Bosan u/ Bosan

Tidak bisa pulang minggu ini. Tidak bisa minggu ini pulang.

Minggu ini tidak bisa pulang. Minggu ini pulang tidak bisa.

Pulang tidak bisa minggu ini. Pulang minggu ini tidak bisa.

Event dadakan yang digelar di akhir minggu memunculkan panggilan jiwa untuk ikut menyukseskannya, meski dengan setengah rasa. Percobaan dengan menggandeng event organizer serta nyamuk pers tidak serta merta bisa menghilangkan tanggung jawab ini. Karena niat awalnya yang ingin mebebaskan diri dari kerja gotong-royong ini jelas salah secara prinsip.

Persiapan yang mepet sebagai gambaran manajemen panik modern harus disikapi dengan legowo oleh cecurut macam aku beserta sebangsaku di sebagian lain tempat. Legowo untuk menerima umpan top down apa adanya, hingga menunggu realisasi, untuk kemudian mengeksekusinya.

Menunggu adalah pekerjaan yang paling membosankan. Entah dari mana petuah ini berasal.

Bisa dianggap salah satu petuah yang paling sahih, sehingga dengan mudah diaplikasikan ke setiap konteks kegiatan.

Aku sendiri tidak terlalu setuju dengan petuah ini. Ada dua hal utama, yaitu :

1. aku suka memancing.

2. orang yang membuat petuah ini kemungkinan besar tidak pernah merasakan indahnya masa pacaran, menstabilkan jantung yang berdetak dalam skala richter saat menunggu dia untuk ketemuan.

Namun aku tidak bisa menyalahkan petuah ini juga, mengingat sekarang ini kondisi bosan sedang terjadi saat menunggu kepastian distribusi material untuk event ini.

Duduk termenung di trotoar yang bau pesing dengan celana kerja katun dan baju koko sisa jumatan siang tadi, membuatku terlihat aneh di antara hiruk pikuk pasar tradisional. Mirip-mirip koperboi saat berada di tengah-tengah wong ndeso dalam reality show yang sedang booming. Nggantenge pol.

Tapi sayangnya sekarang malam hari agak gelap. Jadi tidak kelihatan nggantenge.

Silwar-sliwer, wira-wiri, hilir mudik sekian banyak manusia dari tadi tidak ada habisnya. Beberapa yang berjalan pelan ada yang menoleh dan sedikit mengangguk ketika melewatiku. Mungkin mengiyakan kenggantenganku. Nggak ada yang lain. Pasti.

Sebagian lagi dengan cueknya melintas di depanku tanpa tata krama, padahal mereka tahu bahwa trotoar itu sempit dan ada aku duduk di sana. Mungkin karena kalah ngganteng sehingga ingin cepat-cepat menjauh dariku. Nggak ada yang lain. Pasti itu.

Sisanya yang lain sama sekali tidak bersinggungan dengan aktivitasku duduk di sini. Bisa jadi mereka ingin lewat trotoar ini tetapi karena ada orang ngganteng, mereka membatalkan niatnya karena khawatir terpesona. Nggak ada yang lain. Pasti juga.

Bosan baca tulisan ini? Jika iya, berarti aku mempunyai teman untuk bosan.

Salahkah aku memfokuskan semua hal di sekelilingku dengan kenggantenganku?

Bisa iya bisa tidak. Aku cuma mengikuti etika manajemen agar memfokuskan semua aktivitas untuk tujuan dan target yang telah ditetapkan. Salah satunya yaitu dengan melihat lingkungan sekitar dari sisi tujuan kemudian mencoba mengkaitkan mengaitkan apakah aktivitas lingkungan itu ada hubungannya dengan tujuan itu. Ambil data dengan dasar itu, olah, simpulkan, dst. Maka dengan demikian strategi untuk tujuan telah tercapai.

Nah, sekarang aku fokus dengan persepsiku sendiri bahwa diriku ngganteng buangete pol. Segala yang bersinggungan langsung maupun tidak langsung pun otomatis akan aku kaitkan ada berhubungan dengan kenggantenganku. Terserah motivasi yang mendasari orang lain untuk beraktivitas masing-masing, toh masih sah-sah saja jika aku mengambil data atas dasar dari persepsi diriku ngganteng, mengolahnya, dan mengambil kesimpulan.

Selain itu juga karena aku, hanya mengikuti manajemen, yang tidak punya niat nyali sebagai surveyor yang bergerak dari sisi lingkungan sebagai dasar dari pengambilan data apakah aku ngganteng atau tidak, meskipun ada jobdes yang dibebankan untuk pekerjaan itu.

Kesimpulan itu yang membuatku diriku beranjak dari trotoar, pulang, masuk kamar, goyang-goyangin mouse, dan menulis blog ini. Tidak mungkin aku salah menyimpulkan karena punya landasan praktis manajemen modern.

 

bosan&kemrungsung

Explore posts in the same categories: Ngomyang

Tag: , , ,

You can comment below, or link to this permanent URL from your own site.

6 Komentar pada “Bosan u/ Bosan”

  1. firman Says:

    usaha install depot air minum, wis …
    area Jobatabek,
    Alhamdulillah bisa bantu keluarga yg belum punya pekerjaan
    berminat ?

  2. wahyu Says:

    malam-malam duduk sendiri di troatoar pasar pake baju koko sisa jumatan (mesti belum mandi) ngaku-ngaku ganteng..
    Untung gak di kira wong stress mas.. :))

    oh ya, comment dah di setting ulang. makasih pemberitahuannya.

    ——————–

    weih kok jeli banget sih ya. ketauan ndak mandinya😀

  3. Nana Says:

    hmmm…. ternyata narxis itu emang indah ya..😉 hehehe..

    ——————

    betul, sis
    biasanya sebagai pelarian dari rasa bosan, mengagumi diri sendiri to?

  4. Ka Says:

    mas..mas…kok yo betah lungguh neng nggok pesingan??? opo karena bau pesingnya tertutupi dengan kenarxisanmu, mas? parah…:D mbokyo golek sing resik tur seger lho.. pak menejer je…******* hehehe piz, brow..
    MInggu ini bisa pulang kan?? udah ga bosen lagi??? hehehe

    ———————–

    cuma mau mencoba apakah kepesingan itu bisa menutupi rasa jengah, bosen, cape, dll. ternyata tidak bisa.
    minggu ini sih harus pulang dunk. kemarin jg akhirnya pulang tp cuma sehari tok. pake acara troble lagi mobilnya.

  5. santi Says:

    teteup : njelehi…. kit durung Idul Fitri, sampai sekarang udah mau Idul Adha, rung ono shoutbooooooox ? Halah

    ———————–

    teteup teu tiasa. artikel di wp masih hangat klo shoutmiga bisa. tenin wis…
    si pirman pake ajax. jelas aku ga bisa. aku kan pendukung psv.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: