Mulyo, Muspro, lan Ciloko

“Anda masih bisa tertawa lepas,” sindir seorang bule.

”Emang kenapa, bro?” tanyaku, tentu saja dengan bahasa Tarzan. Aneh, bahkan Tarzan sendiri belum tentu mudheng dengan bahasa yang dibilang bahasanya.

”Orang Indonesia suka tertawa, bahkan dalam kondisi yang tidak patut untuk tertawa.”

Diriku terdiam sejenak. Mencoba merenungkan teguran dari si bule itu.


Memang di waktu senggang dari aktivitas kami, biasanya diisi dengan obrolan santai dan tentu saja dengan bumbu candaan, guyon kere, bahkan kadang terlepas keterbahakan. Dan itu sudah membudaya. Dalam kondisi apapun.

Sangat berbeda halnya dengan orang kaukasia yang selalu bertampang serius dalam segala hal, termasuk lawak sekalipun. Coba ingat, adakah tampang ekstra-ekspresi pada film Friends, Ally Mc Beal, atau Cosby Show sekalipun? Sedikit ekspresi dari bintangnya cukup bisa diterjemahkan sebagai kelucuan, ketololan, dan pemicu tertawa lainnya. Entah karena otot mereka lebih keras atau memang budaya lawaknya yang berbeda. Namun anehnya kita juga tertawa dengan lawakan versi mereka.

Termasuk sekarang. Ini adalah situasi gempa besar di Jogja; tongkrong di salah satu puingnya. Dan kami masih bisa terbahak setelah berpeluh menyingkirkan brangkal atau mengevakuasi korban ke posko.

Dan diriku kembali merenungkannya. Haruskah?

”See? Bagaimana bisa?”

”Bro, jangan salah pengertian. Tertawa adalah bagian dari pelemasan urat kami. Sehingga tidak ada maksud untuk bergembira di atas penderitaan orang lain, atau bahkan menertawakannya. Itu tetap saja keji.”

Kami tertawa hanya untuk melepas stres, karena menurut ilmu cakruk kami, stres itu ada tiga macam :

1. stres mulyo, yaitu memikirkan diri sendiri yang sedang stres hingga kita bertambah stres. Menjadi mulia karena kita sangat berempati dengan diri kita yang sedang dirundung stres.
2. stres muspro, yaitu memikirkan orang lain yang sedang stres dan kita ikut menjadi stres. Ini stres yang sia-sia karena hasil kestresan kita tidak akan bisa membantu orang lain yang sedang stres itu.
3. stres ciloko, yaitu memikirkan orang lain yang tidak stres dan kita menjadi stres karenanya. Ini adalah stres yang bikin celaka, karena orang lain saja tidak memikirkan dirinya sendiri dan happy-happy saja, kenapa kita yang menjadi stres???

Nah, untuk menghindari stres itulah kami akan selalu tertawa dan terus tertawa untuk mempertahankan emosi dan perasaan kami di lingkungan yang sulit ini, agar tetap bisa fokus kepada logika, tetap bersemangat dalam beraktivitas, dan tentu saja supaya tidak menjadi terhanyut dalam suasana yang bisa meruntuhkan moral kami.

______________________________________________
*Memori pada saat diriku berada dalam posko gempa Jogja 2006 ini terlintas manakala gempa bumi kemarin menimbulkan korban lagi.

Mengucapkan turut berduka cita kepada korban gempa di Tasikmalaya. Semoga semua cobaan yang ada ini bisa dihadapi dengan ketulusan dan ketabahan hati yang lapang. Yakinlah bahwa Tuhan tidak akan memberi cobaan di luar kemampuan kaumnya.

Explore posts in the same categories: Ngomyang

Tag: , , ,

You can comment below, or link to this permanent URL from your own site.

69 Komentar pada “Mulyo, Muspro, lan Ciloko”

  1. bibit m Says:

    Ngapling petromaaaxxx bisa gak …?

  2. bibit m Says:

    Tambah 4) stres bolo-bolo …. tarweh sandalnya ilang or ketuker, lalu … sandal org2 diumpetin aja … biar stres-nya bareng2 … he3
    (turut berduka cita atas saudara2 korban gempa)

  3. bri Says:

    __met sahur noe….nanti kesini lagiihbri..sahuur dullu__

  4. bri Says:

    __noe ilmu cakruk teh naon??aia2 deui euy…hahay__
    ____ibu pertiwi jangan menangis lagih..pliss__
    __sdh bnyk yg menangis…bumi kenapa marah terus??__

    __noe selamat berpuasa yg ke14 daribri…__

  5. bri Says:

    __tapijgn bnyk ketawa jugakan??nanti logikanya ilang__
    ____hahay..ketawa ituh berarti relax ia??____
    __noe dah saurr blmm….aio sahur lah..banguun__

  6. ~noe~ Says:

    ngetes pake hp baru nan bagus.
    selamat imsakkk…

  7. endar Says:

    jangan ada gempa lagi dan bencana lagi. kenapa beberapa tahun belakangan ini banyak sekali musibah menimpa kita?

  8. nakjaDimande Says:

    semoga kita bisa bersahabat dengan gempa.. jadi bila rumah roboh, kita masih bisa tertawa.. lalu bergerak lagi berusaha membangunnya kembali. bila gempa menyebabkan kehilangan orang tercinta kita bisa tersenyum dan berucap “tenanglah, aku akan menyusulmu juga tak lama lagi..” mohon pada Allah hadiahkan kekuatan itu pada kita. amin


  9. sepertinya si bule itu kena stress yg no..3 ya Mas Noe.
    Kita emang masih bisa tertawa dlm kesedihan, krn kita selalu berbaik sangka padaNYA, Sang Pencipta.
    Gempa di Tasikmalaya ini adalah teguran drNYA, agar kita bersahabat dengan alam.
    Turut berduka utk korban gempa.
    Semoga Allah swt selalu memberi kan kita kekuatan , amin.
    Salam.

  10. 'dee Says:

    he he he… aku pernah dengar, lupa dimana, statement yang mengatakan bahwa kondisi dimana orang indonesia selalu tertawa dan ‘mentertawakan’ situasi, seburuk dan sepahit apapun itu adalah justru bagian dari kebijakan orang- orang indonesia.

    pasrah, tertawa, mentertawakan diri sendiri dan situasi… itu memang gaya orang indonesia kan?

    dan aku sendiri sebetulnya sepakat, tidak ada yang salah dari hal tersebut. bisa jadi memang benar bahwa hal itu justru menunjukkan kebijakan. hal yang pahit dan buruk yang sudah terjadi tak kan menjadi lebih baik jika terus menerus digerutui, atau ditangisi… tertawa mungkin bisa meringankan beban, dan setelah itu… bisa bangkit dan berjuang kembali menata keadaan dan hidup…

    salam,

    d.~

  11. guskar Says:

    Hampir semua aktivitas yg kita lakukan tak terlepas dari ngguyu (tertawa). Ketika datang ke acara kematian, di sudut halaman kita dengar orang pada ngguyu. Gotong royong membersihkan puing2 bekas bencana pun dilakukan dengan ngguyu. Apalagi ketika di suatu kegembiraan, ketawa ada di mana-mana.
    Bangsa yang besar adalah bangsa yang dapat membuat rakyatnya tertawa terbahak-bahak (paling tidak) tiga kali sehari. Ayo tertawa sebelum tertawa itu menjadi barang langka.
    Ini salah satu penggalan lagunya budhe Waldjinah taon 70an : “Ayo ngguyu……..(ha..ha..ha..),ngguyu meneh……… (ha..ha..ha..),yen ngguyu lha aja seru-seru….”

  12. Agnes Sekar Says:

    Selamat siang Noe, Tertawa lepas membuat hati lega, Itulah yang akan menyembuhkan tubuhmu dan menyegarkan tulang-tulangmu. Jangan tinggalkan tertawa Noe, karena manfaat tertawa sangat besar, dengan tertawa kita dapat terhindar dari prasangka buruk orang lain. Terima kasih postingannya, Sukses untuk anda.

    Regards, agnes sekar

  13. mel Says:

    mungkin krn org indonesia terlalu banyak tertawa , dikirain malaysia kita itu gak bakalan marah walaupun pulau ama budaya di ambil…
    gitu kali ya,,,

  14. D Says:

    Kenalin ama bulenya donk…😉 aku punya pak le juga yang masih bujang wkwkwkwk…

  15. oRiDo™ Says:

    turut berduka cita juga untuk gempa di tasik yang mengguncang jawa..
    saya di kalimantan cuma bisa mendengar dari berita saja..

    semoga bisa segera pulih kembali..

  16. arkasala Says:

    saya kondisi sekarang termasuk yang pertama. Stres karena mikirkan tekanan yang tidak luar biasa alias tekanan rutin he he. Stres karena kebosanan. Sepakat Kang ~noe~ (kali ini aku gak salah eja lagi he he) bilang ketawa aadlah obatnya. Termasuk senang mendengar alunan gending jawa yang kudengar mengiringi langkah barusan di Mall Delta Surabaya. Tumben-tumbenan. Kala itu saya jadi teringat artikelnya DenMas yang tadi pagi sebelum jalan aku sempet baca dulu. Eh aku ketawa dan stresku jadi ilang. Pulang kerumah mampir deh kemari.
    Trims Kang, atas simpatinya. Keluarga di Tasikmalaya alhamdulillah selamat, hanya sedikit bagian rumah depan yang rontok.
    Salam

  17. julie Says:

    kalo ga pernah stress istilahnya apa kang?


  18. blue boleh tertawa saat ini sahabat?
    salam hangat selalu


  19. denyar termasuk stress type apa ya??
    tapi, menurut denyar ketawa adalah cara orang indonesia untuk jadi orang bahagia di tengah-tengah hidupnya yang susah utnuk dibilang bahagia.

  20. kawanlama95 Says:

    entahlah pak aku lahi strees apa, yang jelas aku lagi males nulis entah, stres apa tuh .selamat berbuka


  21. masih syukur bisa tertawa…

  22. itempoeti Says:

    stress gara2 baca postingan juga bisa…
    wakakakakakak…😀

  23. Zippy Says:

    Hihihi, ia juga sih…
    Orang Indonesia suka tertawa saat kejadian apapun, walaupun tiap tertawa mempunyai maksud N tujuan berbeda…
    Dari raut mukanya pun berbeda, mana tertawa karena lucu, mana karena sedih, mana tertawa karena merasa aneh, hehehehhe….
    But, tertawa obat jenuh🙂

  24. morishige Says:

    sebenernya bule itu emang bener2 serius atau sok serius, sih bro?:mrgreen:
    orang timur memang identik dengan senyumnya yang mengembang… lagian, senyum itu katanya ibadah bukan?:mrgreen:

  25. geRrilyawan Says:

    saya mau tertawa dulu biar nggak stres…lha wong bangsa kita memang seneng guyon lho. lihat itu berapa banyak acara lawakan di tivi.

    asal jangan tertawa terus…nanti dikira kenthir hehehe…

  26. edda Says:

    Haduh, biasanya c stress muspro. Btw, ntu bhasa jowo atw bhasa mana?

  27. Nisa Says:

    aa…. ku… aku… aku… aku… kalo stress masup yang mana ya.. ^^v

    *

    turut berduka juga…

    saya ini lho pak jadi kuatrookkk… di kontrakan gak ada tipi, gak beli koran, masih kesulitan buat akses internet, T_T jadinya ketinggalan berita mulu…

    saya cuma denger2 dari orang biasanya =,=


  28. Ayo ketawa……………………….ketwa itu bagian dari olahraga

  29. alamendah Says:

    Setuju mawon, Kang. Urip kang wes susah ra usah dipikir nganti tambah susah. Ra bakalan dadi mulyo yen malah tambah stres!

  30. made gelgel Says:

    turut berduka cita atas korban gempa tasikmalaya

  31. marsudiyanto Says:

    Semoga komentar saya ini termasuk komentar yang tidak muspro, tapi jadi komentar yang mulyo…😀

  32. soulharmony Says:

    yup,…orang Indonesia memang senang tertawa meskipun dalam kondisi yang lain berduka

  33. SQ Says:

    Yup. Saya ikut berduka pada korban gempa Tasikmalaya. Kebetulan saya posting hal yang berkaitan…mmm…orang2 bule ya?
    candaan mereka biasanya bersifat sarkastik, tajam, menghunus dan menghina. buttt..thats the weird thing that they really enjoy it.

    mungkin..joke mereka bisa kita tertawai tapi kalau menimpa kita..gak jamin de kalau ngak tersinggung. contohnya saya tambahin ya mas: sepeti friend & the nanny.

    tapi kelebihan mereka juga, mereka cenderung memuji blak2n tanpa basa-basi. kalau kita memang cakep, smart, cerdas, en supel, mereka bilang kita “u’r nice and great”.

    sebaliknya, mereka bakal bilang kita “u’r really awfull” bila memang ngak skillfull. (didapat dari riset berteman 6 bulan dengan seorang bule perempuan) Huelehh..😆

    salam qolbu🙂

  34. elmoudy Says:

    tertawa dalam situasi yang sulit… tentu butuh kesabaran n ketabahan yg tinggi.

    saat gempa telah usai n banyak yg terserak… tawa sepertinya sangat sulit terjadi. Luar biasa….

  35. Mahendra Says:

    mulyo, muspro opo ciloko…
    intine tetep streeeeeeeessssssssssss…….

  36. jkwi Says:

    weleh….weleh….

  37. bocahbancar Says:

    HHmm……..Tertawa (stress mulyo)🙂

    Salam semangat selalu Mas,…


  38. Assalamu’alaikum,
    Bencana alam memang membawa kesedihan dan luka yg mendalam, tapi kita harus terus melanjutkan hidup, sabar dan tawakal, serta berusaha bangkit dari musibah adalah yg terbaik. (Dewi Yana)

  39. julie Says:

    kang noe..
    knock knock


  40. blue datang sahabat
    jangan pernah marah yah saat blue selalu ambil postinganmu tuk jadi lembaran surat di postingan blue
    salam hangat selalu

  41. D3pd Says:

    Injeh-injeh-injeh, ^_^…V

  42. kezedot Says:

    selamat malam bang
    aku datang nich
    salam dalam 2 musim


  43. senyunm itu ibadah
    kalo tertawa?

  44. kyaine blog Says:

    nandi ae noe..
    kabarmu mulyo2 wae kan?🙂

  45. Zulhaq Says:

    tersenyum itu memang harus dan selalu, mau di protes atau di sindir, gak ada masalah. bukankan tuhanmengajarkan untuk senyum dalam kondisi apapun? karena senyum merupakan wujud dari rasa syukur atas apa yang di dapati🙂

    turut berduka cita juga untuk semua korban gempa

  46. guskar Says:

    iki wis ganti gravatar, tp kok durung ngetok ya…🙂

  47. kawanlama95 Says:

    pak saya stress , abis bapak kok sekarang jarang berkunjung kesaya seeh pak

  48. nenyok Says:

    Salam
    Katanya tertawa sebenarnya menunjukkan kemampuan psikologis seseorang untuk menyeimbangkan beban yang ada, weell kesetimbangan dan keseimbangan kali ya, tertawa juga menunjukkan optimisme dan perencanaan kesehatan mental yang proporsional,pastinya tertawa merupakan pilihan hidup. Masalah ga akan selesai jika diliputi kemurungan dan penyeselan terus menerus, sediakanlah hati untuk gembira dan tertawa sejenak. Asal jgn tertawa tanpa sebab kali ya he..he..

  49. Andi Says:

    yang jelas, tertawa itu gak baik kalo dipraktikkan secara berlebihan…🙂
    salam kenal…


  50. I’m so happy to read this. This is the kind of details that needs to be given and not the random misinformation that is at the other blogs. Appreciate your sharing this best doc.


  51. No problem, and further more if you want update alerts from this site at that time you must subscribe for it, it will be a suitable for you Jackson. Have a nice day!


  52. I do`t regret that spent a few of minutes for reading. Write more often, surely’ll come to read something new!…


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: