Hasil Pemilu Legislatif 2009 Rimba Raya

Pemilu Legislatif 2009 telah berlalu. Berdasarkan perhitungan KPU yang akhirnya selesai tanggal 9 Mei malam ini, akhirnya ada 9 partai yang layak menduduki parlemen di negeri rimba raya ini.

Setelah menimbang dan seterusnya, membaca dan seterusnya, memutuskan dan seterusnya…siapa, apa, dan mengapa mereka bisa memperoleh kursi di parlemen, kita ikuti evaluasi singkat dari pengamat perpolitikan negeri rimba raya ini.

Berikut urutan perolehan suara terbanyak hasil pemilu legislatif 2009 rimba raya :

1. Partai Domba
Perolehan suara : 21.703.137 suara (20,85 persen)

pd

Domba atau wedhus gembel atau wedhus brujul mempunyai bulu yang lucu menggemaskan. Kriwil-kriwil menggairahkan. Bulu sebagai representasi penampilan partai ini sangat enak dipandang mata. Domba hanya sesekali mengembik jika perlu dan lebih banyak bergerak diam-diam mencari rumput sambil memamah biak.

Partai ini berhasil mengumpulkan suara terbanyak karena penampilannya itu. Tebar pesona, kata salah satu elit politik partai lain. Bulu domba yang tebal dan indah memang mampu menghipnotis rakyat awam rimba raya yang buta politik untuk memilihnya sebagai partai pembawa aspirasi mereka.

Hal yang perlu dicermati adalah siapa sesungguhnya yang berada di balik bulu domba itu, karena dari pengawakannya dapat disimpulkan bahwa partai ini banyak menampung militer afkiran dan petualang politik dari partai lain. Namun partai ini berhasil meredam isu atau berita miring tentang kadernya.

Kesimpulan : partai ini berhasil menduduki ranking satu sekaligus memperoleh kenaikan suara tiga kali lipat dibanding sebelumnya dengan modal bulunya yang indah. Tidak pernah ada ulasan khusus yang negatif tentang pembesar-pembesar partai ini, selain dari pembahasan bulunya yang indah.

2. Partai Gajah OLeng KARatan
Perolehan suara : 15.037.757 suara (14,45 persen)

golkar

Partai gajah ini menunjukkan tanda-tanda oleng bahkan sebelum pemilu digelar. Para pemimpin gajah sudah mulai bermanuver demi kemenangan partai, meskipun manuver itu terkesan berjalan sendiri-sendiri tergantung individu pemimpinnya.

Komunitas gajah yang seharusnya hanya mempunyai satu pemimpin untuk menjadi panutan tidak tampak di dalam partai ini. Banyak senior yang merasa menjadi pemimpin meskipun secara struktural dia tidak mempunyai pengaruh besar. Di antara mereka itu ada gajah kumis tipis, gajah brewok, gajah belalai besar, atau gajah raja. Mereka saling mencoba menarik massa gajah sesuai keinginan masing-masing.

Akibatnya terlihat pada saat kampanye, promosi mereka seolah dipaksakan tampil di media tanpa perencanaan yang matang. Isu-isu yang diharapkan bisa diangkat oleh partai ini sudah didahului oleh partai domba. Akibatnya mereka bertambah oleng karena keegoisan domba dalam mengklaim hasil kerja barengnya.

Beberapa gajah yang tidak nyaman dengan kondisi ini akhirnya membelot dan membentuk partai sendiri. Ada juga yang masuk menjadi kader partai domba. Namun demikian, meskipun banyak gajah yang pergi, gajah-gajah incumbent di dalam partai ini tidak pernah mawas diri dengan tetap jumawa bahwa badan mereka yang besar adalah modal nomer satu untuk pemilu.

Tatkala perolehan suaranya menurun, gajah-gajah ini oleng ke sana ke mari sekedar untuk mencari tempat di pemerintahan sebagai batu loncatan pengembalian modal yang telah dikeluarkan dalam kampanye pemilu.

Kesimpulan : turunnya perolehan suara partai gajah terkait dengan tidak adanya satu gajah pemimpin yang bisa menjadi panutan dan hengkangnya para petinggi gajah ke partai lain. Hal ini menyebabkan program pemilu kali ini menjadi tidak komprehensif (hopooo kuwi…).

3. Partai Dubuk Item Pendendam
Perolehan suara : 14.600.091 suara (14,03 persen)

pdip

Sebelum masuk ke evaluasi perolehan suara partai ini, ada baiknya kita mengetahui lebih dalam pola kehidupan komunitas dubuk ini.

Dubuk atau hyena adalah salah satu hewan yang paling opportunitis di dunia rimba. Cara kawanan dubuk berburu bisa sangat halus namun bisa juga sangat brutal. Mereka memangsa hewan hidup, namun juga suka memakan bangkai yang sudah busuk. Binatang mangsanya kebanyakan mati karena jijay, gilo, atau geleuh, karena dubuk tidak punya senjata mematikan atau tidak mengerti bagian tubuh mana yang seharusnya digigit untuk mematikan mangsanya. Mangsa akan mati pelan-pelan dengan kesakitan yang luar biasa karena dicabik-cabik tidak tentu arah, mulai dari kaki, perut, kepala, dan apapun yang bisa digigit.

Bahkan di suatu gurun, seekor singa pun akan pergi meninggalkan hasil buruannya ketika melihat satu ekor dubuk menatapnya di kejauhan. Rasa jijay singa terhadap dubuk mengalahkan rasa laparnya. Namun di suatu gurun yang lain, dubuk begitu pengecutnya terhadap singa, sehingga berhadapan dengan bangkai singa yang siap dimakan pun mereka tidak berani karena mereka masih membaui ada singa di situ. Ya bau bangkai singa itu sendiri.

Cara berburu komunitas dubuk yang selalu beramai-ramai seolah ingin menunjukkan ke rimba raya ini bahwa komunitas merekalah yang paling banyak pengikutnya.

Di dalam komunitas dubuk sendiri aturan feodal sangat keras ditetapkan. Pemimpin komunitas dubuk adalah betina dominan. Kasta berikutnya adalah betina lainnya sesuai kedominanannya masing-masing. Para pejantan mempunyai kasta terendah bahkan lebih rendah dibandingkan dengan anak dari betina pemimpin dubuk.

Suksesi kekuasaan sudah ditentukan sejak sebelum pemimpin baru lahir, yaitu anak dari betina pemimpin sekarang. Tidak ada yang berani memprotes hukum komunitas ini termasuk para pejantannya.

Para pejantan dubuk -yang tercerahkan- merasa tidak puas dengan sistem suksesi partai ini hingga akhirnya mereka hengkang. Mereka berpikir sistem suksesi seperti ini tidak sesuai dengan perkembangan politik sekarang. Rata-rata para pejantan yang pergi merupakan kader dubuk yang loyal dan dibangun sejak lama. Tentu saja kepergian mereka membawa serta konstituen bakal pemilihnya nanti.

Kondisi lainnya adalah satu sikap betina dominan yang cenderung pendendam dalam banyak hal. Setiap perbedaan pendapat dengan kadernya hampir selalu diakhiri pemecatan kader yang vokal itu. Namun di sisi lain, terkadang komunitas dubuk ini justru berkongsi dengan musuh-musuh politiknya dulu yang secara kasat mata mempunyai dosa besar kepada komunitas dubuk.

Hal yang menarik lainnya adalah pejantan pasangan dari betina dominan kerap kali melanggar kode etik partai dengan memposisikan diri sebagai kasta yang tertinggi. Hal ini sangat mengganggu kestabilan organisasi Partai Dubuk karena meskipun penjantan itu adalah pasangan dari betina dominan, kasta pejantan tetap di bawah para betina dan keturunannya.

Kesimpulan : ada tiga hal dalam tiga paragraf terakhir yang mungkin menjadi penyebab utama turunnya perolehan suara Partai Dubuk ini.

4. Partai Komunitas Serigala
Perolehan suara : 8.206.955 suara (7,88 persen)

pks

Inilah partai dengan segala eksklusivitasnya tersendiri. Selain Partai Domba, partai ini memperoleh kenaikan suara meskipun tidak signifikan. Kenaikan suara ini jauh di bawah apa yang diprediksikan semula.

Beberapa isu yang terkait dengan kelakuan serigala, dengan segala keseraman dan kengeriannya cukup menghambat lajunya kenaikan suara partai ini. Beberapa isu mengaitkan aktivitas para serigala yang agak melenceng dari adab kebiasaan jenis serigala lain, meskipun lolongannya masih sama. Ada juga yang was-was jika komunitas partai ini membawa misi rahasia dari serigala timur tengah untuk mengubah bentuk negeri rimba raya ini.

Meskipun isu itu sudah dibantah berulangkali, namun ekses dari isu itu sedikit banyak mempengaruhi para pemilih dalam pemilu kemarin.

Namun demikian, partai ini tetap optimis ke depan karena komunitas serigala adalah salah satu komunitas yang paling solid di antara penghuni rimba raya ini. Struktur sistem kekomunitasannya sudah sedemikian mengakar sampai ke bawah. Feodalisme masih sangat kental di sini. Berbeda dengan partai Dubuk, pemimpin di sini adalah pejantan dominan. Pejantan dominan ini bisa memiliki pasangan betina lebih dari satu. Para betina ini juga bisa memposisikan diri sesuai dengan peran mereka masing-masing. Misalnya dalam pengasuhan anak, tidak selalu harus induknya yang mengasuh. Anak dari komunitas ini adalah tanggung jawab bersama, meskipun yang mengontrol adalah si induk dan mbok enomnya.

Pada prinsipnya, komunitas serigala menegaskan bahwa mereka adalah komunitas yang solid dan indah. Mereka tidak akan pernah keluar dari teritorinya jika tidak dalam keadaan tertekan. Mereka sangat menghargai komunitas lain yang berbeda pandangan selama itu tidak dilakukan di dalam teritorinya.

Sistem suksesinya juga berbeda dengan komunitas dubuk, anak pejantan dominan tidak selalu harus menjadi pemimpin. Akan ada saatnya pertarungan untuk memperebutkan kepemimpinan.

Terkait dengan sinisme penghuni rimba raya lainnya, partai serigala sudah mulai membuka diri. Mereka mencoba mencari nada dasar yang sama untuk lolongannya terhadap serigala yang lain.

Kesimpulan : kenaikan suara partai ini didongkrak oleh kekuatan komunitas intern anggota partai dalam meretensi suara lama sekaligus juga mulai membuka diri dengan komunitas lainnya yang dalam pencarian jati diri.

5. Partai Anggang-anggang Narsis
Perolehan suara : 6.254.580 suara (6,01 persen)

pan

“Hidup adalah perbuatan…”

Seluruh penghuni rimba pasti ingat akan jargon ini. Yang mereka tidak tahu adalah siapa si pengucapnya. Sesosok makhluk asing yang mak bedunduk nongol di tipi dengan narsisnya.

Sadar bahwa rakyat rimba raya ternyata tidak mengenal pemimpinnya, partai ini memanfaatkan celah dengan merekrut para selebritis yang sudah familiar nampang di tipi. Kesan yang didapat adalah partai ini fokus kepada kuantitas suara dibanding dengan kualitas kadernya (yang selebritis).

Perolehan suara partai Anggang-anggang ini sedikit menurun dari sedikit menjadi semakin sedikit. Namun jangan salah sangka, sedikitnya suara malah membuat partai ini dapat bergerak lincah dalam mencari koalisi dengan kenarsisannya sendiri.

Sifat dasar anggang-anggang adalah tenang dan mampu berpijak di atas air, baik air tenang maupun ombak samudera, baik air bersih maupun comberan. Mereka bisa bergerak cepat dengan menjejak air tanpa mengeruhkan airnya. Hal ini jika dikolaborasikan dengan sifat narsis maka akan menjadi satu jurus maut dalam perhelatan politik di rimba raya ini.

Hal ini yang sering tidak disadari oleh partai lain tentang pergerakan lincah anggang-anggang ini. Terbukti pada pemilihan pemimpin rimba raya dua periode lalu, partai ini mampu menjembatani lahirnya pemimpin versi mereka dengan menginjakkan kaki di atas partai lain tanpa partai lain itu sadar.

Sekarang ini partai Anggang-anggang terkesan tetap tenang dengan pergerakannya yang bisa jadi membuat kejutan di ending ceritanya.

Kesimpulan : stabilnya perolehan suara partai ini (meskipun agak turun) karena gaya politik partai yang tenang dan berwibawa serta pemanfaatan kader selebritis untuk meraup suara pemilih awam yang ngefans dengan selebritis itu.

6. Partai Pohon dan Pepohonan
Perolehan suara : 5.533.214 suara (5,32 persen)

Partai ini dulunya tempat menampung para politisi yang mengatasnamakan religi dan kedamaian. Istilah ‘menampung’ di sini karena partai ini dibentuk dari hasil peleburan partai yang berhaluan pohon hijau nan rimbun. Pergerakan di bawah kanopi pepohonan rimba ini cukup mempunyai pengaruh yang besar di pemerintahan pada masa lalu.

Seiring dengan berjalannya waktu, perkembangan hukum rimba yang keras membuat rimbunnya pepohonan menjadi berkurang. Pembalakan liar dan penebangan atas nama rakyat rimba turut serta mengurangi jumlah pohon yang ada. Gundulnya beberapa rimba, banjir, dan kekeringan sebagai salah satu akibatnya, ternyata tidak juga menyadarkan penghuni rimba raya dari kepongahannya.

Partai ini tidak bisa memanfaatkan isu bencana akibat kepongahan penghuni rimba raya menjadi keuntungan visi partai, yaitu agar kembali respek terhadap pandangan hidup para pepohonan ini untuk kembali ke alam.

Akhirnya, dengan sedikitnya perolehan suara, partai ini berubah dari partai pohon rimbun yang kokoh menjadi jajaran pohon yang mengikuti tiupan angin, ke mana angin akan berhembus.

7. Partai Kebo Bule
Perolehan suara : 5.146.122 suara (4,94 persen)

pkb

Perolehan suara partai ini juga menurun karena sebab-sebab yang hampir sama dengan partai pohon. Namun demikian ada penyebab utama di partai ini, yaitu hengkangnya kebo bule yang dikeramatkan oleh partai ini.

Dari sejarah pendirian partai, kebo bule merupakan sosok yang sangat dikultuskan sebagai pengayom dan penggerak partai. Kita tahu sosok kebo bule lain yang disembah-sembah di suatu daerah kerajaan rimba, yang kotoran dan air seninya diyakini bisa menyembuhkan penyakit. Yang keringatnya bisa untuk menghaluskan wajah. Eh… emang kebo berkeringat nggak ya…???

Hengkangnya kebo bule karena ditendang gudel menjadi penyebab yang sangat menentukan kehidupan partai ini ke depan, karena kebo bule mempunyai pengikut dan organisasi rimba yang sangat besar sebagai penopang partai.

Alhasil dapat ditebak jika pada pemilu kali ini perolehan suara partai ini menurun cukup drastis.

8. Partai Gagak Elang Rajawali Itik Nuri DaRA
Perolehan suara : 4,646.406 suara (4,46 persen)

gerindra

Ini adalah partai baru yang perolehan suaranya cukup lumayan. Lumayan sedikit.😀

Positioning awal partai ini sebetulnya cukup baik, meskipun partai ini merupakan kumpulan dari para militer afkir beserta petualang politik dari partai lain yang sudah kenyang makan asam garam dunia perpolitikan rimba raya.

Intinya, partai ini mengumpulkan semua jenis burung untuk bisa masuk ke dalam organisasinya.

Partai ini mempunyai jargon yang cukup bagus untuk menyentak rakyat rimba raya, yaitu jargon tentang ekonomi kerimbaan. Satu isu yang sangat sensitif dan paling ditunggu realisasinya dalam banyak hal.

Namun jargon ini menjadi kontraproduktif manakala para burung anggota partai ini hanya melihat fenomena di rimba raya ini dari atas saja. Berputar-putar tanpa pernah mau turun.

Para burung ini mengklaim bahwa merekalah yang tahu banyak tentang masalah ekonomi kerimbaan karena posisi mereka bisa mengudara dan memantau dari kejauhan.

Namun, setelah lewat beberapa tragedi di negeri rimba raya ini, yang berkaitan dengan ekonomi kerimbaan, tidak pernah ada bukti bahwa para burung itu mau turun dari udara untuk ikut langsung berpartisipasi membantu rakyat rimba yang sedang terkena bencana.

Lambat laun, citra positif yang telah dibangun di media menjadi buyar karena tidak adanya bukti nyata itu.

Hal inilah yang cukup mempengaruhi sedikitnya suara yang diperoleh, tentu saja selain dari anggota partai burung yang merupakan muka-muka lama petualang politik.

9. Partai HArimau NUsantaRA
Perolehan suara : 3.922.870 suara (3,77 persen)

hanura

Dibesarkan oleh gajah, yang namanya harimau tetap saja harimau. Karena ini adalah harimau jenderal yang mencari kawan untuk menuju ke singgasana yang -menurut dia- semestinya didudukinya. Percobaan periode lalu yang gagal tidak serta merta menghalangi niatnya untuk mencoba lagi perebutan tahta singgasana rimba raya.

Dengan membawa kawan gajah dari partai gajah dan juga harimau bawahannya saat bertugas sebagai penjaga keamanan rimba raya, harimau ini cukup optimis bertarung di pemilu kali. Meskipun dari pengamatan awal, sosok harimau jenderal ini mempunyai masa lalu yang kelabu kalau tidak bisa dibilang hitam.

Dan sudah diduga bahwa peroleh suaranya tidak akan mampu mengungguli partai lain yang sudah punya basis masa sebelumnya. Alhasil, masuk parliamentary threshold saja sudah merupakan hasil yang sangat menggembirakan.

&&&&&&&&&&&&&&&&&&

Secara umum, kesembilan partai yang lolos ke parlemen mempunyai dasar dan pandangan hidup yang sama, dengan visi dan misi yang kemungkinan juga sama, yaitu bagaimana mengembalikan modal yang telah dikeluarkan selama masa kampanye. Tidak ada bukti kuat untuk statement ini, namun dari bukti yang tidak bicara, yaitu banyaknya caleg stres akibat tidak terpilih, tidak tertutup kemungkinan bahwa anggota parlemen terpilih ini juga mempunyai masalah yang sama dengan pengembalian modal.

Hal ini menyebabkan peluang terjadinya perubahan dalam tatanan kerimbaan masih tidak begitu berbeda di banding periode sebelumnya. Evolusi tata kerimbaan masih akan berjalan lebih jauh lagi seiring dengan waktu -yang semoga bisa mendewasakan para pelakunya.

Saudara-saudara sekalian, sebangsa dan setanah air.
Kadal buntung, bangkai meong, kambing hitam, khususnya babi ngepet yang sedang flu, para burung yang hampir tersembuhkan, kucing belang, dan yang tidak bisa disebut satu persatu….

Demikianlah, evaluasi sekilas hasil pemilihan umum legislatif negeri rimba raya ini dari sehewan pengamat rimba.

Kesamaan nama, singkatan, dan tempat hanyalah ketidaksengajaan belaka tanpa ada maksud untuk memprovokasi.

ttd

wongedan rakeduman

heran, kok sempet2nya bikin tulisan kaya begini:-/

Explore posts in the same categories: Ngomyang, Satire

Tag: , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , ,

You can comment below, or link to this permanent URL from your own site.

21 Komentar pada “Hasil Pemilu Legislatif 2009 Rimba Raya”

  1. Arie Says:

    Dan herannya lagi…koq aq sempet2nya baca tulisan kaya begini sampe rampung ckckckck….😛

  2. suryaden Says:

    halah aku juga sampe rampung, dasar wongedan ra keduman, jiahaha… top tenan mbaca sambil mesam-mesem sendiri, dan ketawa ngakak abis, tanggung jawab ki perutku sampe sakit.. buahaha

  3. elrangga Says:

    Lha ini nyontreng yang mana enake???

    Ndak greng kabeh gitu kayake…🙂

  4. marsudiyanto Says:

    Kok nggak nongol kemarin2 ya…
    Kalau nongol kemarin2 kan saya contreng

  5. D Says:

    🙂 asik banget🙂 untung saja di rimba raya perebutan kekuasaannya lebih beradab karena pake ajang pemilu juga ya, ga perlu saling cakar dan cabik langsung, jadi pelanduk ga musti mati di tengah.
    Sayang partai pemenangnya yg bersuara 45 juta kelewat dibahas.

  6. ~noe~ Says:

    @arie + suryaden
    trims berat
    satu kebanggaan bagiku dirimu bisa menyelesaikan pembacaannya.

    @elrangga
    lha ini kan hasilnya, jadi ndak perlu nyontreng lagi

    @pakdhe
    kalo nongolnya sebelum pemilu nanti dikira subversif😀

    @d
    sebenarnya yang 45juta ini bingung, binatangnya apa. apa maunya dan apa fungsinya:D
    jadi masih terlalu dini pembahasannya jika tanpa studi kasus yang detil…

    tks 4 all

  7. cenya95 Says:

    ini mah pemilu… di kebon binatang.
    salam superhangat.

  8. senoaji Says:

    BWAKAKAKAKAKAKKKK!!!! ASEMIK!! LAMBEKU NJEPLAK KUADRAT RA rampung2 leh ku ngakak <—– Ngakak wajib!!!

    ini baru namanya tulisan, jadi lupa kalo ternyata bisa nylenehi 9 partai!!

    Tur P3 ne lambange endi??? ojo-ojo wis ditegor??? BWAKAKAKAKAKAK!!!

  9. omiyan Says:

    heheheheheheh heeh lah awas ntar digugat sama yang punya partai

  10. itempoeti Says:

    padahal aslinya kalau rapat binatang di rimba larangan yang mimpin adalah kancil…

  11. ~noe~ Says:

    @cenya95
    kebon binatang itu masih ada krangkengnya, kandangnya. tapi kalo rimba raya itu luas sekali.

    @senoaji
    ya ampun. aduh.
    amit-amit…
    masalah lambang itu
    begini om, kita ga berani memparodikan lambangnya itu. nanti tak cari2 gambar pohon dulu. terus edit post deh.

    @omiyan
    yang punya partai lagi sibuk bagi-bagi kursi. mungkin kalo sudah longgar bisa menggugat. bangganya diguggat partai😀

    @mahendra
    kancilnya lagi bikin evaluasi, om.😛

    tks 4 all guys…

  12. Taktiku Says:

    Wah partai-partai di republik mana ya?

  13. annosmile Says:

    logo partainya keren..
    lucu-lucu…

  14. wahyu Says:

    hebat..hebat.. (sambil keplok-keplok).
    Sampe ndak terasa ternyata bisa mbaca habis ngomyangan yang gilo tur nggak genah ini. haha..
    Kreatip tenan panjenengan om..

    Hyena itu dubuk to. Baru tau.. emang betul Hyena itu betinanya dominan. Bahkan alat kelamin betinanya super besar dan parahnya digunakan untuk menakut-nakuti yang jantan. Ini betul lho..

    Maaf om ndak pernah maen. Ternyata sudah buanyak potingan baru. hehe..

  15. ~noe~ Says:

    @taktiku
    Great Jungle Republic😀

    @annosmile
    thanks om

    @om wahyu
    wah ternyata dirimu sudah ambil spesialis kulit dan kelamin, sampai paham alat kelamin betina dubuk😀
    btw bener om, alat kelaminnya aneh, bahkan bisa membuat cedera alat kelamin pejantan yang mencoba memperkosanya. aku tahu pas nonton national geographic barusan.
    maaf bahasanya agak vulgar, tapi aku ndak ketemu padanan katanya.

    • wahyu Says:

      hahaha..
      iya om Noe..

      saya memang sedang memperdalam spesialis ilmu itu. Buat sangu menikah ntar.. hihi..

      Bahasa vulgar yang penting komukatif dan tersampaikan.. :p

  16. wahyoe Says:

    hahahahahahhaaaaaaa…
    inspiratif mas😀
    salam kenal

  17. komandane Says:

    PPUT kok gak masuk? Bukan Panti Pijat Urut Tradisional yang gembleh-gembleh & tidak tradisional itu, tapi Partai Pokok terdaftar Unthal-Unthul Tidakmengapa. Partai ini lambangnya kates… hehehe

  18. ~noe~ Says:

    @wahyoe
    tks kunjungannya om. blognya bagus. nti tak walking-walking ke sana

    @kumendan
    lha PPUT kan ndak masuk parliamentary threshold, soale hanya komunitas khusus yg boleh masuk di partai ini.

  19. Yasir Alkaf Says:

    wah, bagus bgt tulisannya, nyentil parpol2 d Indonesia

    kalo seandainya ini di kaskus dah ak kasih cendol deh atau kalo tulisan ini ada d fesbuk akan ak klik “like”
    ^_^

    • ~noe~ Says:

      @yasir
      thanks sudah menyempatkan baca.
      aku pikir berlebihan kalo musti dibawa ke kaskus atawa fesbuq.
      soale diriku masih katrok dengan dua makhluk itu, ga pernah masuk terlalu dalam. meski dulu sempat intens juga.
      btw, tks sarannya, nanti tak bolak balik dulu yang namanya kaskus atw fesbuq kaya apa😀


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: