Irrasional Rasional

Enam milyar manusia bernyawa yang hidup di muka bumi ini terbagi atas banyak negara, faham, kelompok, golongan, kelas, dan lain sebagainya. Dari tiap bagian ini tidak serta merta mereka bisa homogen satu dengan yang lainnya, hingga akhirnya terhenti sampai sub-bagian terkecil yaitu individu masing-masing manusia. Individu itu unik. Karena itulah tidak pernah ada kesamaan genetik yang ditemukan antara satu individu dengan individu lainnya. Artinya, entah bagaimana sistem penyusunnya, ada enam milyar tipikal makhluk hidup berakal yang mempunyai karakteristik masing-masing. Penjelasan yang sama susahnya ketika evolusionis tidak atau belum bisa menjelaskan proses kebetulan yang tiba-tiba dengan persamaan tingkat kesulitan sebuah pembuatan pesawat jumbo jet dengan jutaan komponennya yang tersusun dengan sebuah sapuan angin ribut.

Dari teori kesetimbangan alam, jika di satu sisi ada kesulitan, selalu saja ada kemudahan di satu sisi yang lainnya. Kerumitan atas berbedanya enam milyar penduduk bumi seharusnya bisa dipahami juga sebagai satu simpulan sederhana bahwa tidak mungkin adanya penyatuan atas mereka dengan dasar apapun. Sekelompok manusia boleh saja mengatasnamakan tuhannya ketika mencoba mencari simpati atas tujuan yang mulia, atau dengan dasar kemanusiaan yang lain dengan tujuan yang sama, namun kadangkala ketika simpati itu tidak membuahkan hasil, tingkatan proses penyatuan itu menjadi lebih cenderung ke pemaksaan kehendak.

Sandiwara-sandiwara yang telah terjadi di panggung opera sabun negeri ini sudah cukup menunjukkan ketidakmampuan para pembawa pesan dari berbagai golongan itu atas misi yang disandangnya, sehingga menimbulkan berbagai konflik dengan golongan lain. Hukum alam yang paling sederhana ini kemungkinan besar tidak pernah dipegang oleh para pembawa pesan dari masing-masing kerajaannya. Tentang bagaimana keunikan itu yang membuat manusia tumbuh dinamis dengan kemajuan akalnya meskipun disertai kemunduran moralnya.

Tidaklah rasional jika memimpikan semua keunikan harus bisa berpikir sama dengannya.

Sama tidak rasionalnya jika menganggap semua orang tidak berpikir sama dengannya.

Apalagi jika ketidakrasionalan itu diwujudkan dalam satu tindakan yang tidak rasional juga. Umum justru akan mempertanyakan kerasionalan ajarannya itu, yang berarti akan mempersempit ruang gerak para pembawa pesan itu.

Satu-satunya yang rasional adalah jika ketidakrasionalan itu mempunyai justifikasi di dalam pesan-pesan mahabenar yang dibawanya. Jika memang ini adanya, sampai dengan langit berdampit lagi dengan bumi, manusia terpaksa harus berjalan di atas liku-liku ranjau yang dibuatnya sendiri.

Salam hormat dan caci maki kepada pahlawan dan atau penjahat dan atau teroris dan atau syuhada : Amrozi, Mukhlas, dan Imam Samudera.

 

Rest in Peace

Explore posts in the same categories: Satire

Tag: , , , , , , , ,

You can comment below, or link to this permanent URL from your own site.

3 Komentar pada “Irrasional Rasional”

  1. wahyu Says:

    Mas Wisnu ini memang orang yang terxxxxxt. meski tidak suka namun tetap mendoakan mereka.

    yah..
    semoga rest in peace..

    wah, helmet saya jadi ndak cukup.
    om wahyu ki senengane sanjung sinanjung. jadinya ta’ edit dikit ya. bukankah bisa berarti sebaliknya, bahwa diriku seperti politisi busuk lainnya yg berlaku bak pahlawan kesiangan. tempel sana tempel sini tergantung arah angin. hehhe… syukurnya ndaklah, just my opinion aja.


  2. jadi ?
    dukung atau tolak UU porno nih ?
    sama juga kan ?

    krn kebebasan esensi dr hidup manusia itu sendiri
    jd biarkan benar-salah ideologi di vonis oleh NYA
    pada saatnya nanti

    wah, klo pornografi mah bukan kompetensi aku, man.
    klo emang dasar orangnya omes, mau objeknya berpenampilan & berkelakuan apa aja, ya pikirannya tetap mesum.
    nti ta’ pelajari dulu, terus tulis di sini deh. klo sempet… masih stuck nih.

  3. D Says:

    Kang Firman di sini di sana heboh sama UU Parnografi terus nih.. jadi curiga ada apa ya kok kayak kebakaran jenggot…😛 OOt yah.

    aku juga jadi curiga
    kang pirman ke sana sini kok ya diikutin terus
    hayooo…


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: