Take Me Out Delenger

“Mana yang Anda prioritaskan : apakah suami, anak, atau orang tua sendiri?” si om bertanya sebagai syarat meminang.

“Untuk orang seusia saya, jelas saya akan memprioritaskan orang tua saya,” jawab si daun muda dengan lantang.

“Mana yang lebih utama yang Anda sukai dari saya : apakah harta, fisik, atau sifat saya?” interogasi si om lagi.

“Tentu saja saya memilih harta. Porsinya 50%. Sisanya sifat dan fisik. Mana ada orang yang bisa hidup tanpa harta,” tukas si daun muda dengan mantapnya.

<< Flashback disit…


Entah kenapa, pas kebetulan siklus aktivitasku kosong atau memang selalu jodoh, acara Take Me Out (TMO) Indonesia di Indosiar selalu saja tersaji di depan mataku. Awalnya diriku merasa aneh, jengah, atau tidak sreg dengan materi acaranya yang sangat tidak Indonesia banget. Acara ini mengetengahkan pencarian jodoh secara instan, dengan sedikit referensi dari masing-masing kandidat, ambil, dan bawa pergi untuk honeymoon. Barangkali seperti itu yang tertangkap dalam kacamataku sebagai pemirsa kebetulan.

Substansi acara lebih cenderung kepada penampilan, gaya hidup, dan sifat-sifat hedonisme lainnya. Jika pun ada beberapa peserta yang sampai membawa orangtuanya -yang berkupluk dan berkerudung, berjalan tertatih-tatih dengan bahasa tubuh ndesonya- ke dalam acara, ini justru membuatku sangat jengah atau tengsin.

Kecerdasan dalam berpikir dan berargumentasi tidak menemukan penghargaannya di sini. Dan, kebahagiaan dalam menemukan pasangan hidupnya hanyalah retorika belaka.

Episode terakhir yang sempat diriku tonton kemarin sangat menjustifikasi kekosongan otak para pesertanya, pengagung-agungan tubuh sekaligus pelecehan terselubung terhadap jasmani yang lain.

Take 1.

Satu orang peserta pria, dengan latar belakang bisnisman bidang agrobisnis, muda usia, dengan penampilan yang trendy ada di tengah-tengah tigapuluhan wanita.

Ketika Choky Sitohang menawarkan kepada para wanita untuk menentukan keputusan, semua lampu mati satu persatu hingga tinggal satu buah lampu menyala. Lampu itu milik seorang wanita yang tidak kurus dengan dandanan berani untuk ukuran dia yang berbadan tidak langsing.

Akhirnya si agrobisnisman, karena tidak ada pilihan lain dan tidak bisa melawan aturan, dengan setengah termehek-mehek menggamit wanita itu untuk dinyatakan lulus sebagai pasangan yang berbahagia.

Berdua berjalan kikuk tanpa kemesraan meninggalkan pentas.

Iringan tepukan penonton dengan disertai tertawaan dan celetukan segar, semua tertangkap di telingaku sebagai satire.

Take 2.

Lebih menarik lagi, seorang pria, bisnisman, kaya raya, dengan tampang om-om, berhasil menggandeng seorang model daun muda setelah menyeleksinya dengan 2 pertanyaan.

Pertanyaan yang diajukan si om kepada 3 wanita kandidat :
1. Mana yang lebih diprioritaskan : suami, anak, orangtua?
2. Mana yang penting : harta, fisik, sifat?

Model daun muda itu terlihat jelas berusaha menjawab ngawur agar tidak terpilih. Mungkin dia lupa mematikan lampu tanda penolakan.

Jawabannya :
1. orangtua saya
2. harta

Sementara jawaban dari wanita saingannya mendapatkan applaus panjang dari penonton studio, karena terasa mengena betul dengan pertanyaannya, dan sangat cerdas.

Toh, karena mata si om sudah bergerilya mana yang paling semlohai bin sexy kinyis-kinyis, si om tadi tetap menggelandang si daun muda yang setengah gagap tak percaya, mrenges-mrenges, garuk-garuk kepala, dan tampak sangat jelas menyesali takdirnya.

Berjalan lunglai meninggalkan romantisme pentas.

Namun justru setelah sampai di bagian ini, diriku merasa happy sekali menonton kekonyolan tadi. Kekonyolan yang menjadi bagian hidup dari bangsa ini. Kekonyolan visi dan misi acara yang menampilkan gaya hidup bebas di tengah hujatan pengembalian jati diri bangsa (ini bukan kontes lho)

Selama MUI masih keblenger dengan seabrek fatwa-fatwa terdahulunya hingga tampak adem ayem, makin adem juga diriku melihat termehek-mehek gaya baru😀

_________________________
salam…
pengen ndaftar juga😆
isih payu po ra

Explore posts in the same categories: Satire

Tag: , , , ,

Responses are currently closed, but you can comment below, or link to this permanent URL from your own site.

50 Komentar pada “Take Me Out Delenger”

  1. WANDI thok Says:

    Aku pengin dikenalke karu sing daun mudo mas Wisnoe, endi potone?🙄😆

    potone gooling wae kang😛


  2. wah tumben yg komen baru dikit… blom tidur yah ??

    we’re not only blogreading but we share about it…salam hangat gan…

    akhirnya selesai juga postingan berat ini ….
    btuh dukungan lagi nee juragan… hahahah….
    salam sayang … ku berharap kau blom tiduur….
    http://apocalytyo.blogspot.com/2009/08/rumah-idaman-vs-rumah-impian.html

    ini komeng ternyata terjebak spam ya…
    baru dibebaskan🙂

  3. ~teteh~ Says:

    Haah..pgen melu??
    Ngko entoke si l*** piye jal :p
    Wiis bubuk sek mas…

  4. Huang Says:

    udah didaftarin lewat web lom?

    hehe…

  5. suwung Says:

    diriku juga ngak suka…. mas nonton ampe diamati detailnya ih

  6. guskar Says:

    tau nggak noe,
    salah satu temenku itu peserta TMO episode 2 : duren dng tiga paket, dpt yg kinyis2 juga..
    malah episode ini diulas di Kompas minggu bbrp waktu lalu, lengkap dng foto temanku td.

    acara ini, msh memaksa aku untuk menyisihkan waktu menthelengi indosiar… lumayan utk teman berkhayal ha..ha..ha…

    wah, karena guru satuelmunya ikut menonton, diriku harus menghormatinya…

  7. wahyu Says:

    bilangnya kebetulan.. padahal memang acara yang paling sampeyan tunggu2.. haha..

    jadi, mana foto daun mudanya..? :p

    kok dirimu selalu bisa menembak sasaran yang sempit😛

  8. Julie Says:

    Walah acara tv makin aneh aja aq ndak pny tipi mas noe makanya ndak tau

  9. easy Says:

    belom pernah liat acara ini😀


  10. pagi sahabat…………wah aku malah kurang nikmati acara tv nich akhir akhir ini……….mungkin kagak ada tv yah hehehe..
    salam hangat selalu

    gak ada tv???
    cucian deh…


  11. Hmm..
    Namanya daun muda..
    Ndak akan pernah habis..
    Dimanapun..
    Kapanpun..
    Kalo uda karakternya..
    Pasti slalu nyari..
    Btw, males liat yg gituan mas..
    Hehehe..😉

    mantabs syair pujangganya🙂

  12. mel Says:

    ” apa pendapat anda dengan wanita yg materialistis”
    nah..episode itu yg saya tonton kemaren..
    jawabannya…..kelaut aje…..(hehhhehee)

    jawabannya singkat padat dan ketus🙂

  13. Roshi Says:

    acara seperti itu kadang bikin tanda tanya besar…, coba aja liat yg ikut cantik2 & seperti artis


  14. duh..bahasanya bingung banget…tapi itulah ciri kahs mu sobat

    bagian mana yang membingungkan, bro?
    semua?
    berarti misi ngeblogku berhasil.
    berhasil membingungkan masyarakat dan memasyarakatkan bingung🙂

  15. elistadyon Says:

    hahahhah mana daun mudanya omm

    googling ajah yaaa…

  16. bibit m Says:

    Inilah … acara yg sm sekali gak kuksh rating … gak Indonesia banget! Sayang mereka gak tanya padaku bgmn konsep yg seru dan tdk saru versi Indonesia (ya iyalah, wong konsepnya blm kutulis …he3). Aq nonton si-Bolang ajalah …

    wah…
    tidak indonesia banget bukan berarti tidak layak tonton.
    minimal untuk mengurai pikiran kusut kita🙂

  17. Iklan Gratis Says:

    jiaah….
    setelah take me out, sekarang muncul lagi take him out….

    yang pasti, para pemirsa dirumah sudah semakin pintar dan semakin dewasa,.
    pemirsa sudah bisa menilai sebuah acara di tipi “menilainya sama kek delenger” kekeke…..

    sekedar berkeliling sambil ngeronda dan berkunjunga kerumah ini untuk menikmati keindahannya.
    menunggu kunjungan nalik dari kawanku….:D

    terimakasih utk kunjungannya.
    situsnya ndak ada fasilitas komeng ya?


  18. hmmm
    sebelumnya saya memprediksi acara ini bakalan dapat kecaman jika terkenal ntar🙂

  19. Widdy Says:

    Aku jg blum pernah nonton tu acara..
    Memang acara di tv makin aneh2 aza

    setuju untuk bu guru🙂

  20. edda Says:

    Sangat amat mencontek dunia luar😀

    luar mana, dda?
    luar angkasa atau luar biasa😆
    thanks kunjungannya lagi


  21. Emank aneh tuh acara,kalo si co nya ga suka gmn? Kek take no.1 tadi……huhu😡
    salam sobat!

  22. widdy Says:

    kenapa gak bikin acara yang lebih menarik dan tentunya tidak mencontek….

  23. Jaya Says:

    Yang Take him out udah nonton bang, nah yang itu lebih parah lagi, nayanginnya jam 8 malam, apa gak rusak anak-anak di ndeso, semua pada nonton acara kayak gitu,

  24. Den Mas Says:

    wah, koq aku kepikiran kalau posting ini ada hubungan dengan ‘anu’nya Gus Kar yah mas noe? apa kekonyolan2 itu dalam rangka pencarian ‘anu’ yang pass juga???


  25. wah…susah ngomong habis itu kan trik bisnis, sering diluar etika…gito lo…kita yang nonton jadi …he…he…


  26. hahaha, kekonyolan macam apa lagi ini.
    ternyata para gadis2 yang ada di sana cuma SPG2 yang udah habis kontrak di Jakarta Fair kemaren, om Noe!
    jadi mereka itu dibayar 500 ribu per take. jadi kalo mo daftar, miki2 dulu, Om. ternyata jadiannya cuma boong-boongan.. hehehe

  27. perigi tua Says:

    Hhhhaadddiiirrr…..

    hehehehe… mo turut berduka cita, malah udah ditutup komenxx nyak… huaaa, cucian deh gue….

  28. perigi tua Says:

    hayah ketinggalan….
    cu….

    (puas tenan aku, kqkqkq,,.)
    cu… lagi…


  29. Ternyata Celetukan Segar juga ada di Take Me Out!
    Ha ha ha …………………………..

    Salam brrrrr konyol-konyolan!

  30. Acha Says:

    “seperti” apa pun acara tv, kalo ditonton oleh orang sekelas mas ~noe~, acara tersebut jd bermakna…
    _salam anget_

  31. ~noe~ Says:

    terimakasih untuk semuanya.
    mohon maaf ndak bisa reply satu persatu karena hiatus 4 hari. semua komeng sangat bermakna di sini, di blog ini, dan merasuk di dalam diriku.
    salam hangat…


Komentar ditutup.


%d blogger menyukai ini: