Nyontreng

Diriku sering bermimpi terbang. Menggelayut angin, menerobos ranting pepohonan, lintasan kawat listrik tegangan tinggi, atau sekedar berayun rendah dari pintu satu masuk ke pintu yang lain. Hanya pikiran yang bisa mengendalikan lajuku untuk senada dengan benda-benda keras yang bisa mencederai tubuh jika aku tidak hati-hati.

Akan halnya kenihilanku di dunia maya hampir sebulan ini juga lantaran wangsit yang ada dalam pikiranku menginstruksikan aku untuk absen barang sejenak, melupakan jaringan mayaku beserta derivasinya, untuk sekedar menatap dan mengeksekusi gejolak kehidupan di lingkaran nyata. Alhasil, memang, tidak satu kali klik-pun pernah aku lakukan untuk sekedar menengok nuansanya.

Saat ini, suara hiruk pikuk manusia-manusia terpilih tampak sedang sibuk dengan jobdesnya masing-masing, membangkitkan nafsuku untuk mencoba login ke dunia ini lagi. Deg-degan. Asli, deg-degan. Seperti apa tampangnya. WP, FB, FS, Blogspot, email, dll, dengan mayoritas harus reset password😦. Hmmm… tidak beda jauh-jauh amit dengan yang dulu. Hanya sekian tumpuk pesan yang jumlahnya bejibun memenuhi kuota akunku.

Selayang pandang tentang keriuhan yang terdengar capek itu, beberapa orang yang tampaknya sakti, mampu menggerakkan manusia-manusia lainnya cukup dengan tunjukan jarinya. Sementara beberapa kelompok tampak tenggelam dengan aktivitasnya masing-masing di sela gerimisnya malam ini. Semuanya demi acara yang akan digelar besok pagi, yaitu Pemilu Legislatif 2009.

Sedikit flashback ke belakang. Beberapa waktu lalu, dengan sedikit usaha dengan agak susah payah untuk mengoleksi informasi, tentang partai atau calegnya, sedikit harapan membuncah manakala dari sekian ribu deretan nama pahlawan wong cilik, akhirnya mengerucut beberapa nama saja. Juga partai, keyakinanku akan pencontrengan terhadap partai yang akan kupilih sudah mencapai klimaksnya hingga membangkitkan libido.

Namun, sampai detik ini, keyakinan dan semangatku untuk mencontreng ternyata tidak diimbangi oleh kemampuan teknis manusia-manusia terpilih yang menyiapkan ubo rampe pestanya besok. Atau bisa jadi justru kepandaian tingkat tinggi politisi busuk yang berhasil disusupkan ke dalam jantung aktivitas penyiapan pesta ini.

Tiada Daftar Pemilih Tetap di manapun di negeri ini yang mencantumkan namaku. Kucoba mengkomparasikan dengan beberapa kolegaku tentang kondisi ini. Well, agak menghibur hatiku, namun juga membuat miris nuraniku manakala seratus persen dari beberapa kolegaku juga tidak terdaftar namanya di tempat mereka berdomisili. Ada yang masih terdaftar di tempat KTP lamanya, beberapa lainnya tidak terdaftar sama sekali.

Hari ini aku baca di media, sang juragan panitia mengatakan bahwa tidak ada alasan pemilu diundur, data DPT sudah valid. Mungkin diriku dan beberapa kolegaku hanya sepersekian koma sepersekian koma sepersekian persen dari total nama di DPT, sehingga secara uji statistik hal ini tidak berpengaruh.

Namun pernyataan ‘valid’ ini sungguh sangat menyayat pikiranku.

Sejauh ini belum ada publik figur baik itu pejabat, artis, pengusaha, atau profesi publik figur lainnya, yang bisa mempengaruhi bioemosionalku secara langsung.

Sejarah itu terpecahkan mitosnya di detik ini, yang membuatku termangu menatap hilir mudik manusia-manusia terpilih yang sedang menyiapkan pesta besok sambil sekedar corat-coret di sini, di delenger.

Well, live must go on. Semoga tidak ada gangguan jaringan data di KPU ini khususnya, dan nasional umumnya. Atau tiang gantungan menantiku.

.
Salam
.
.

KUPD,20090408
yangtersisihjauhdaridomisili

Explore posts in the same categories: Ngomyang

Tag: , , , , , ,

You can comment below, or link to this permanent URL from your own site.

6 Komentar pada “Nyontreng”

  1. Kevin Heryadi Says:

    Ingat, besok semua datang ke TPS buat nyontreng (nyontreng=????, bahasa yang asing bukan).

    Kunjungi blog saya ya, masih pemula, lagi cari teman baru

  2. ~noe~ Says:

    hi, kevin.
    kamu tidak meninggalkan link. bagaimana cara berkunjungnya🙂

  3. budinov Says:

    kesemrawutan persiapan pemilu memang sudah sampai pada level mengganggu. banyak orang2 senasib seperti sampeyan mas.

    mereka antusias ingin memberi peran dalam pesta yang sangat menentukan nasib bangsa ini. namun harus kecewa karena tidak tercatat dalam DPT. merasa tersisih dan tidak diakui manakala para tetangga dan lainnya berduyun2 pergi ke TPS sementara diri ini hanya menonton dan merasa tidak dilibatkan.

    Pa kabar om, kemana aja???

    kabar baik, om
    iya, minimal untuk yg tidak sedang di tempat domisili dipermudah lagi prosesnya. mudah2an pilpres sudah lebih bagus.
    tks udah mampir, btw linknya kok ndak ada ya.

  4. wahyu Says:

    maaf om, saya lupa sign out wordpressnya teman.
    jadi masih id dia.
    hihi.. wis tue, maklum..🙂

    i

    d dia:-/
    curigation nih…😀

  5. D Says:

    Kita senasib dong… bener-bener ga penting deh! Abis sebel sih..

    diambil lucunya aja, d.
    mpe hari ke tujuh penghitungan suara ini, baru masuk 7.95% dari total tps di kabupaten ini. mana yg entry cuma dua orang yg tidak bisa meninggalkan kerjaan rutin di dinas (mungkin diperbantukan kali).
    emang ga penting bener pemilu ini kali…

  6. Arie Says:

    Akhirnye delenger ga jadi klenger…:P

    almost
    tanpa hadirnya orang2 maya terdekat😀
    tks rie


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: