Konspirasi Munyuk

rajamunyuk

Dulu ada masa diriku memasuki tahap di-nol-kan, yaitu suatu bentuk kewajiban mengikuti pembinaan di lingkungan militer dan secara militer. Jika bukan karena keterpaksaan tentu saja diriku ogah 100%. Bagaimana mungkin kulit Lux dan wajah Natasha-ku harus bergumul dengan deru debu?

Di dalam masa orientasinya tentu saja berbagai macam doktrin coba ditanamkan di otakku melalui berbagai acara yang benar-benar menyiksa fisik dan mental.

“Hai, kau!” hardik salah seorang tentara waktu itu.

“Siap!” jawabku sigap.

“Kau pasti benci terhadap tentara. Hayo ngaku !!!”

“Saya lebih benci polisi daripada tentara. Apalagi polisi yang gendut,” jawabku sekenanya sekedar menyelamatkan diri dari push up, guling-guling, atau slulup di selokan.

“Bagus!” tukas tentara itu sembari mrenges cengengesan.

Asem tenan…

Hehe…


Memang kebencianku terhadap polisi -khususnya polantas- waktu itu sudah sampai di ubun-ubun. Itu karena dari sekian kali kena tilang, seluruhnya atau 100% bukan karena kesalahan independenku.
Usaha sampai ke pengadilan tilang pun sama saja hasilnya karena hakim sudah menempatkan diri di belakang polisi.
Bukan di tengah.
Bukan sebagai penyeimbang,
tetapi sudah berat kepada bagi hasil duit tilang itu.

[Memang ini sangat subjektif, terutama dipandang dari orang yang sedang dirampok duitnya].

Dan sebagai kutu kupret, apalah yang bisa kulakukan selain mengakui apa yang dituduhkan pasal dalam surat tilang, demi menghindari denda yang lebih besar.

Kupikir hakim jaksa beserta para begundal pemerintahan yang mewakili Koalisi Oknum hanya berani bergerak pada level akar rumput menghadapi lawan masyarakat kelas kambing congek.
Mereka menyatukan barisan di belakang polisi
untuk melancarkan konspirasi tingkat rendah
terhadap masyarakat rendah,
demi meraih tambahan nominal rupiah yang rendah,
untuk menghidupi anak cucu yang biasanya tumbuh bermental rendah,
mengekor martabat orangtuanya yang rendah.

Amboi…
ternyata diriku salah.
Pada level pemerintahan tertinggi, perkoncoan ini juga terjadi saat menghadapi cicak kecil bernama KPK. Tak kurang dari jaksa, pejabat tinggi, DPR, lembaga tinggi, dan lembaga presiden bersatu padu di belakang polisi demi menghindari jerat KPK, mengembosi, dan syukur-syukur mengenyahkan dari bumi pertiwi.

Karena bumi pertiwi yang korup ini tentu saja tercemari oleh adat baru yang dibawa KPK yang sok suci.
Karena ranah pertiwi bakal berguncang jika tarian KPK tidak dibatasi.
Karena manusia di negeri ini sangat toleran sehingga tidak mendikotomikan yang haq atau batil.
Di sini bukan negeri rasial.
Haq dan batil sama-sama dihargai, karena sudah ada adat memoles semuanya agar menjadi haq.
Dan stempel halal selalu tersedia siap saji.

Jika polisi sudah terus terang menyatakan perang terhadap KPK.
Jika DPR sudah terus terang meminta KPK dibubarkan.
Jika kejaksaan agung sudah berprasangka bersalah terhadap pimpinan KPK sebelum penyidikan.
Jika pejabat tinggi negara bahu membahu di belakang polisi untuk melumat KPK.
Jika presiden lebih suka membagi rejeki kekuasaan,
dan menyusun pemerintahan yang absolut ala orde baru,
dengan menyatukan seluruh unsur kerak-kerak pelangi di bawah ketiaknya.
Jika dan hanya jika…

Maka…

Entahlah…
Mumet…

Anehnya, sebagai tameng dari fragmen ini semua adalah polisi, sesosok makhluk coklat yang bahkan sudah tertutup pintu surganya.
Lha, tidak masuk surga kok diikuti to…

Karena ini jaman edan

wolak walik ing jaman edan
yen ora edan ora keduman
bejo bejane manungso sing eling lan waspodo

[berputarnya jaman gila
kalau tidak gila tidak kebagian
hanya manusia yang ingat kepadaNYA dan waspada dialah yang selamat dunia akherat]

Nun, di suatu sudut yang sunyi…

”Noe, bagaimana dirimu yakin polisi tidak akan masuk surga?” dari ladang ilalang terdengar tanya Bundo.

”Surga sudah aman, Bundo. Hanya berisi orang-orang baik. Itulah kenapa polisi tidak dibutuhkan di surga.”

Explore posts in the same categories: Satire

Tag: , , , , , , ,

You can comment below, or link to this permanent URL from your own site.

39 Komentar pada “Konspirasi Munyuk”

  1. ~noe~ Says:

    pertamaxxx…
    mohon maaf lahir dan batin untuk yang berstatus aparat.
    ini sekedar pars prototo.

  2. Hanster Says:

    Keduaaxxx….
    Selamat menempuh mudik

  3. marsudiyanto Says:

    Pokoknya jangan sampai berurusan dengan yang namanya polisi dan sejenisnya Mas…

    Setuju !!!

  4. marsudiyanto Says:

    Commentku kok ilang ya?

  5. KangBoed Says:

    HADIIIIIIIIIIIRRRRRRRRR

  6. KangBoed Says:

    kelimaaaaaaaaaaaaaxxxxxxxxzzz

  7. KangBoed Says:

    Tertunduk ku dimalam ini
    Terdiam mencoba berucap nada CINTA
    Alunan Zikir alam semesta sayup terdengar
    menyapa mesra diri lemah tiada daya
    kudengungkan dalam qolbu terdalam
    Nyanyian pengagungan dan penyembahan
    Hadirkan diri dalam CINTA membara
    Perlahan tapi pasti getar menyambut
    Bagaikan gelombang membuat diri tergetar
    Hanyut sudah dalam buaian syahdu
    Diri hilang lenyap dalam pangkuanNYA
    Terang benderang padang terawangan..
    hilang.. lenyap.. tiada keberadaan..

    duuuuuuuh nikmatnya..

  8. suryaden Says:

    ojo lali lho mas,

    munyuk ki seragame ora ming coklat…😀

    mohon maaf lahir bathin pokoke ya..

    awas nek ora di maafkan…😆

  9. Abula Says:

    Ramadhan telah membasuh sang hati
    dari noda dan jelaga.
    Saatnya meraih rahmat
    dan ampunan-Nya.
    Untuk lisan dan sikap yang tak terjaga.
    Mohon dibukakan pintu maaf
    yang sebesar-besarnya.
    Selamat Hari Raya
    Idul Fitri 1 Syawal 1430 H.
    Minal Aidin wal faidzin.
    Taqobalallahu Minnaa wa Minkum.

  10. bibit m Says:

    Cak Cholik ditolak masuk surga … ha3.
    Aq lebih dekat pd polisi sbg pribadi2 yg baik .. sbg teman .. tetangga. Lha temenku yg tugas di Taman Puring itu … hwalah … jelas mlarat, lha wong gak mau goyang kanan-kiri. Klo polisi sbg corp … hwalaaah … jelas bubrah.
    Klo Bibit SM ditangkep & jd tersangka ya biarin … yg penting Bibit M kagak (klo ditangkep, ntar sopo sing tukang komeng?)

  11. guskar Says:

    OOT dulu : dirimu diserang konspirasi jin..😦

    Salah satu nasihat Bapak yang masih saya ingat sampai sekarang adalah melarang saya untuk menjadi seorang jaksa, pegawai bea cukai dan polisi. Tiga profesi ini kalau saya nekat melakoninya, Bapak bersikukuh tidak akan memberikan restunya. Saya sangat patuh dengan nasihat tersebut.
    Ternyata saya berkesempatan membuktikan nasihat bapak itu..
    Konspirasi munyuk itu sptnya sdh terskenario dng baik noe… kita tunggu saja matinya si cicak, selamat datang ode munyuk!!

    • nakjaDimande Says:

      wajah lux dan natashamu itu noe.. ternyata sabunmu sama dengan guskar😀

      polisi memang tak masuk surga noe, tapi orang-orang berhati lurus dibalik seragam coklat itu, InsyaAllah..

      @gus: andainya Bapak dulu ijinkan gus jadi polisi, peg. bea cukai atau jaksa.. mungkin hari ini kita akan lihat wajah yang yang berbeda dari instansi itu semua. bukankah untuk merubah sesuatu, lebih baik kita berada didalamnya. **kebayang bundo punya teman narablog seorang jaksa😛

  12. edda Says:

    Gw paling eneg brurusan ama polisi
    bkin darah tinggi

  13. julie Says:

    walah aku tak ingin memahaminya kang
    karena bagiku sosok polisi yang coklat tak lebih hanya individu2 yang terkukung dunia kecoklatannya
    sesungguhnya mereka juga ingin hidup yang lepas dari dosa

    selamat idul fitri
    mohon maafkan daku lahir dan batin

  14. arkasala Says:

    ada 3 yang harus kita hindari dalam berurusan karena masalah yaitu dengan jaksa, polisi dan rumah sakit.
    Mungkin sedikit aja ya kang ~noe~ yang lainnya saya masih menyaksikan drama babak selanjutnya dari “menyatukan seluruh unsur kerak-kerak pelangi di bawah ketiaknya”.

  15. dinoyudha Says:

    Ikut nimbrung nggih…sama sebelnya dengan polantas. entahlah, dagelan apalagi yang disuguhkan pada masyarakat…

  16. annosmile Says:

    munyuk punya konspirasi juga ya
    btw met lebaran ya bos
    maaf lahir batin deh..

  17. Wandi thok Says:

    Ops, ternyata sampean ki pulisi to mas.🙄😆

  18. Wandi thok Says:

    Waduh komengku ketangkep SATPAMe😆

  19. Wandi thok Says:

    Ura mesthi bener mas analisise kui, wong sing mlebu surga ura ana syarat black list from kepulisian. Rakono. Nek mudike neng Yogya liwat Semarang ko Jakarta mbok mampir neng Weleri mas. Tak wedangi.😆

  20. perigitua Says:

    haddiirrrrrr….

    Meniti ramadhan mengurai khilaf…
    Mengharap tiada tersisa khilaf dan dosa…
    Taqabbalallahu Minna Wa Minkum Syiyamana Wa Shiyamakum…
    Selamat Hari Raya Idul Fitri Sahabatku sayang…
    Mohon Maaf lahir dan batin….

    cu….

  21. Zulhaq Says:

    saya pernah punya pengalaman nggak enak sama pihak polisi. waktu itu, ngurusin SKCK alias surat ket kelakuan baik. eh, malah polisinya yang nggak berkelakuan baik. ribut deh dikantornya, sampe saya mau di pukul segala. pernah saya posting juga tuh di blog “bukan aparat, bukan keparat”

  22. senoaji Says:

    BWAKAKAKAKKAKAK!!! nyengir wae lah aku!

    Met Lebaran 2009!

  23. muamdisini Says:

    ”Surga sudah aman, Bundo. Hanya berisi orang-orang baik. Itulah kenapa polisi tidak dibutuhkan di surga.”

    mungkin polisi bisa masuk surga jika sudah pensiun…jadi ndak usah bertugas jaga disana…
    wallahualam bishawab…
    ngomong-ngomong tentang polisi, apalagi polantas, rasa-rasanya semuanya pernah punya pengalaman buruk yah…tapi, bukankah yang kita lihat hanya oknum, entah oknum yang menggeneralisir atau semua polisi sudah jadi oknum?…

  24. 'dee Says:

    karena… manusia tak lagi bercermin pada nuraninya… — atau cerminnya bahkan sudah terlalu kotor sehingga tak lagi dapat memantulkan bayangan yang bersih?

    d.~

  25. wahyu Says:

    Diri saya saat ini sedang mangkel tenan lan gemes melihat KPK dikeroyok gitu.
    Lha kalo KPK bubar cerai berai, mau jadi apa negara ini.

    Sowan om sembari bagi2 sisa kue labaran..
    hehe

  26. SanG BaYAnG Says:

    Ulah badut berseragam pengaku bijak memang selalu mengusik dengan cakarnya yg di arahkan tepat di jidat lapisan bawah masyarakat.
    Bahkan jas berdasi dan seragampun menjadi trend masakini untuk menakuti bayi-bayi..🙂

  27. geRrilyawan Says:

    polisi lagi naik citranya gara-gara teroris banyak ketangkep…apa itu bagian dari konspirasi? menaikkan citra polisi? mudah-mudahan nggak…banyak orang makin bingung sekarang mana benar mana salah

  28. musafir Says:

    pulisi..
    tidur aja nyusahin..:)

    Salam

    Musafir


  29. Nggak ada polisi, cuma malaikat!🙂
    Bisa aja postingannya.

    Kapan update-nya, bos?


  30. hahahahahaahahha…jadi gak ada tempat disurga buat polisi ya>??????


  31. he..he.he..ada2 saja ide artikelnya…


  32. Salam kenal dari ane Blogger BWI

  33. Short Sales Says:

    saya suka judulnya, konspirasi munyuk, benar sekali dan saya setuju banget


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: