Undangan Kondangan

Kondangan atau njagong atau undangan hajatan menjadi bagian penting dalam agenda acaraku dalam satu bulan terakhir ini. Mulai dari undangan sunatan, manten, maupun acara resmi institusi. Hampir semuanya terkait dengan masalah seremoni burung. Dalam satu minggu terakhir ini sudah ada dua burung yang dipotong dan ada dua burung lagi yang bakal ketemu sangkarnya.

Frekuensi yang banyak ini mau tidak mau membuat diriku harus bisa mengatur lalu lintas finansial dapur, yaitu berapa anggaran yang harus dialokasikan kepada pesta-pesta tersebut, supaya asapnya tetap bisa terjaga. Itu karena adat di sini masih menganggap semua tamu sebagai keluarga besar, yang sudah selayaknya ikut berpartisipasi dalam bentuk bukan kado atau karangan bunga.

Sumber daya finansial yang terbatas tentu saja mempengaruhi besarnya partisipasi dalam tiap undangan. Jika sebelumnya standar kurs amplopku bernilai 1 kali tiket masuk ajep-ajep gedhek-gedhek include softdrink, maka khusus di bulan ini barangkali nilainya terdepresiasi menjadi setengahnya saja, atau hanya setara makan di angkringan, hik, atau sego kucing, atau mungkin warung burjo barudak kuningan.

Satu parameter yang luput dari pemerintah dalam menentukan batasan hidup di garis kemiskinan kemapanan, yaitu rasio antara nilai amplop dibandingkan dengan kepadatan penduduk.


no 4 Nun dekat di sini, di ujung jemari lentikku pada kibod laptop kumalku, di dunia maya ini, komparasi yang sama dengan masalah perburungan juga terjadi di sini. Dalam satu bulan terakhir ini, tamu yang datang ke rumah mayaku menunjukkan peningkatan yang signifikan. Terlebih saat posting terakhirku Ideologi Blog yang sangat kencang hitnya dalam sejarah perngebloganku. Ini terbukti dengan tercantumnya blogku dalam empat besar botd growing blog pada dua hari setelah posting topik ini.

Om Wahyu, sobat maya pertamaku ketika aku masih tertatih-tatih menginjak blogosphere, agak termehek-mehek melihat perkembangan ini. Sampai-sampai dia agak segan berkomentar lagi di blog ini karena khawatir tidak direspon. Meskipun aku tahu itu hanya semacam guyon kere karena sebelumnya kami hanya bergumul di antara beberapa blog-blog kutu kupret dan sangat menikmatinya.

Jika di dalam dunia nyata sumber daya terpenting untuk kondangan adalah duit, maka di blogosphere ini sumber daya terpenting bagiku adalah waktu. Keterbatasan waktu yang tersedia dikaitkan dengan lonjakan tamu yang masuk, otomatis akan mempengaruhi interaksiku ke depan dengan para tamuku ini. Jika sempat pun, barangkali kualitasnya sudah berbeda dibandingkan jika diriku hanya berkunjung ke satu dua blog saja seperti dahulu kala.

Apalagi untuk merespon para blogger sejati seperti Kangboed yang begitu bersemangat, bertubi-tubi mengintip dan datang secara tiba-tiba, tidak dinyana-nyana, mak bedunduk. Merespon dan mengapresiasi artikelku. Atau Wandhitok Pak Guru Gendheng dengan jurus kompor mbledugnya. Mengece ketidakupdatean setiap blog. Dan beberapa blogger sejati yang sudah menjadikan blogosphere sebagai dunia keduanya. Yang selalu berkunjung dan mengapresiasi hampir setiap selesainya satu kali rotasi bumi. Yang membuatku merasa tidak enak karena aku tidak langsung bisa blogwalking ke sana.

Keaktifan ini adalah suatu hal yang belum bisa aku lakukan karena keterbatasan waktu dan otak. Kantor masih memegang kendali terbanyak, dan tidur mendengkur ada di urutan kedua. Blogwalking masih terseok-seok menyempilkan diri di antaranya. Di sisi lain aku masih memegang prinsip lamaku untuk selalu mencoba membaca setiap postingan sampai tuntas dalam setiap blogwalkingku baik itu tulisan keilmuan, puisi, sekedar curhat, atau ocehan kutu kupret sekalipun, dan tentu saja merespon apa yang dapat aku tangkap untuk -semoga- memberikan kontribusi yang positif dalam postingan itu. Memang ada dua pilihan di sini : kualitas atau kuantitas. Aku masih memegang yang pertama di keterbatasan waktuku dalam meninggalkan jejak blogwalkingku.

Demikianlah, kawan-kawan senasib dan sepenanggungan, kesulitanku dalam merespon interaksi di blogosphere ini. Kepada kawan yang merasa tidak segera mendapatkan kunjungan balik, mohon maklum karena siklusnya menjadi terlalu besar, sehingga untuk mencapai satu putaran saja sudah membuat mata kriyip-kriyip dan jantung berdebar.

Demikianlah…

Waktu dan tempat kami persilakan…

*leyeh-leyeh sik…*

Explore posts in the same categories: Ngomyang

39 Komentar pada “Undangan Kondangan”

  1. kawanlama95 Says:

    dan aku salah satu yang mengamati anda bung, dan postingan itu (ideologi blog memang dahsyat bos) sampe aku ingin kenal dengan anda.s Zhebelamat berkarya jangan lupa sama aku mas kalo udah hebat

  2. guskar Says:

    Saya, 16 tahun hidup di salah satu tataran sunda yg salah satu tradisinya hobi sekali menyebarkan undangan. Kalo mau berhitung, sdh ribuan undangan mampir ke rumah atau kantor tempat bekerja. Dan 90%-nya saya nggak mengenal siapa yg mengundang saya, tetapi demi subasita pergaulan saya datangi undangan itu (itung2 investasi, sampai saat ini saya blm pernah punya hajat & mdh2n 10-15 thn mendatang ketika anak pertama saya nikah saya blm pindah dari tmpt tinggal sekarang sehingga bisa ngundang balik mereka yg pernah ngundang saya he..he…). Satu lagi karena di sini saya termasuk org penting (ceile…), sering di undangan mereka mencantumkan nama saya di kolom “turut mengundang”, lha.. ini pencatutan nama😛
    Topik kedua : trafikmu naik karena tak lihat jejak ~noe~ mulai ada di mana-mana…😀

    • ~noe~ Says:

      @kawanlama
      salah…
      diriku tidak berniat untuk menjadi orang hebat. setidaknya belum ada niat. niatan blog ini juga masih mencari kawan2 yang sealiran dalam hal respon, kritik, dan apresiasi yg bisa membangun. dan itu masih dalam tahapan proses yang ternyata susah sekali.
      basa kerennya menjalin silaturahmi.

      @guskar
      ribuan undangan???
      wow… :-O
      bersyukurlah diriku punya kawan orang hebat di domisilinya. hmm kapan-kapan bisa berguru langsung di darat. boleh?
      masalah trafik ini kaya’ ayam sama telor, mana yang datang duluan, mana yang datang sebagai respon. dan aku merasa kewalahan karenanya…
      hanya bisa berharap dari ketulusan hati para blogger ini.

  3. agnes sekar Says:

    Selamat siang Noe, Apalagi yang masih tinggal di Daerah yang kekeluargaannya masih kuat, Pernah suatu saat dalam seminggu hampir setiap hari saya kondangan, maklum teman-teman kantor seabreg, tambah lagi teman suami, tambah lagi tetangga, tambah lagi teman organisasi, tambah lagi teman ngeblog seperti Noe ini, wah pokoke ranyok, tapi satu hal yang perlu kita simak, bahwa dengan demikian kita memiliki komunitas yang menyayangi kita itu lebih dari harta yang kita miliki, Ide yang kreatif, Okay Noe terima kasih postingannya, Sukses untuk anda.

    Regards, agnes sekar

    • ~noe~ Says:

      @agnes
      ranyok itu opo e?
      iya, kadang-kadang terlintas dalam pikiran kita bahwa apa yang kita lakukan (datang ke undangan tsb) bisa menuai hasil pada saatnya nanti. tapi di sisi lain juga hal itu menjadi beban keikhlasan kita dalam menyumbang suatu kondangan.
      terimakasih, mbak.

  4. Acha Says:

    berhubung kunjungan pertama, sy hanya mau komen singkat saja:
    sy dapat memahami apa yg tersirat dlm tulisannya ..sejauh kapasitas sy..
    ternyata yg namanya manajemen, khususnya waktu, sangat penting dalam keseharian kita …
    dan waktu itu tetap, semua orang sama jatahnya, 24 jam sehari…
    _salam anget_

    • ~noe~ Says:

      @acha
      terimakasih kunjungannya.
      nanti tak gantian ke sana🙂
      betul, manajemen waktu sangat penting bagi kita karena pada saat2 tertentu kita merasa perlu untuk membalikkan waktu atau minimal menahan lajunya supaya apa yang kita kerjakan bisa sesuai dengan target.
      pada masanya nanti, akan banyak orang menghabiskan banyak uang demi menahan lajunya waktu, misalnya di klinik2 kecantikan yang bisa menghambat proses penuaan, dll.
      tks, acha…

  5. KangBoed Says:

    Huuuuuwaaaaakaakakakak.. pokokeeee sampeyan sahabatku.. hehehe,, nyambung gak yaaaa… OOT.. tapi enda aaaaaah
    Salam Sayang

    • wahyu Says:

      mangap..
      hanya bertanya..

      sebetulnya ada hubungan apa Om Noe dan KangBoed ini, saya perhatikan romantis sekali..
      Sayang.. cinta.. kasih..

      ah.. jadi ingat mantan kekasih pertama saya.
      haha…

      Pissss….

  6. duadua Says:

    selamat ya…
    kalo saya sih,ngeblog buat refresing.biar gak boring..

  7. cenya95 Says:

    musim liburan telah tiba… pasti banyak yang buat undangan dan banyak acara kondangan, tapi waktu jua yang menentukan.
    semoga sukses dalam pencarian tali silahturahmi.
    salam superhangat

    • ~noe~ Says:

      @kangboed
      yang hebat adalah tamu-tamuku.
      blog tanpa tamu, bukanlah sebuah blog.
      betul?
      maturnuwun kang

      @duadua
      betul
      aku penginnya juga begitu.
      suasana yang berbeda bisa meredakan ketegangan dan stress kerja
      makasih sudah main ke sini

      @cenya
      hehe.. bener juga ya, ini musim liburan sekolah…
      wakaka… sudah lama ndak masuk sekolah.
      btw, pak trisnya buruan diselesaikan, lho

  8. wahyu Says:

    ah.. matur suwun sudah menyematkan nama saya berikut link di tempat yg makin populer ini. Saya malah jadi malu kalo ada yang lagi stress nyasar ke blog saya dan kecewa karena suwung melompong gak ada suguhan anyar.

    om Noe.. dengan tulisan sampeyan yang mengalir lancar nan kritis, dipoles narasi sastra yang kental, saya yakin blog ini tak lama lagi jadi menu wajib dunia blogosphere.

    Setuju om, jadi blogger sejati memang harus punya waktu yang sangat luang. Saya salut dengan para blogger yang sangat aktif meski di dunia nyata mereka mempunyai tugas lain. Seperti seorang blogger aktif yang juga berprofesi sebagai guru. Entah bagaimana caranya membagi waktu.

    Sampai sempat kepikiran, Guru yg juga blogger.. atau Blogger yang nyambi guru.. haha..

    Apapun..
    Selamat buat sampeyan. Semoga masih berkenan sowan ke dunia kutu kupret..😉

    • ~noe~ Says:

      @wahyu
      weleh… nggaya
      jangan terlalu meninggikan apresiasi, om. diriku sudah mengurangi intensitas bw kok, karena banyaknya tamu juga membuat ada perasaan berutang untuk wajib datang ke sana. sedangkan aku sadar sumber dayaku terbatas.
      dan yang terpenting adalah ideku bersifat moody, ndak bisa diandalkan untuk rutin posting. (salah milih thema blog kali ya)
      satu bulan terakhir mencoba main tebar pesona karena tamu2 lama sudah pada mati suri seperti blognya dirimu.
      btw, acaranya kapan sih?
      ada undangan gak?

  9. yorick Says:

    wahh.. selamat gan..
    agan emang hebat…

  10. zefka Says:

    asyik tuh kondangan… makan.. makan…tapi yg penting tetap silahturahminya..
    ayo mas.. jadi makin semangat ngeblognya…biar masuk botd

  11. bocahbancar Says:

    HOhohohohoho….

    Meski banyak bersosialisasi di lingkungan tempat tinggal, ternhyata di dunia maya juga masih menjjadi incaran, yakni di BOTD muncul di nomkor 4…..

    NGadain kondangan juga dunks Mas nyelametin BLOG nya he he he….😀

  12. Jaya Says:

    selain kondangan, ada juga yang harus kita hadiri sambil memberikan amplop… TAKZIYAH
    yang penting ikhlas, maka setiap yang kita berikan akan datang diwaktu yang tidak kita duga baik dalam bentuk pertolongan maupun rezeki lainnya… gitu ya mas…😀

    • ~noe~ Says:

      @yorick
      selamat apanya ya?
      ndak bisa ngasih komeng & bw kok dikasih selamat😛

      @zefka
      siyap, bos.
      tetap semangat!!!

      @bocahbancar
      pengennya sih begitu, pengin kopdar. cuma di kota sini jarang2 sekali ketemu blogger pas bw. sambil jalan deh.
      salam

      @jaya
      yup setuja
      yang penting ikhlas…
      harus begitu
      tks, om

  13. suryaden Says:

    memang benar mas, harus disiapkan kalo bulan ruwah, kemudian syawal dan bulan besar… bisa-bisa tabungan amblas, dan asap jisamsu yang kadang harus berkoban😆


  14. zona sepeda…

    sepeda zona sepeda suryaden
    Apatah yang dicari dalam kehidupan ini hanyalah mencari rasa perasaan yang lebih baik, andaikata bisa melanglang buana hingga menghabiskan jutaan rupiahpun jika hati tidak feels so good tentunya nggak ada gunanya sama sekali…

    • ~noe~ Says:

      @suryaden
      bulan ruwah dan liburan sekolah.
      kombinasi yang cucok sekali
      cucok untuk mendegradasi asap jisamsu menjadi coklat atau merah😀

  15. eoin Says:

    ideologi blog mang asik man.. truz themesnya nih, simple and easy banget… kang boed, i know i love him b4 i met him.. pa lagi ya? ah aku baca2 dulu lagi aja deh..🙂 nice to browsing u heuehue apa coba😛

  16. julie Says:

    mata kriyip-kriyip
    hihi lucu


  17. wahahahaha…jadi ngomongin burung gini..
    selamat kawan, atas peningkatannya. semoga makin eksis di dunia blog!

  18. kawanlama95 Says:

    aku mampir walau dalam perjalanan. selamat sore

  19. lelaki aneh Says:

    met leyeh-leyeh yo…..jangan lupa mampir lagi ke rumah ku, nanti aku sediaiin teh manis panssssssss


  20. Itu..tempat ajeb-ajeb gedhek-gedheknya, yang kelas gimana? Yang level muter house music atau yang level perform DJ Riri?

    • ~noe~ Says:

      @eoin
      tks apresiasinya, om
      nanti giliran kripiknya juga ya🙂

      @julie
      mata kriyip2 kok dibilang lucu😛
      sik sik tak mikir sik…
      salam😀

      @denyar
      tararengkyu, om

      @kawanlama
      silakan mampir.
      gratis🙂

      @lelaki aneh
      siyap…

      @vicky
      hehe…
      jelas kelas kutu kupret dunk😀
      jadi minder nih🙂


  21. salah satu keasyikan ngeblog adalah blogwalking. rasanya ngeblog belum terasa dinamis jika belum berkunjung ke rumah maya teman. meski demikian, lantaran keterbatasan waktu, intensitas blogwalking bisa terhambat, apalagi kalau koneksi net sedang megap-megap, hehe …. tapi seandainya belum sempat jalan2 ke rumah teman, saya kira kok teman2 memakluminya. apa pun alasannya, urusan offline tetep perlu diutamakan. salam ngeblog!

    • ~noe~ Says:

      @sawali
      evaluasi yang cerdas, om.
      inti dari posting ini begitu. ternyata bisa diungkapkan dalam beberapa kalimat komen aja.
      jiahaha…😀

  22. kucrit Says:

    biiyuh…. santai saja mas.. leyeh-leyeh dulu.. sudah dapat ingkung to.. kondangannya..?
    bener kata sampean mas.. kalo mbaca artikel harus sampek habis.. seperti saat kondangan.. sebelum acara selesai dan dapat ingkung.. pasti gak ada yang pamit duluan.. kalo pulang dulu gak bakalan dapat berkat… hihihihi.. (gak nyambung kayaknya)

    • ~noe~ Says:

      @kucrit
      wah… kalo prinsipnya kondangan begitu, bisa tekor nanti tuan rumahnya😀
      umumnya kondangan di kota besar sudah di gedung dan prasmanan, tanpa ada deretan acara. jadi ga ada yang harus ditunggu sebelum pulang.

  23. itempoeti Says:

    alasannya apik tenaaannnn…
    indah tenaaaannnn…

    yo rapopo… nek pancen wis ra gelem komen nang blogku meneh…

    hiks….

  24. itempoeti Says:

    wakakakakakakak…😀
    jiyahahahahahaha…😀

  25. khalifatur Says:

    banyak tamu banyak rejeki pak…, selamat ya…
    selalu saja ada hikmah dari beragam cerita yang ditulis dengan segar (sruup….cleguk..), di sini. makanya tamunya tambah banyak pak..
    kalo ada waktu mampir ke sini ya: http://khalifatur.wordpress.com/2009/07/01/berbagi-perhatian-di-antara-blogger/
    ada award untuk tototobe…


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: