Spiderman vs Superman part 2

munyukBalik maning nang ndeso.

Terima kasih telah sudi menjawab dilema pertanyaan Spiderman vs Superman dari dua keponakanku.

Sebagian besar pendapat menempatkan wacana yang arif dalam menyelesaikan sengketa duel Spiderman dan Superman ini. Namun perlu diingat, tidak selalu sikap arif dan bijaksana ini bisa menyelesaikan masalah yang sudah kadung terjadi, khususnya kepada dua pihak yang berseteru. Sikap arif kadang-kadang lebih kepada solusi menggugurkan tanggung jawab individu terhadap permasalahan di lingkungan sekitar.

Ada dua pendapat yang out of the box. Yang pertama pendapat dari Guskar yang menyatakan “nggak ada tempat yg netral”.

Yang kedua datang dari si hantu Julie, yang menyatakan ”Yg menang tergantung judul episodenya. Kalo judulnya superman ya superman yg menang tp kalo judulnya spiderman artinya spider yg menang.”

Hehe…


Di dunia nyata sekarang ini, di mana segala kegiatan selalu mempunyai kontraproduktifnya, ada protagonis dan antagonis, ada hitam dan putih, ada yin dan yang, semakin menegaskan bahwa hampir tidak ada tempat yang benar-benar di tengah. Netral itu nonsense.

Netral adalah tempatnya para aulia yang dengan kekuatan pikirnya mampu mengubah suatu keadaan sesuai idealnya.

Diriku ingin menggarisbawahi pendapat dari Julie dengan jawaban yang lebih gamblang, yaitu pemenangnya tergantung pada filmnya. Jika main di film Spiderman, maka Superman tak lebih dari kutu kupret. Demikian pula dengan sebaliknya. Bahkan, jika mereka berdua bersatu melawan Bolang dalam film Bocah Petualang pun, diriku yakin Si Bolang akan menang.

Ini terkait dengan strategi Sun Tzu, yang salah satunya adalah “Memancing Harimau Turun Gunung”. Teori ini menjelaskan kalau kita menghadapi lawan yang berat, pancing dia keluar dari lokasi yang menjadi kekuatannya, baru dihabisi.

Dalam beberapa fragmen kehidupan bernegara, cukup sering pemerintah kita terjebak turun gunung, keluar rumah, untuk mengadu peruntungan dengan sistem dan aturan yang dimiliki lawannya.

[silakan mengabaikan quote ini jika terlalu panjang]

GAM, pada awalnya hanyalah bentuk ketidakpuasan terhadap Jakarta tentang pemerataan pembangunan, kesenjangan ekonomi antara daerah yang merupakan lumbung devisa dengan dengan kemakmuran daerah lainnya. Perlahan tapi pasti, mereka berhasil menyeret pemerintah kepada isu separatis yang kian bergema suaranya di kancah internasional. Mengombang-ambingkan pemerintah yang tertatih-tatih dalam berbagai perundingan. Alhasil, pemerintah pun tidak berkutik selain tunduk kepada kesepakatan Helsinski yang menempatkan dua pihak pada posisi setara, artinya status GAM dipandang selevel dengan status NKRI.

Hasilnya mudah-mudahan perdamaian abadi seperti sedia kala, namun proses ke sananya, pemerintah cukup kerepotan karena melupakan potensi yang dimilikinya misalnya program pembangunan, wawasan kebangsaan, kedekatan ras budaya, dan wawasan nusantara, sehingga cukup banyak waktu, tenaga, biaya, bahkan darah dan air mata untuk bisa mencapai hasil itu. Yang ada di pikiran pemerintah waktu itu adalah separatis harus ditumpaskan meski dengan cara represif. Pemerataan pembangunan sama sekali terlupakan atau hanya menduduki prioritas kesekian.

Sipadan dan Ligitan. Malaysia yang mempunyai beking negara persemakmuran dan lebih dekat ke barat mampu melontarkan isu tentang legalitas batas dan kepemilikan wilayah dibandingkan dengan historinya. Berbagai detil syarat tentang hak legalitas itu telah dipenuhinya dahulu, sebelum melontarkan gagasan yang berhasil menyeret pemerintah untuk setuju kasus Sipadan dan Ligitan ini masuk agenda Mahkamah Internasional. Pemerintah sama sekali lupa bahwa kedaulatan wilayah berhak tidak ditentukan oleh hukum internasional.

Sedangkan Timor Timur adalah suatu kekonyolan macan ompong.

Untungnya pemerintah sekarang sudah sadar dan tidak mudah terpancing oleh permainan Malaysia yang mengajak turun gunung lagi. Klaim-klaim budaya, perlakuan buruk WNI di sana, dan berbagai sepak terjang negeri keji tiran itu mampu ditanggapi dengan lebih dingin dan bijak.

Yang perlu dicermati adalah fokus dari negeri maling itu dalam banyak klaimnya. Adakah ini satu agenda yang membuat fokus perhatian negeri ini hanya kepada masalah tersebut? Sehingga melupakan potensi lain yang sebetulnya dengan sekali sentak cukup bisa membungkan negeri asal teroris itu. Itu yang menuntut kewaspadaan kita.

Diriku jadi ingat duel yang lain, yaitu antara tikus tanah dengan serigala.

Tikus Tanah vs Serigala

Tersebutlah tikus tanah yang sedang ngabuburit di suatu lokasi yang jauh dari sarangnya dan rupa-rupanya ketanggor oleh serigala.

”Hehe… ternyata tidak butuh waktu lama untuk menghilangkan rasa laparku,” seringai serigala kegirangan.

Dengan agak deg-degan dan sedikit rasa percaya diri, tikus tanah berusaha memperpanjang usia hidupnya dengan beragumentasi, ”Hai, serigala, tidakkah engkau malu mengalahkanku di daerahmu sendiri? Kalo ini terjadi di sarangku, ceritanya akan berbeda.”

”Jadi kau menantang aku, tikus?” selidik serigala.

”Betul, jika engkau berani, datanglah ke sarangku besok pagi. Kita akan duel untuk menentukan pemenangnya. Dan aku yakin, saat itu pertama kalinya aku akan mencicipi daging serigala,” tantang tikus tanah.

Mungkin tersinggung harga dirinya dilecehkan, serigala menerima tantangan dari tikus tanah itu. Koordinat lokasi sarang pun diberikan oleh tikus tanah kepada serigala, dan mereka menyepakati kapan duel akan berlangsung.

Esok hari, di sarang si tikus yang berupa gua, tampak serigala sudah tak sabar ingin segera duel, memenangkan duel, dan sekaligus mendapatkan sarapannya.

Di depan serigala tampak si tikus dengan pedenya, berkacak pinggang, seraya menantang,”Ayo, segera saja kita duel…”

Tanpa basa-basi, serigala segera menerkam tikus tanah. Namun dengan gesitnya tikus tanah melompat masuk ke gua. Serigala pun segera mengejar masuk ke dalam gua mengikuti arah si tikus. Terdengar suara gaduh dari dalam.

Aaauuu…. arrrggghhh…
Ciaaat…
Dzig…dzigg…
Auhh… ah… ah… yesss… oh… no…

Kemudian…
hening agak lama.

Lama.
Bahkan lama sekali.

Sekitar setengah jam kemudian, tampak sosok makhluk mungil dengan gerakan malas keluar di depan gua, dengan mulut yang masih penuh dengan daging dan perut buncit kekenyangan. Ya, si tikus itu menggeliat penuh kemenangan.

Tikus tanah menoleh ke arah goa saat terdengar suara, ”Ini jatahmu masih ada. Tidak dihabiskan saja?”

”Aku sudah kenyang. Untukmu saja,” jawab tikus tanah.

”Terimakasih, sobat,” balas suara dari dalam yang kemudian menampakkan sosoknya.

Seekor harimau tampak memegang daging serigala sisa jatah si tikus.

”Aummm… Rasa-rasanya MoU kita sebaiknya diperpanjang saja. Aku nyaman tiduran di dalam goa, tidak perlu capek mengejar mangsa. Sedangkan kau tidak usah mencuri padi, dikejar-kejar ulo sowo, burung hantu, dan pak tani, serta tidak usah ngrikiti sandal jepit di mesjid. Cukup mengajak mangsa besar ke sini.”

Keduanya bersalaman dengan antusiasnya, sebelum si harimau kembali ke rumahnya untuk tidur kekenyangan.

Explore posts in the same categories: Ngomyang

Tag: , , ,

You can comment below, or link to this permanent URL from your own site.

73 Komentar pada “Spiderman vs Superman part 2”

  1. guskar Says:

    tau nggak, ketika mau komeng spiderman Vs superman kmrn aku wis “curiga” kalau postingan itu suatu intro saja…lha..rak bener… dilanjutkan ke episode #2.
    ** ini jg komeng intro… tak kerjo ndisit…🙂

    ______
    ~noe~:
    ndak boleh curigation, gus…🙂

  2. julie Says:

    waduh ternyata aku ini emang hantu

    bener banget seperti itulah kira-kira spiderman dan supermannya kang..

    lanjut episode 3

    ______
    ~noe~:
    thanks masukannya yaa…

  3. neneksihir Says:

    analogi yang menarik banget kang..

    serigala yg sebenarnya lebih kuat dari tikus..namun gegabah

    Tikus yg lemah..tapi licik sekaligus cerdik

    Harimau yang bersembunyi dibalik gua..bahaya yg tak tampak..siap membantu dgn kekuatannya untuk mendapat keuntungan dalam situasi yg terjadi.

    hhmmmm….

    ______
    ~noe~:
    seperti yang guskar bilang : tidak ada tempat yang netral untuk kasus ini.
    serigala mengira bahwa di tempat tikus adalah tempat yang netral dengan segala pertimbangannya sendiri.
    tetapi nasib berkata lain🙂

  4. uke poet Says:

    Menarik postingnya. Thanks for sharing

    ______
    ~noe~:
    thanks juga🙂

  5. annosmile Says:

    klo sapiderman piye..??
    kok nggak dibahas..
    xixixixi

    ______
    ~noe~:
    sapi balimu iku, cak?😆

  6. widdy Says:

    hmmm….jadi inget tikus got yang nabrak aku di jakarta dulu😛

    ______
    ~noe~:
    kasian tikus gotnya😐

  7. morishige Says:

    Namun perlu diingat, tidak selalu sikap arif dan bijaksana ini bisa menyelesaikan masalah yang sudah kadung terjadi, khususnya kepada dua pihak yang berseteru.

    ehm, kalau sudah begini masalahnya jadi rumit. persoalan juga bisa berkembang ke wacana psikologis.
    bayangkan jika mas noe menjawab yang menang Superman. nah, yang jagoannya spiderman pasti akan kecewa.:mrgreen:

    ehm.. ehm.. baiknya sih kalau sudah begitu, kedua ponakannya disuruh tidur saja.:mrgreen:

    ______
    ~noe~:
    ndak mau tidur sebelum tahu nasib jagoannya kalah atau menang🙂
    untuk kasus ini spiderman dan superman sudah siap bertarung.
    mungkin untuk contoh ekstrimnya begini, shige :
    ada dua orang petinju siap bertarung memperebutkan sabuk juara.
    pada saat sudah di atas ring, ada seorang bijak yang mengatakan bahwa tinju adalah olahraga yang tidak baik karena bisa melukai dan membuat kerusakan fisik. lebih baik jika energinya bisa disalurkan ke olahraga lainnya🙂
    orang itu memang bijak dan telah menjalankan tugasnya dengan baik, namun apakah itu menjadi solusi buat dua petinju itu?

    diriku akan menjawab superman menang jika ada di episode superman, dan sebaliknya🙂

    • morishige Says:

      wedew!:mrgreen:
      contohnya bener2 ekstrim. bikin saya setuju sama konklusi mas noe di bawah..:mrgreen:

      ______
      ~noe~:
      tapi memang masih ada wilayah abu2 di sana, shige.
      dan diriku belum bisa mendeskripsikannya.

  8. Abula Says:

    wah musti baca tulisan sebelumnya dulu …

    ______
    ~noe~:
    ditunggu🙂

  9. Abula Says:

    balik lagi setelah membaca tulisan sebelumnya dilanjutkan dengan mencoba memahami tulisan ini …
    si tikus tanah benar-benar cerdik, cerdas, dan pandai ternyata ….
    jadi kalo ingi jadi pemenang haruslah cerdik, cerdas, dan pandai. Tapi, jangan licik.

    Salam Ramadhan Al Mubarok 1430 H
    Salam Hangat Selalu dari AbulaMedia.com

    ______
    ~noe~:
    pesan moralnya, meskipun secara fisik kita lemah, namun kita bisa memanfaatkan kekuatan lain untuk berkolaborasi dengan kita dalam mencapai satu tujuan.
    ini yang seringkali dipakai dalam bisnis

  10. suwung Says:

    sip tenan two tumb deh

    ______
    ~noe~:
    mantabs ya🙂

  11. fandy Says:

    salam kenal mas..

    ______
    ~noe~:
    salam juga🙂

  12. pakwo Says:

    Salam bahagia, ya… cetita spederman dan superman part2,dilanjut dengan srigala degan tikusa tanah. Mungkin yang sahabat ku maksudkan bahwa pemerintah Indonesia ceroboh dan tercebak dalam aturan yang telah dirancang oleh lawan… Kan ?…Kita nampaknya diminta dengan sabar menunggu buah reformasi ini. Pemeringtah memang harus hati-hati…sebab sekali mengambil keputusan yang keliru seluruh rakyat menanggung akibatnya. Saya tidak memihak pemerintah yang jelas saya masih berharap buah reformasi adalah demokrasi hasil demokrasi pemerintah yang kuat,tegas karena mendapat dukungan dari rakyat.

    ______
    ~noe~:
    betul pakwo
    dan ini adalah salah satu contoh pendapat yang bijak🙂

  13. Pakde Cholik Says:

    Dalam hubungan antar negara ada etika yang harus diperhatikan oleh setiap negara. Bisa saja rakyatnya membuat kekeliruan tetapi sepanjang negera bukan pembuat kekeliruan itu maka penyelesaiannya dilakukan dengan cara-cara yang lunak.
    Berbeda dengan sikap rakyat yang umumnya lebih emosional sehingga membakar ban dan membakar bendera sudah lazim dilakukan.
    Salam dari Surabaya

    ______
    ~noe~:
    etika itu adalah sesuatu yang tampak di depan cuping hidung kita.
    kita tidak tahu gerangan yang di belakangnya.
    maka sikap eling lan waspada memang tetap perlu untuk memagari etika itu sendiri

  14. nakjaDimande Says:

    sebenarnya kmrn itu bundo dah lumayan senang, “asik pertanyaannya ga tll berat” masalah siapa yang menang diantara dua itu.. tapi hari ini? gghhlleegghhh..!!! beneran tobat sama noe😛

    bundo hanya bisa berkhayal seandainya kita semua berpikir satu bulatan bumi adalah milik ALLAH yg harus dijaga, bahwa dibelahan bumi manapun setiap manusia adalah saudara kita, sejajar.. tak ada yang lebih mulia daripada yg lain.. seandainya.. **khayalan kaya begini disebut naif ya noe..?

    ______
    ~noe~:
    itu obsesi dari tiap diri manusia normal, bundo
    dan obsesi tidak berbatas waktu dan ruang.
    seandainya kita bisa berdiri di atas awan
    maka batas antar negara, kepentingan, dan konflik menjadi pupus
    sayang
    awan tidak mengijinkan kita duduk di atasnya

    • nenyok Says:

      Salam
      Nurut aku yang dikatakan bundo yang disebut obsesi oleh Mas Noe itu sesuatu yang bisa dibuat membumi sepertinya, kita saja kadang membuat sekat dan hambatan sendiri untuk mewujudkannya, mungkin terlihat sangat susah krn merasa akan berhadapan dengan proses panjang dan hasil yang tak jelas, or mungkin manusianya sendiri kali yang suka memperumit he..he.. ga tahu juga *jd teringat perjuangan Rasululloh saat islam yang asing datang namun begitu membumi dan kini jd asing lagi krn ulah kita sendiri *komentar panjang begini klo ndak nyambung mohon dimaafken biasa lg seneng sotoy mode😀

      ______
      ~noe~:
      nyambung dan ini tambahan masukan yang bagus, ney.
      khususnya quote-nya itu. dirimu punya bejibun kalimat ajaib ya😐
      thanks tambahannya, ney🙂
      salam

  15. casrudi Says:

    Oh yes oh no nya itu lho… Hehehe…😀

    Betul kang, lebih baik di bilang jago kandang daripada duel di kandang lawan nyuksruk teu pararuguh… Indonesia banyak di rugikan oleh kaum Malay karena pemerintah kita lembek, diminta ini dan itu mau-mau saja,,, Bagus sekarang udah mulai sadar… Mudah-mudahan lha…

    pertanyaannya, saya bingung kenapa serigala bisa mati ya?… masuk kedalam gua nya beurit aja tidak mampu…😀

    Wilujeng shaum kang, hatur nuhun ucapan na nya… katampi pisan…

    ______
    ~noe~:
    lha maungnya kan bisa masuk. guanya besar kok.
    simbiosis mutualisma tikus dan maung yang bisa membunuh mangsa mereka.
    sugeng siam juga, mohon maaf lahir batin🙂


  16. dah buka puasanya sahabat?
    beneran blue tuh aing kagak mudeng kalau disuruh menulis sehebat u…….beneran.
    salam hangat selalu
    u hebat sahabat

    ______
    ~noe~:
    blue jangan terlalu memuji soale diriku sendiri kadang bingung dengan apa yang kadung terposting😀
    salam sukses

  17. KangBoed Says:

    Salam Cinta Damai dan Kasih Sayang ‘tuk Sahabat Sahabatku terchayaaaaaank
    I Love U fullllllllllllllllllllllllllllllll

    ______
    ~noe~:
    sekarang selalu duet ya, kang ?

  18. pushandaka Says:

    Kutipannya bagus banget. Apalagi yang alenia terakhir.

    Salam kenal..

    ______
    ~noe~:
    mohon maaf alenia terakhir yang mana yaa
    salam kenal juga🙂

    • pushandaka Says:

      alenia terakhir kutipannya..

      ______
      ~noe~:
      ooo ic…
      kadang2 si penulis tidak menyangka jika kalimat yang dianggapnya biasa bisa menjadi inspirasi pembacanya.
      sedangkan kalimat yang disusun dengan memeras otak dan keringat dan berharap mendapatkan atensi atau applaus, ternyata dianggap biasa oleh pembacanya🙂
      hehe dunia memang indah…
      regards…


  19. sebuah analogi yang tepat utk menggambarkan betapa kalah-menang itu sangat nisbi, mas noe. konon semut pun biosa menaklukkan gajah, kan? tulisan ini sekaligus juga mengingatkan kita utk tdk adigang adigung adiguna, hehe … mantab!

    ______
    ~noe~:
    terimakasih tambahannya, om sawali.
    sebetulnya agak ribet dengan arah kerangka paragrafnya tetapi tetap jadi satu postingan🙂

  20. musziandi Says:

    yap..bener tuh pendapatnya sis julie…
    mungkin begitu adanya..
    salam..

    ______
    ~noe~:
    ya betul juga
    salam🙂
    linknya mana?

  21. arkasala Says:

    Entah pendapat kemarin aku termasuk yang mana he he. Hanya dalam menyikapi sikap bijak mungkin karena faktor usia juga ikut menentukan. Biar disebut-sebut orang bijak he he. Sorry ngaku!!!
    Namun entah kenapa saya tidak bisa bersikap bijak sama Malaysia walaupun saya lagi belajar untuk mempengaruhi hal-hal positif di kepala. Rasa eneg selalu ada.
    Saya hanya punya pendapat, netral juga penting asal kita tahu tempatnya. Apakah begitu kira2 ?

    ______
    ~noe~:
    hehe…
    usia sudah pasti ikut mempengaruhi emosi dan pola pikir seseorang. negeri maling memang kasus khusus.
    untuk tempat netral itu sebetulnya tergantung persepsi kita. meskipun itu tempat musuh tetapi jika pertimbangan kita itu adalah tempat netral maka netrallah tempat itu. just my opinion kang yayat.
    katakanlah tempat netral penonton non-supporter adalah di tribun xxx. namun siapa jamin penonton di tribun xxx tersebut bebas dari timpukan supporter lainnya? bahkan bisa jadi di tribun xxx itu sudah bejibun suppoter salah satu tim juga.

  22. suryaden Says:

    manteb…

    jelas pake logika dan setrategi untuk bisa mencapai perdamaian…

    tapi kok masih juga perlu korban untuk sesajen yak…😀

    ______
    ~noe~:
    korban selalu ada, kang.
    entah itu harta benda, waktu, tenaga, atau bahkan nyawa. ini sebagai bentuk kesetimbangan energi🙂

  23. senoaji Says:

    aku ngaku durung tak woco, masalah versus2an iku..

    sik dilut!

    ______
    ~noe~:
    hehe gpp
    yang diharapkan misuh2nya😀

  24. itempoeti Says:

    sambungane iki kok ora ono hubungane karo episode yang sebelumnya???

    opo aku sing lemot ra nyandak???😦

    ______
    ~noe~:
    soale ini bukan masalah politik, jadi ndak nyambung, kang😛
    intinya cuma pada masalah penguasaan medan perang saja. siapa yang mampu membawa lawannya menjauh dari kandang, syukur-syukur masuk skenario kita, maka diharapkan kita akan menang.

  25. kawanlama95 Says:

    Ya ya, aku tak harus keluar dari mayaku kan, dan tetap seperti ini, banyak kasus seeh pak . Timor contohnya.
    pak proses kreatifnya gimana seeh pak bisa nulis seperti ini. wah aku aja belom terpikir. selamat pagi

    ______
    ~noe~:
    diriku belum merasa kreatif.
    kebetulan tulisan ini termasuk yang sekali ketik, jadi, dan langsung posting.
    sehingga bahasanya menjadi kurang luwes, terlalu berat untuk bacaan bw.
    beberapa perubahan dilakukan setelah posting karena ada yang dirasa kurang pas.
    mungkin yang datang duluan bisa tahu perbedaannya.
    yang penting pas ada yang mau ditulis, langsung tulis saja.
    kalo harus dimasukkan dalam daftar ide nanti malah tidak ketemu moodnya.
    tulisan dirimu juga mantab2, kawan. padat berisi.
    hanya sering tidak konsisten dalam tanda baca saja (ketauan kebiasan nulis cepat :-))

  26. bibit m Says:

    Aq sdh sms si-Kancil “si-Tikus, jika ingin pandai spt aq (kancil), silakan baca isi otakku di dalam tas kresek item ini”. Masuklah si-Tikus dlm kresek item, dgn segera kututup, kuiket, tak lempar ke tengah jalan yg lagi puadet. Lewatlah GusKar … kletheessss … ban mobile mijeti si-Tikus di dlm kresek. Matur nuwun mas tlh sudi lewat.
    Sukseslah kerja samaku dgn si-Kancil. Lho … klo si-Harimau ngamuk. Tenang wae, kukuke wis tak kethoki sblm jumatan kemarin. Lagi pula ‘cangkeme’ wis tak lakban … he3

    ______
    ~noe~:
    kang bibit kalo dalam konspirasi pembunuhan nasrudin ini termasuk terdakwa yang kombes itu🙂
    tenang namun menghanyutkan.
    masak tikus dikletak pake mobil. nggilani.

  27. geRrilyawan Says:

    berarti jerry yang menang…
    berarti harus ada episode jerry tikus vs superman yang berkolaborasi dengan spiderman.

    ya terserah pak sutradara lah…hidup matinya mereka ada di tangan sutradara. seperti hidup matinya kita di tangan “Sang sutradara Agung”…

    ______
    ~noe~:
    dia bukan jerry
    karena ndak ada thomas di sini
    sequel itu masih menunggu reaksi box comentatore episode yang ini🙂

  28. perigitua Says:

    haddiirrr……….
    malam2 langsung selonjoran dulu…

  29. KangBoed Says:

    SAHABATKU RAIH FITRAH DIRI menjadi MANUSIA SEUTUHNYA UNTUK MENGEMBALIKAN JATI DIRI BANGSA
    Salam Cinta Damai dan Kasih Sayang ‘tuk Sahabat Sahabatku terchayaaaaaaaaaaaaaank
    I Love U fullllllllllllllllllllllllllllllll

    ______
    ~noe~:
    salam damai buat sodaraku sekalian alam🙂

  30. KangBoed Says:

    SALAM ATUH BUAT KANG SAPI DELMAN DAN KANG SUPARMAN TI GARUT
    SALAM SAYANG TI BANDUNG

    ______
    ~noe~:
    lha kan benar…
    duet lagi 😀

  31. elmoudy Says:

    wah ceritanya rada-rada unik
    biasanya kisah fabel itu antara si kancil dengan buaya
    atau si kancil ama pak tani
    naa.. ini di tikus ama serigala
    berantem… serigala mati n tikus kekenyangan makan daging serigala
    waaa… ni nyindir sapa seeeh
    sapa yg jadi tikus.. sapa yg jd serigala
    n sapa pula tu singa…
    gw pikir2 duluu ah
    hehhee.. nice story

    ______
    ~noe~:
    biar ndak terlalu berat, ini bukan sindiran atau anekdot kepada pihak tertentu.
    hanya merupakan analogi utk memodelkan satu kasus🙂
    elmoudy rupanya pemikir juga. ati2 cepet tuwa lho

    • elmoudy Says:

      hhahhahaaa…..
      iya neh… gw ngrasa udah tua renta
      payyyaaaahhhh….
      pengen hiipppi hipppppiiiii hurraaaaa

      ______
      ~noe~:
      yang penting happy
      harus dijaga kehappyan itu🙂

  32. rigih Says:

    ntar dulu…masih agak binun menarik benang merah dari semua kisah ini…
    spidermen, supermen, gam, tikus, serigala, macan…
    mungkin pertanyaanya : siapa yang bodoh, siapa yang dibodohi, dan siapa yang membodohi?

    [sambil nunggu trilogy, tetralogy, pancalogy -> halah]

    ______
    ~noe~:
    ini adalah cerita tokoh-tokoh yang pintar termasuk penceritanya🙂
    jadi tidak ada yang bodoh di sini. kekalahan hanyalah akibat dari usaha yang belum berhasil.
    emange pram plus andrian pake tetralogi😛

  33. Yessi Says:

    aku datang…
    hehehhehe…

    serigalanya habis berapa hari tuw…
    tikusnya punya kulkas ga? xixiixiix…

    ______
    ~noe~:
    habis ma macan
    ndak tersisa🙂


  34. duuu…hh Mas Noe, kalau disuruh bikin postingan kreatif tinggi gini, pasti saya nggak bisa……….
    penuh dengan muatan hikmah dan pelajaran hidup……….
    hebat………hebat……….
    Salam.

    ______
    ~noe~:
    jadi tersanjung.
    tapi lebih ke kreatif tinggi tadi itu.
    bisa jadi karena kalimat yang dipakai pada artikel ini tumben bukan diriku banget sehingga sangat tidak mudah dimengerti. dan biasanya di tengah ketidakmengertiannya akan artikel itu, langsung disimpulkan bahwa ini artikel kreatif tinggi😀
    semoga tidak ya bunda🙂

  35. Cak Win Says:

    Wah jadi ngiri sama mas Neo, bikin critanya kreatip banget😀

    ______
    ~noe~:
    diriku ngiri sama dirimu, cak.
    bagaimana bisa paham sebegitu banyak script🙂

  36. muamdisini Says:

    hmm..nice post gan…
    pesannya dapet…

    lagi-lagi sebuah pembelajaran hidup dari mas Noe…
    saya harus banyak belajar….

    ______
    ~noe~:
    saya juga masih harus banyak belajar.
    artikel ini bukan tuntunan, melainkan wacana untuk didiskusikan, barangkali ada yang tidak cucok.
    thanks, sob

  37. Abdi Jaya Says:

    mas noe, dari cerita di atas, Indonesia kayaknya gak ada yang tepat dianalogikan dengan tokoh-tokoh di atas. Karena pemerintahnya nrimo aja. Kalo bahasanya Mas Noe “dingin dan bijak”😀

    ______
    ~noe~:
    betul jack, ini bukan analogi orang per orang, tokoh per tokoh.
    melainkan analogi pemodelan dari suatu sistem yang mengidentifikasi faktor penyebab kalah menang dalam proses berusaha.

  38. ekaBelog Says:

    two thumbs….

    ______
    ~noe~:
    three thumbs…
    hopoo kuwi😆


  39. Suparman hanya menang kalo di Indonesia hehehe

    ______
    ~noe~:
    di sini juga kalah mbak. dalam persaingan bisnis. biasanya mereka bergerak di sektor informal dalam skala kecil dan menengah saja. tergerus oleh laju roda jaman.


  40. Saling membutuhkan dan saling membantu.
    *sambil kipas-kipas sate singa*

    ______
    ~noe~:
    satenya siapa yang nyunduki?

  41. mel Says:

    dongeng anak balita yah?..
    tp ternyata artinya dalem cuy,,,,
    nrimo..gpp asal nrimo yg bener,,kalo nrimo tp yg salah,,ya ga bgt tuh

    ______
    ~noe~:
    balita : di bawah lima puluh tahun🙂
    nrimo ing pandum

  42. D3pd Says:

    Haa, gambar dan postingan yang keren ^_^…V

    ______
    ~noe~:
    gambar mana yang keren, sob ?

  43. hellgalicious Says:

    komen dulu baru bacaaaa

    ______
    ~noe~:
    monggo mas🙂

  44. Daniel Says:

    saya dukung si Bolang, huahuahua..
    kocak mas..

    ______
    ~noe~:
    bolang itu macem2 lho.
    tergantung daerah mana yang lagi jadi setingan film🙂

  45. Daniel Says:

    topeng monyet itu si bolang bukan?

    ______
    ~noe~:
    emang dasar penggemar si bolang tenan😛

  46. perigitua Says:

    haddiirrr….
    malam2 mengunjungi sahabatku sayang… adakah secangkir kopi tuk menghangatkan badan…

    cu…….

  47. alamendah Says:

    ternyata ada sekuelnya, ya?

    ______
    ~noe~:
    ndak ada mas.
    sudah habis😛

  48. Daniel Says:

    Mampir lagi untuk berkomentar, hmm…
    malem-malem blogwalking…
    salam sahabat…

  49. Den Mas Says:

    Mohon maaf mas noe, sedang dalam rangka kejar setoran, agar bisa mudik. hiatus hiatus hiatus:mrgreen:

    nanti kalau sudah longgar tak baca borongan😀

  50. idana Says:

    perasaan kmrn udah komen…koq nga ada yaa
    lanjut aja deh…

    ______
    ~noe~:
    pake apa, non?
    opera?

  51. SQ Says:

    mungkin saja, hal itu berhubungan dengan arogansi dan emosi hingga terburu-buru mengambil keputusan. tapi kalau mellangkah salah pun, (dalam kasus indonesia), tak apa, itulah bagian dari pengalaman. tapi dalam kasus serigala, sebaiknya jangan dah..hehehehhe🙂

    ______
    ~noe~:
    bagian dari pengalaman🙂
    jadi inget target tim olahragawan kita di suatu event : mencari pengalaman🙂
    ndak nambah2 lagi targetnya.
    semoga yang berhubungan dengan kedaulatan tidak lagi mencoba2 cari pengalaman

  52. Zippy Says:

    Wedew, gak ikutan dari Episode 1, jadi kurang “ngeh”, xiixixi…..
    Btw, salam kenal aja ya mas🙂

    ______
    ~noe~:
    kenapa ndak ikut?
    gratis kok


  53. Assalamu’alaikum,
    Tulisannya sangat bagus, mencerminkan kepandaian penulisnya.

    ______
    ~noe~:
    terimakasih.
    namun sementara ini kepandaiannya masih dalam taraf ndobos🙂

  54. Zulhaq Says:

    ha ha ha
    muncul juga bagian dua tentatg spider sama super
    salam spider, salam super!!!

    well, ngomong masalah GAM, kok bisa yah disetrakan dengan NKRI??? *geleng geleng saza*

    malasyia? yah. mudah2an pemerintah kita semakin bijak dan bisa melihat situasi, jangan sampe kejadian timor timur terulang lagi!!!

    kalo tikus kantor sama srigala jalanan ceritanya gimana om? hi hi hi

    ______
    ~noe~:
    tikus kantor dan serigala jalanan adalah kawan sejati.
    bisa dilihat dari konspirasi pembunuhan nasrudin🙂

  55. pinkcutez Says:

    ga nyaMbunG aH…

    *bingung*

    ______
    ~noe~:
    pegangan🙂
    jangan cepat menyerah ya, nanti cepet pikun😛


  56. siang sahabat
    blue datang menyapa serta memberi semangatttttt
    salam hangat selalu

    ______
    ~noe~:
    salam hangat juga, blue

  57. Septa Says:

    gue bilang mantap aja deh, boleh kan…?

    he he he he😀

    SALAM

    ______
    ~noe~:
    boleh boleh
    aman kok🙂


  58. iya yah.. jgn2 semua klaim maling kurang ajar itu cuma mau bikin konsentrasi kita terpecah…
    kok ndak nyadar, ya kalo ndak dibilangin sama om noe.
    aduh…. harus banyak2 jalan di blog ini nih kalo mau tetep sadar.

    om, kritisi puisi yang baru ku post, ya…

    ______
    ~noe~:
    siap ke tkp🙂

  59. AeArc Says:

    hihi.. keren kang!! baca lagi ahh

    ______
    ~noe~:
    ahhh…
    kenapa diriku ndak pernah maen ke sana lagi ya…

  60. Dhanie Says:

    hhhmmm.. yang ini lebih berat dari spiderman vs superman dech.. *mikir*😀


  61. […] ingat dengan cerita Spiderman vs Superman dari ~noe~? Salah satunya berkisah strategi SunTzu tentang bagaimana memancing macan turun gunung, […]


  62. There are actually numerous particulars like that to take into consideration. That could be a nice point to deliver.


  63. What can be the ideal Joomla template for a magazine or feature wire service?


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: