya “ngasalis” mungkin ya?
Juni 20, 2009 at 2:44 pm
hehehe.. iya blog aku ideologinya ngasaaaall cuap cuap.. hehehe
Salam Sayang sooob
Juni 20, 2009 at 3:15 pm
Tidak terlalu terbebani dengan ideologi2. Lha wong cuma blog pribadi, hehe
Juni 20, 2009 at 5:00 pm
masuk odeologi yg mana yah… ngga bisa jawab deh… soal nya tak beraturan,,,
Juni 21, 2009 at 5:01 pm
jelas dan pasti aku liberalis!! wakkakakkakakk!!! Nice post <—– *komeng liberalis masokis n gak kreatif* wakkkakakkak!!
seneng kang moco tulisanmu!!
Juni 22, 2009 at 8:33 am
@rekan blogger yang lain

sodaraku semua…
thanks utk atensinya
nadya : hit itu kunjungan atau orang yang masuk ke blog/ situs
kucrit : njeplak kok disukurin, lho… ckckck…
rusabawean + wahyuwasaka : ideologinya adalah antiideologi, betul ?
morishige : nah tuh, dicontoh kangboed ideologinya
didta : betul, yang penting ekspresikan aksimu… blogger
senoaji : jiahaha… sesama liberal dilarang saling mendahului
Juni 22, 2009 at 10:55 am
Lha..blogku ideologinya apaan yak? bingung aku mas…Atheis ada gak tuh ?
Juni 22, 2009 at 11:35 am
wah ada ya ideologi dalam ngeblog,,tak tau saya,,hehe”
Juni 22, 2009 at 2:02 pm
datang lagi , setiap blogger memang punya ideologi dan itu bagus . agar menulisnya lebih terarah dan setiap visi dan misi harus tetap di hargai. ini menjadi khasanah perbloggeran
selamat siang moga .hari yang meyenangkan. kalo belum makan datang ya
Juni 22, 2009 at 2:35 pm
berkunzung
ngopi2 duloooo
Juni 22, 2009 at 2:56 pm
halu om..
mohon maaf lama tidak berkunjung. sedang mempersiapkan ijab kabul. hehe..
waah.. blog sampeyan sekarang sudah berkembang nan tenar. komennya saja sudah ndak sanggup dihitung dg dua tangan plus kaki ini. saluut.. semoga masih berkenan menerima sapaan dari saya. haha..
Tulisan sampeyan seperti biasa, menarik..
dari beberapa ideologi yg sampeyan ‘ngomyang’-kan, sepertinya saya masuk blogger ber-ideologi kutu kupret (haha.. paling suka istilah ini, meski sampe sekarang ndak tau apa artine ‘kupret’..), Ngeblog hanya jika sempat, iseng pas kurang kerjaan. haha..
Sukses om Noe..
Juni 24, 2009 at 9:45 am
@ om wahyu
sesama kutu kupret dilarang saling merasa tidak berkenan.
diriku ga komentar banyak
just 2 say : welkambek my bro…
Juni 22, 2009 at 3:07 pm
zemangat sore sahabat, hmmm klo blog uni masuk ke kategori apa ya? jadi bingung, bisa bantu kira2 ideologi jenis apa ya tentang tulisan2ku di blog? makasi
Juni 22, 2009 at 3:31 pm
Kompor.. kompoooor… kompoooor.. niru mas Wandi thok.. apdeeeeeeeeeet…
Salam Sayang
Juni 22, 2009 at 6:46 pm
aduuhh.. repot kalo udah bicara soal ideologi..
Juni 22, 2009 at 11:40 pm
pertahankan terus sarapnya…
soalnya kalau lagi sarap, postingannya cemerlang banget…
wakakakakak…
**sambil terus mikir blogku mlebu sing endi yooo…**
Juni 23, 2009 at 3:16 pm
mas,coba tengok blog saya,kira-kira ideologinya apa ya?
Juni 23, 2009 at 7:00 pm
Just say helooooooooo im peaceeeeeeeeeeeee.. slankers
Salam Sayang
Juni 23, 2009 at 10:45 pm
oya, nih aku terusin award2 berikut buatmu …. silakan diterima kalo mau
happy blogging
http://nadya.wordpress.com/2009/06/23/dapet-award-dari-faza/
Juni 24, 2009 at 9:34 am
[...] datang ke rumah mayaku menunjukkan peningkatan yang signifikan. Terlebih saat posting terakhirku Ideologi Blog yang sangat kencang hitnya dalam sejarah perngebloganku. Ini terbukti dengan tercantumnya blogku [...]
Juni 24, 2009 at 1:34 pm
ternyata sulit juga utk menentukan blog sendiri masuk jenis ideologi mana pada jenis2 ideologi di tulisan ini…
sepertinya diperlukan pihak yg independen, semacam badan, lembaga, atau apalah namanya untuk mengkalisifikasi / menstandarisasi blog2 yg beredar masuk jenis ideologi yang mana … (imajinasi, mimpi –» mode on)
kalo sy inginnya lintas ideologi saja, biar indah kayak rainboW.. hehe…
_salam anget_
Juni 25, 2009 at 1:50 am
jadi kepikiran.. ideologi blog aku apaan yaks? slain yang tertulis diatas, ada alternatip lain gak ya? hehehe..
Juni 26, 2009 at 9:49 pm
bagus sekali mas ideologi blog menurut orang teknik. lho kok sama. jadi bingung ideologi blogku apa ya?
setelah saya pikir. ideologi blogku tergantung mood ternyata. kadang feodalis, kadang liberalis, kadang sosialis, kadang marhaenis.
waduh saya jadi mikir lagi, tujuanku ngeblog apa ya?
Juli 3, 2009 at 9:21 am
Ulasan yang menarik, saya sendiri nggak tau termasuk ideologi apa. Terkadang saya menulis cuma menggikuti mood, kalo lagi pengen serius bisa bikin tulisan berideologi feodalis, tapi seringnya nyampahis
. hehehe, salam kenal ya, nice article *two thumbs up*
Juli 6, 2009 at 2:54 pm
saya baru sadar kalo ngeblog tanpa ideologi
salam !
Juli 6, 2009 at 6:30 pm
wow.. postingane siip…
aku yo ga tau ideologiku apa.. yang penting ngeblog!
salam kenal mas
Juli 9, 2009 at 10:15 pm
Lho kok komen baruku muncul di atas? Kok balasin komen orang? Rada ribet sih nih, pake opera mini.. :p, ralat komen d atas, aku pertama ngeblog mei, juni mampir sini..