Catatan Kaki Posko

laporan posko”6,8 SR, pusat gempa 200 kilometeran tenggara Wonosari. Marai kagol arep turu.”

Begitu bunyi sms dari teteh jam 23:24WIB semalam.

Semoga tidak berakibat parah karena trauma akibat kegempaan tahun 2006 lalu belum lagi hilang.

Gempa semalam mengingatkanku kembali kepada bencana gempa Tasikmalaya yang tanpa terasa hampir seminggu berjalan. Ribuan orang kehilangan tempat tinggal dan mengungsi ke mana saja asal dijauhkan dari tempat yang berpotensi bencana. Tiada yang lebih menyedihkan selain kehilangan tempat berteduh sekaligus sanak saudara. Barangkali hanya rasa dan tindakan kesetiakawanan saja yang masih bisa menjadi motivasi para korban untuk tetap bertahan hidup dan merintis kehidupan baru.

Di bencana kali ini, ada perasaan kehilangan pada diriku saat hanya bisa mendengar dan melihat sekaligus melewatkan momen untuk bisa mengikat diri dalam satu rasa dengan mereka; berinteraksi dan saling mengisi kekosongan hidup untuk menjadi hikayat yang penuh makna.


Karena tempat dan ikatan waktu, diriku hanya bisa berbagi sedikit pengalaman dari bencana gempa serupa di Jogja saat kami memegang posko yang lumayan besar dalam lingkup dua provinsi. Ini hanya pengalaman pribadi, di luar textbook penanganan bencana alam yang sudah banyak bertebaran di berbagai sumber.

Ada beberapa tahapan yang kami lalui pada saat itu.

1. pertolongan pertama setelah bencana
Posko darurat langsung dibentuk, apapun bentuknya. Prioritas pertama adalah konsolidasi semua unsur posko, lantas berkoordinasi dengan berbagai instansi terkait, termasuk di dalamnya kepolisian dan TNI, serta lembaga pendidikan untuk mitigasi pascabencananya. Pada saat itu posko kami disupport oleh MIPA UGM dalam kegiatan mitigasinya. Jika pada saat koordinasi itu kita dicuekin, jangan terlalu dimasukkan hati karena situasinya memang sedang kisruh.

2. 3 hari pertama pascabencana
Kondisi para korban adalah hidup di tempat pengungsian yang umumnya berupa tenda. Beberapa memanfaatkan bak truk. Beberapa lagi memakai pos siskamling. Bangunan yang masih utuh tidak menjadi pilihan karena adanya trauma yang sangat.

Jika siang sangat panas, sebaliknya pada malam hari sangat dingin. Apalagi jika turun hujan.

Kebutuhan yang paling urgen pada 1 sampai dengan 3 hari pertama adalah
i. tenda, syukur-syukur gubuk dari gedhek.
ii. obat-obatan. Jangan sampai luka kecil yang diderita oleh korban menjadi bertambah parah hanya karena tidak diobati.
iii. makanan siap saji, misalnya nasi bungkus atau roti atau buah-buahan sangat diperlukan dalam kondisi yang masih sangat tidak stabil ini. Prinsipnya untuk menyambung hidup dulu. Ingat, manusia ditakdirkan untuk menelan makanan tiap hari. Satu hari saja lewat, fungsi dari beberapa organ akan langsung terganggu.

3. 3 hari sampai 1 minggu
Kebutuhan hidup korban sudah mulai bergeser. Makanan siap saji (khususnya nasi bungkus) sudah hampir tidak dibutuhkan karena mereka sudah mulai bisa mencari dan mengumpulkan kembali peralatan rumah tangga yang masih tersisa. Khususnya alat memasak.

Pada tahapan ini, korban bencana lebih membutuhkan bahan mentah sembako yang bisa disimpan lebih lama. Tentu saja bantuan kompor dan alat memasak lainnya sangat dibutuhkan juga.

Selimut/ baju hangat dan peralatan MCK, termasuk di dalamnya pembalut wanita, sudah sangat dibutuhkan mengingat kondisi fisik yang bergelut dengan udara luar sudah mulai jauh dari higienis.

Jangan pernah menganggap para korban itu sombong karena tidak mau menerima bantuan barang tertentu, tetapi kebutuhan yang sudah mulai bergeser menyebabkan mereka harus bergerak maju, tidak melulu mengandalkan bantuan tahap sebelumnya.

4. 1 minggu lebih
Para korban sudah mulai bergerak untuk merencanakan apa yang akan diperbuat dengan kondisi tempat tinggalnya. Pada periode ini, mereka membutuhkan bahan bangunan darurat yang bisa dipakai sebelum tempat tinggalnya bisa dibangun seperti sedia kala. Bambu gedhek adalah bahan yang paling favorit. (Sungguh aneh, tanaman yang tidak diinginkan tumbuh di pekarangan langsung menjadi komoditi unggulan di saat-saat yang menentukan. Ini yang menyebabkan tanaman bambu akan segera punah).

Bantuan sembako, obat-obatan, dan baju hangat tetap dibutuhkan selama status mereka adalah pengungsi bencana.

Pada tahap ini, baru terasa bahwa debu yang sangat padat akan menjadi masalah untuk saluran pernafasan, khususnya anak-anak. Masker barangkali bisa membantu meskipun sebetulnya bisa diganti oleh kain apapun. Air akan sangat berguna jika bisa digunakan untuk menyiram reruntuhan bangunan.

5. 2 minggu ke depan
Seharusnya pada masa ini, tahapan program recovery dari pemerintah dan organisasi swadaya sudah bisa menjangkau ke seluruh lokasi bencana, karena proses mitigasi sudah selesai dan bisa dipakai sebagai acuan penanganan.

Namun perlu diingat bahwa hal di atas tidaklah serial, karena bantuan yang disalurkan biasanya tidak bisa serta merta merata. Kemajuan tiap lokasi pengungsian akan sangat berbeda dengan lokasi lain, tergantung dari kecepatan tahapan bantuan.

Ada beberapa fenomena yang diriku tangkap dalam bencana gempa.

1. jangan menjadikannya sebagai lokasi wisata bencana, berfoto-foto narsis adalah tindakan yang arogan.
2. jangan terlalu banyak mengumpulkan donasi berupa pakaian pantas pakai, kecuali pakaian hangat.
3. jangan sering-sering menghubungi sanak saudara yang sedang di pengungsian via ponsel karena itu menyebabkan batere mereka cepat habis sedangkan listrik biasanya padam. Berdoa dan sabar menunggu kabar adalah jalan yang bijaksana jika kita tidak bisa berbuat sesuatu untuk mereka.
4. posko mandiri yang bingung ingin menyalurkan bentuk sumbangannya dalam wujud apa atau ingin bergerak di mana, sebaiknya menginduk saja dengan posko resmi dari pemerintah. Atau minimal menginformasikan bahwa posko anu meng-cover daerah anu dalam bentuk anu, sehingga penyaluran bantuan tidak tumpang tindih.
5. situasi pascabencana sangat rawan dimanfaatkan tangan-tangan jahil. Untuk itu, identitas dan status keberadaan kita di lingkungan tersebut harus jelas.
6. ada lokasi bencana yang terisolir dari bantuan, dalam arti setiap bantuan yang datang sudah habis duluan dicegat oleh mereka yang lokasinya dekat dengan jalan besar. Untuk itu diperlukan kerjasama dengan aparat dan warga setempat untuk mengatasinya. Jika memang terpaksa ingin menyalurkan bantuan ke lokasi terpencil, jangan memakai mobil bak terbuka (pickup) untuk mengangkutnya, karena ini rawan penjarahan.
7. ada korban yang tidak berada pada lingkungan bencana. Maksudnya, di lokasi tersebut hanya segelintir orang yang menjadi korban. Kadang mereka malah luput dari perhatian kita, padahal secara moril, cobaan mereka lebih berat karena harus tinggal di tenda di antara rumah-rumah yang masih tegak. Sedangkan sifat narsis kita adalah menyasar ke lokasi besar saja.
8. ada lokasi bukan korban tetapi terkena ekses dari bencana. Yaitu lokasi yang akses keluarnya adalah lokasi yang tertimpa bencana. Mereka menjadi terisolir meskipun lokasinya sendiri tidak dikategorikan korban. Ini juga membutuhkan bantuan.
9. terakhir, yang membuat keki adalah posko yang membawa bendera sponsor besar. Biasanya mereka membuat posko di satu area dengan berbagai macam umbul-umbul dan selebaran tentang kepedulian perusahaan sponsor itu dalam bencana ini. Sedikit saja mereka bergerak, kawalan aparat dan voorider disertai sirine dan mobil penuh branding produk seakan-akan serombongan malaikat kasih yang sedang menolong yang ringkih. Dan ini sangat menyebalkan.

Mohon maaf agak terlambat memposting.
Menjadikan tulisan ini bergaya bahasa kaku, terburu-buru, dan terlalu panjang. Namun, demikianlah sekilas info untuk saudaraku yang sedang dan ingin berbuat sesuatu, terlebih membuat posko mandiri yang dirasa lebih afdol dalam penyalurannya. Jangan sampai niat mulia ini menjadi mubazir hanya karena ketidaktahuan kita tentang tahapan keadaan korban bencana dan kebutuhannya.

Salam…

Explore posts in the same categories: Ngomyang

Tag: , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , ,

You can comment below, or link to this permanent URL from your own site.

130 Komentar pada “Catatan Kaki Posko”

  1. arkasala Says:

    pertamaxxxzzz dulu Kang ~noe~

  2. arkasala Says:

    Alhamdulillah ada petunjuk yang detil dan bermanfaat sekali. Komentarnya mungkin hanya minta ijin untuk diprint aja yang akan saya kirim ke saudaraku di Ciamis (maklum dia nggak pernah menjamah internet hehe) . Karena kawan saya ada yang masih berjaga-jaga khawatir ada gempa susulan.
    Untuk yang di Jogja, saya turut berduka kang.
    Trims Kang, atas petunjuknya yang cukup detil menurut saya. Salam

  3. ~noe~ Says:

    kang yayat, makasih utk apresiasinya.
    ini informasi bagi kita yg aktif di dunia maya dan bagi mereka yang masih gamang untuk terjun langsung.
    sedangkan untuk mereka yang sudah ada di lokasi di lapangan kejadian, diriku pikir mereka sudah lebih mengerti kondisi realnya.
    jadi malu sendiri🙂

  4. marsudiyanto Says:

    Bumi kok soyo tuwo…

  5. Andri Says:

    wah penjelasan yang complite banget.. thanks lah.. ini bisa jadi sebuah gambaran buat kita semua.. ^^

  6. guskar Says:

    aku arep melu-melu kang yayat noe..
    tulisan ini lengkap dan detil banget, perlu disebarluaskan ke teman2 terutama dalam hal pemberian bantuan kepada para korban. selama ini, kami asal2n saja mengumpulkan barang2/perlengkapan yg akan disumbangkan.

    • ~noe~ Says:

      maturnuwun, gus.
      tapi ini belum menyentuh konten program posko antara lain seperti komeng mbak agnes di bawah. tentang sisi psikologisnya. jadi mung mbahas masalah materi saja.
      tapi semoga bermanfaat…

  7. Yessi Says:

    semoga bantuan yang diberikan benar-benar bermanfaat pada orang yang tepat..
    tulisanmu bisa jadi panduan, bro.. mantabs😉

  8. nakjaDimande Says:

    lengkap noe..! ini namanya narablog sejati turun dari tahta untuk lakukan perbuatan nyata.. siipp..!!!

    semoga musibah ini tak berlanjut, tapi akan bundo ingat uraian noe ini bila suatu saat terjadi lagi disini.. semoga ALLAH selalu melindungi kita semua. amin..

    • nakjaDimande Says:

      terlalu arogankah bundo klo OOT dikit : perubahan avatar ini sudah disetujui ~teteh~? bundo kenapa kok agak sedih ya, serasa bukan noe.. mungkin karena belum biasa🙂

      • guskar Says:

        iya tuh bun.. avatar yg dulu unik :
        4 Tak, OHC
        cair (radiator)
        124.7 cc
        58 x 47.2 mm
        11.0 : 1
        5 Speed
        saya lg mencoba memecahkan “misteri” angka2 tsb, eh keburu diganti..🙂

      • ~noe~ Says:

        tadinya cuma mencoba-coba menu. ternyata sudah kadung ke-save dan file avatarnya entah ada di mana. ini temporer dan diriku sudah menyiapkan separo wajah untuk avatar juga😛
        jika bundo tampak samping kiri, guskar samping kanan, diriku nanti setengah dari depan saja, entah itu yg kanan atau kiri.
        kayanya lagi trend pose menyamping ya😛

        guskar, angka2 itu tidaklah begitu penting.
        tau aja kalo ada sisik meliknya.
        makanya buruan diganti sebelum konangan🙂

      • KangBoed Says:

        weeeekekekekekekekek avataranya gaya beneeerrr

      • nakjaDimande Says:

        Klo avatarnya yg skrg dgn wujud asli suaminya ~teteh~ bundo justru senang, karena kemarin avatar dgn pic poci teh itu benar2 bikin khawatir😀

      • ~noe~ Says:

        hehe…
        ternyata itu adalah masalah prinsip ya, bundo😉
        sengaja masih diblur, soale sudah mulai melebar dari misi semula. diriku ingin menjadi anonim narablog, tetapi ternyata arus deras sedikit demi sedikit mengupas dapur.

  9. mel Says:

    intinya adalah,,,,,,,semua ini pasti ada hikmahnya.
    btw,,noe..mampir di rumah baru mel dunk,,,skalian follow yah,,ntar aq pasang link kamu dech,,janji,,,hehhe

  10. julie Says:

    nggak kaku koq kang
    masih banyak saja orang2 yang memanfaatkan diri mereka dalam bencana secara tak langsung maupun sengaja

  11. nenyok Says:

    salam
    Ini semestinya lebih difahami oleh pihak terkait, spy terkoordinasi dengan baik pula, klo soal sumbangan dr masyarakat ya memang semampunya mereka dengan apa yang dimiliki, tinggal koordinator lapangannya aja yang atur sesuai dengan kebutuhan para korban. Yang disyangkan kadangkala bantuan ini sifatnya apa ya mmmh…rame mendadak gitu ya..tp follow up dan recovery untuk jangka panjang sering terlupakan. semoga ga gitu. Amin well nice info Mas Noe…trims..

    • ~noe~ Says:

      betul, ney
      suka dadakan dan sangat tergantung dari masing2 individu. kalo ini tidak dikelola dengan baik akan banyak kemubaziran.
      tantangan terbesar justru setelah tahap recovery fisik. hampir tidak ada lagi lalu lalang angkutan bantuan yang lewat. mungkin karena anggaran sudah habis, tenaga sudah terkuras, atau konsistensi yang kurang. atau yang paling parah karena momennya sudah lewat.😦
      konsistensi posko resmi dan implementasi program pemerintah sangat ditunggu-tunggu.
      salam

  12. Agnes Sekar Says:

    Selamat pagi Noe,
    Satu hal yang jangan dilupakan Noe, karena yang terkena musibah banyak perempuan dan anak-anak apakah dalam penanggulangan bencana sudah responsif gender ?. Penjelasan diatas substansinya untuk mengingatkan serta meningkatkan pengetahuan dan keterampilan bagi pengelola P2TP2A di daerah bencana dalam upaya penanggulangan bencana yang responsif gender, seperti : bantuan-bantuan yang diberikan , sarana MCK, Tenda darurat , sarana lainnya yang responsif gender. Terima kasih postingannya.

    Sukses untuk Noe.

    regards, agnes sekar

    • ~noe~ Says:

      betul, mbak agnes
      perempuan sering tersisihkan dalam pengungsian. bukan dalam hal kesetaraan haknya melainkan dalam privacy dan kebutuhan khusus perempuan.
      di postingan di atas diriku mencantumkan bantuan pembalut perempuan sebagai simbolis responsif gender juga. tentu saja masih banyak yang perlu diprogramkan khusus untuk para perempuan korban bencana ini. minimal zone pribadi mereka terlindungi.
      salam. terimakasih masukannya, mbak.

  13. Zulhaq Says:

    tipsnya keren banget om, kayaknya sibuk banget deh. tapi salut masih sempat posting dan berbagi. benar2 jiwa pejuang, dan semangat 45!!!

    yang gak tahan ma tipsnya adalah yang point 1, gak boleh narsis. saiah kan suka kumat tuh narsisnya, makasih telah mengingatkan om he2🙂

    • ~noe~ Says:

      sebetulnya tidak masalah kita mau berfoto di sana, namun harus melihat situasinya, kalo tidak ada orang no problem, tapi minimal kita bisa minta ijin ke mereka dulu.
      zulhaq, ini kejadian saat gempa jogja. bukan di tasik. diriku hanya membagi pengalaman saja.
      salam🙂


  14. Assalamu’alaikum,
    Semoga kita semua bisa menyikapi segala bencana yang terjadi dengan penuh kesabaran dan ketawakalan, amin. Tulisan yang bagus dan lengkap. (Dewi Yana)

  15. tuyi Says:

    semoga kita selalu diberikan ketabahan..

  16. Dhanie Says:

    waduh.. kalu banyak umbul2 di lokasi posko kayaknya emang kurang oke ya.. emang tujuhbelasan..???🙂 jadinya gak mengena, harusnya umbul2 seruan bantuan itu menyebar di luar lokasi biar bantuan datang ke lokasi..
    tulisan bagus buat dipelajari oleh kita semua..🙂

  17. diajeng Says:

    Tipsnya banyak sekali tp semua bermanfaat…semoga yg terkena bencana segera pulih keadaannya🙂


  18. Harusnya kita lebih sigap menangani bencana.
    kenapa jadi terkesan distribusi amburadul:mrgreen:


  19. jangan lupa bantuan doa ya om….
    jangan terlal sibuk sama tetangga yang suka klaim2 itu.
    jadi lupa sama sodara sendiri…


  20. Hebat-hebat, baru kaliini nemuin blog dengan konten unik, kreatif dan inspirastip. Salute!!!!

  21. isnuansa Says:

    Fenomena ‘piknik’ ke suatu obyek yang muncul di televisi saya juga kurang tahu kenapa sebabnya. Ketika Magelang ada penembakan teroris orang ramai-ramai ke sana, ada bom orang juga piknik, ada gempa eh, piknik juga.

    Meskipun kecil, lebih baik jika membantu, bukan ‘melihat’. Ya nggak?

    • ~noe~ Says:

      betul, sista
      mungkin ini salah satu keingintahuan manusia saja. namun apabila tidak dibatasi justru akan mengganggu proses yang sedang berjalan.
      sala sukses untuk anda

  22. Aldy Says:

    Seharusnya penanganan musibah seperti yang noe tulis, setidaknya refensinya seperti ini. Kenyataanya banyak posko yang justru bingung mau menyalurkan bantuan, ujung-ujungnya disalurkan untuk diri sendiri.

    • ~noe~ Says:

      tidak selalu juga, aldy.
      ini hanya behind the scene, sementara konsep program besarnya sudah ada panduan resminya.
      hehe, disalurkan untuk sendiri.
      diriku masih merasa menyesal saat terpaksa makan satu biskuit di antara tumpukan bahan bantuan. itu karena situasinya yang tidak mendukung. lama tidur di jalan dan kelaperan menjadi musuh utama dalam penyaluran ke tempat terpencil. tapi tetap ada rasa sesal juga😦

  23. Indo Hijau Says:

    Saya sangat setuju dengan pendapat noe bahwa sebaiknya lokasi gempa tidak dijadikan ajang untuk piknik dan berfoto ria. Sungguh menyedihkan disaat saudara-saudara kita tertimpa bencana, kita justru berlaku Narsis seperti itu.

  24. alamendah Says:

    Soal penyaluran bantuan saya juga setuju. jangan sampai kita membuat posko tetapi ujung-ujungnya gak punya akses atau bingung mau nyalurin di mana. mending nginduk sama posko2 yang telah ada.
    Toh, mereka tidak membutuhkan tontonan kepedulian kita.

    • ~noe~ Says:

      betul sekali alam.
      kadang kita merasa lebih afdol jika bisa menyalurkannya sendiri. jika sudah tahu aksesnya sih no problem. tapi banyak juga yang asal tersalur, ada serah terimanya denga pihak korban.

  25. bibit m Says:

    Postingmu kali ini adalah yg paling bermutu … asli dari pengalaman lapangan. Aq sebenarnya ingin terlibat begitu, tp waktu, usia, tanggung jawab – ku udah lain keadaannya. Paling banter cuma ikut2an nyumbang .. meski tak besar tp kan partisipasi. Daripada yg itu .. di antara duka, msh banyak tangan jahil yg tega berbuat nista … na’udzubillah!

    • ~noe~ Says:

      hahaha…
      maturnuwun, kang.
      kalo bermutu itu sebanding dengan pengalaman lapangan, barangkali seorang filsuf akan sering ditertawakan banyak orang.
      itu foto di email tahun berapa yaaa…
      wong sepantar gitu kok😛

  26. andif Says:

    tidak bisa bayangin saya keadaan disana bro…

    • ~noe~ Says:

      betul, andif.
      kadang pada saat di sana pun kita tidak bisa membayangkan juga. baru setelah pulang ke rumah, cuci kaki, tangan, minum susu, bayangan itu akan tampak jelas sekali, bagaimana sesungguhnya keadaannya🙂

  27. Zippy Says:

    Huhuhu, gempa’x gedeeee banget….
    Ngeri…
    Liat di TV sampai segitu parah’x…

    Tapi benar, kadang kita luput dengan segelintir orang yang terkena imbas gempa…


  28. malam banget nich
    semangat berpuasa yah
    salam hangat selalu

  29. kawanlama95 Says:

    pak jarang saya baca pelan2 padahal biasany pake sistem baca cepat tapi kali ini tidak. Ini bagus untuk diposting, sebaiknya kawan2 yang baca ini. jangan melewatkanya walau sebait. Ini informatif banget, untuk kita yang belum pernah menagani bencana ataupun yang sudah terjadi. dan untuk para relawan , sponsor dan pemerintah sendiri. Selamat berjuang .

    Untuk kawan 2 sebaiknya jagan sekedar mampir ,lebih baik baca pelan dan jagan dilewatkan ini tulisan bagus banget. (contoh white Propaganda)

    • ~noe~ Says:

      terimakasih white campaign-nya🙂
      diriku masih menyesal memposting dengan gaya bahasa yang bukan guwe banget🙂
      tapi bisa jadi gaya bahasa apa adanya ini menjadikan lebih bisa dipahami secara harfiah.
      terimakasih.
      sekarang nggak pernah disekap akismet lagi🙂

  30. Septa Says:

    Semoga setelah itu kita makin dekat kepada NYA…

    salam

  31. KangBoed Says:

    Salam Cinta Damai dan Kasih Sayang ‘tuk Sahabatku terchayaaaaaaaaaank
    I Love U fuuuuuuuuuuuulllllllllllllllllll

  32. genial♂ Says:

    turut berduka cita sedalam dalamnya atas korban gempa😦

  33. Den Mas Says:

    dulu, pas gempa jogja, yagn pertama disuruh oleh pak RT adalah masak! ternyata benar, setelah gempa pagi hari, sekitar jam 11 an, masyarakat sudah membutuhkan makanan. Nasi satu dandang besar plus mi satu wajan besar pun masih kurang. Akhirnya hari pertama itu fokus untuk masak dari pagi sampai sore. Untungnya tidak ada korban yang tertimbun bangunan, jadi sementara rumah2 yang hancur tidak dijamah, sampai esok harinya. Baru besok ada koordinasi lebih lanjut dari pak RT.

    (aku masih hiatus kih, terancam tidak bisa mudik😦 )

  34. Pakde Cholik Says:

    Hal yang sering saya lihat di televisi (bukan dilapangan), bantuan yang menumpuk digudang tidak segera dibagikan sehingga dikhawatirkan rusak,apalagi jika itu makanan. Alasannya masih di data. Sementara disana-sini korban sambat belum dapat bagian. Lho kesannya jadi nggak sinkron kan.

    Jadi memang ada penanganan dalam sektor-sektor kecil sehingga penanganan bisa lebih fokus.Misalnya satu tenda ada pengurusnya 1-2 orang. Bukan 10 tenda hanya orang.

    Mantap laporan dari titik kejadian.
    Salam hangat dari Surabaya

    • ~noe~ Says:

      itu lebih karena kekhawatiran penyalurannya tidak tepat sasaran, dalam arti pemerataannya, sehingga malah menumpuk karena saking bingung di komandonya.
      data hasil mitigasi sangat dibutuhkan.
      betul juga, pakdhe.
      di sisi lain juga harus ada pengurus dari pihak korban supaya bisa memudahkan.
      terimakasih masukannya🙂
      salam hangat.


  35. Jadi sekarang saya lebih mengerti, bagaimana dan kenapa berbagai macam sumbangan itu seolah hanya ditumpuk, tdk secepatnya di distribusikan.
    Info ini seakan ” manual book ” utk semua aparat terkait penanganan bencana alam.
    Langsung dr sumbernya dan tempat kejadian.
    tulisan ini sudah tentu sangat berguna dan cocok utk jadi acuan.
    Semoga mereka yg tertimpa bencana cepat pulih dr shock dan bersabar, amin.
    Salam.

    • ~noe~ Says:

      terimakasih bunda.
      namun untuk bergerak, kita tetap memakai prosedur standar pasca bencana. tulisan di atas hanya semacam behind the scene saja.
      salam hangat🙂

  36. Huang Says:

    lols.. buat yang ke 1, jangan dijadiin objek buat foto2😀

  37. duadua Says:

    1. jangan menjadikannya sebagai lokasi wisata bencana, berfoto-foto narsis adalah tindakan yang arogan.

    =====
    kata kata lokasi wisata tuh,bikin saya senyum senyum sendiri

  38. Gostav Adam Says:

    Semoga korban gempa diberikan ketabahan atas apa yang telah menimpanya. Denger dari berita ada 50an korban yang mengalami depresi akibat gempa kemarin. Kita doankan agar ada penyelesaian yang cepat dan tepat

    salam mampir ke blog kami

  39. omiyan Says:

    sip mas, seperti kasus yang terjadi di Ciamis bantuan menumpuk di kantor kecamatan berupa beras padahal yang nyampe kepada para pengungsi cuman mie doank…sungguh terlalu

    ga nyangka masih kurang sensitifnya aparat desa untukc epat menyalurkan bantuan yang saya takutkan adalah Ada oknum yang memanfaatkan kejadian ini buat mengais keuntungan pribadi

    • ~noe~ Says:

      omiyan, ada dua pilihan saat menyalurkan bantuan : cepat waktu atau tepat sasaran, karena sebelum didistribusikan, posko harus punya data perkembangan korban bencana di tiap lokasi yang dicovernya.
      terimakasih kunjungannya🙂

  40. D3pd Says:

    Hayuh mudik-mudik, ^_^…V salam silaturahmi

  41. Hajier Says:

    Pelajaran yang sangat2 bermanfaat untuk dijadikan pegangan setelah terjadi gempa.

    Saya juga merasakan gempa di Jogja dulu dan sejak saat itu kalau ada getaran dikit udah langsung merinding, trauma kali ya?
    Gimana atuh ngatasinya?

    Lam kenal…

  42. Aciid Says:

    Lam kenal y smwana

  43. septarius Says:

    Artikelnya komplit..
    Semoga bermanfaat dan menambah ilmu pada semua yg baca..

    -salam kenal-

  44. blogpopuler Says:

    Suatu usaha peduli yang patut dicontoh.semoga mereka yang tertimpah bencana senatiasa sabar dan tawakkal.


  45. siang sahabat
    blue datang memberi semangat…..
    salam hangat selalu

  46. neneksihir Says:

    pas malam2 di telp..
    rasane arep mulih, terbang ke jogya naik sapu terbang..
    *trauma*

  47. dedenia72 Says:

    salam kenal..
    rasanya bantuan masih kurang cepat ya untuk pengungsi..
    salam rimba raya lestari

  48. perigitua Says:

    haddirrrrr….

    hhmmm… mohon mangap lama tak berkunjung neh…
    mantapp mas, dulu waktu kul juga ikut sibuk di posko hehehe… kurang lebih emang spt itu mas….
    kalo skr lebih banyak koordinir temen2 yg dikantor en warga desa aja… ngumpulin dana trus disalurkan via sahabat2 mahasiswa yg juga tengah sibuk mengumpulkan dana….

    cu…

  49. Andi Says:

    wah pengalamannya bisa buat nambah ilmu mas. makasih.

  50. Widdy Says:

    Turut berduka..

    Mohon maaf baru dapat berkunjung kmbali..

    Met lebaran n maaf lahir batin, @_@

  51. KangBoed Says:

    Salam Cinta Damai dan Kasih Sayang ‘tuk Sahabatku terchayaaaaaank
    I Love U fuuullllllllllllllll

  52. KangBoed Says:

    semangaaaaaaat yaaaaak

  53. bri Says:

    __kang noe selamat berbuka puasa…semangat ciaat😉 __

  54. bri Says:

    __lebaran sebentar lagihh..horee..__

    __mohon maaf lahir dan batin kang__

    __bismilah alhamdulillah ia “kamisiap kembali kefitrah”__

  55. AeArc Says:

    waha.. kalo dah ngomongin gempa dah ngeri aja rasanya
    hehe

  56. kezedot Says:

    banyak kali kawan
    salam dalam 2 musim
    mantabe

  57. SQ Says:

    hmm… Mudah2n mnjelang lbaran keadaan kwan2 jd lbh baik. Stidaknya, ada sdkit suasana brbeda mski dtengah bncana. Yup…dkung trus mreka untuk bngkit kmbali🙂


  58. da banyak bang
    semangat lagi dong
    alam hangat selalu

  59. richocean Says:

    manteb …. moga2 disiapkan dari sekarang, siap2 kalo2 ada gempa berikutnya … maklum gempa mirip jelangkung … datang tak diundang, pulang tak diantar ….

    silahkan berkunjung ke blog saya:
    http://richocean.wordpress.com – terbaru ttg gempa Cianjur & Bangkalan kemaren pagi
    http://richmountain.wordpress.com

    salam kenal😆


  60. salam kenal aja ya bang …😉


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: