Posted tagged ‘stres’

Mulyo, Muspro, lan Ciloko

September 4, 2009

“Anda masih bisa tertawa lepas,” sindir seorang bule.

”Emang kenapa, bro?” tanyaku, tentu saja dengan bahasa Tarzan. Aneh, bahkan Tarzan sendiri belum tentu mudheng dengan bahasa yang dibilang bahasanya.

”Orang Indonesia suka tertawa, bahkan dalam kondisi yang tidak patut untuk tertawa.”

Diriku terdiam sejenak. Mencoba merenungkan teguran dari si bule itu.

(lebih…)

Pemilu 2009 : Kemenangan Tukang Ijon

April 15, 2009

“Tuh, lihat saja. Di area ini, satu-satunya yang tidak hancur adalah rumah ibadah di sana itu. Tuhan Mahabesar ingin menunjukkan kepada kita semua bahwa agama inilah yang benar,” ujar seorang kawan seraya menunjukkan keagungan sebuah rumah ibadah yang tetap tegar berdiri di antara puing-puing bangunan yang diterjang gempa bumi.

Aku manggut-manggut sambil bertanya polos,”Bisakah kamu tunjukkan berapa banyak rumah ibadah lain yang tidak ikut hancur di lokasi lain, yang tentu saja lebih bisa menunjukkan kemahabesaran tuhanmu?”

Manusia diciptakan tidak untuk pandai meramal, memprediksi, ataupun sekedar berpersepsi. Makhluk yang paling mulia ini lebih cenderung ahli dalam hal menganalisis fakta. Fakta dan fakta. Bahkan jika fakta itu tidak lengkap pun, manusia akan selalu bisa menambahkan rangkaian narasi -berdasarkan persepsi tadi- di dalamnya untuk menjadikannya sebuah kisah yang realistis.

Namun demikian, masalah ’bukti yang tidak berbicara’ ini seringkali luput dari perhatian kita. Contohnya adalah kasus di atas, yaitu rumah ibadah yang tetap berdiri tegar sementara seluruh bangunan di sekelilingnya ambruk. Moment of truth yang pertama kali merasuk ke pikiran kita adalah satu persepsi tentang rumah ibadah itu sendiri. Rumah ibadah yang terkonotasi sebagai rumah Tuhan. Tuhan yang Mahagaib dengan seluruh kekuatannya. Tuhan yang mampu membuat sesuatu cukup dengan kun fa yakun.
(lebih…)